TOPONIMI TANJUNG KALIAN.
Oleh Dato’ Akhmad Elvian, DPMP. (Sejarawan dan Budayawan, Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia)
===============
Tanjung Kalian adalah Toponimi wilayah geografis di Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Toponimi Tanjung Kalian berasal dari nama generic “tanjung” yang berarti satu bentang alam geografis berupa daratan yang menjorok ke arah laut dan nama specific “kalian”, yang berasal dari kata “alih/aleh” yang berarti berpindah atau bergeser, dikarenakan pasirnya selalu bergeser (beralih/beraleh) sesuai dengan musim di laut.
Berdasarkan catatan F.S.A. De Clercq, dalam “Bijdrage Tot De Geschiedenis van Het Eiland Bangka (Naar een Maleisch Handschrift)”, dalam Bijdragen Tot De Taal, Land, En Volkenkunde in Netherlands Indie (BKI), 1895, halaman 135 dinyatakan : “ Daarom noemde de Sultan dat oord MĕnTo’ en de Kaap Kaléan, daar het zand zich naar gelang van den moeson verplaatste (beraleh)-. Hij stelde er Wan Akoeb als hoofd aan, liet er een kampong bouwen en noodigde Abdoel Djabar, die nog te Sⁿijantan was, uit zich met zijn vijf dochters en verdere bloed verwanten aldaar met der woon te vestigen. Herwaarts verhuisd, werd Datoe’ Dalam tot geestelijk opperhoofd van Bangka aange steld , terwijl Wan Akoeb het oppertoezicht had over de tinmijneu, welke door de bewoners onder hunne Patih’s en Batin’s werden ontgonnen”.
Maksudnya: “Oleh karena itu, Sultan (Mahmud Badaruddin I) menamai tempat itu Mĕnto’(منتوء) (yang berarti di sana) dan Tanjung Kaléan, karena pasirnya bergeser sesuai dengan musim (beraleh/beralih). Ia menunjuk Wan Akoeb sebagai kepala di sana, membangun sebuah kampung, dan mengundang Abdul Djabar, yang masih berada di Sijantan, untuk menetap di sana bersama kelima putrinya dan kerabat lainnya. Setelah pindah ke sini, Datoe’ Dalam diangkat menjadi kepala spiritual Bangka, sementara Wan Akoeb memiliki pengawasan tertinggi atas tambang timah, yang ditambang oleh penduduk di bawah Patih dan Batin mereka.