4 Mei 2006, Sayembara Perancangan Pasir Padi Waterfront City (PPWC)
Admin 4 May 2026
Dato’ Akhmad Elvian*)
Pemerintah Kota Pangkalpinang pernah melaksanakan Sayembara perancangan Pasir Padi Waterfront City, dalam rangka untuk mewujudkan visi Kota Pangkalpinang sebagai kota perdagangan dan jasa serta pengembangan kawasan Pangkalpinang Timur. Sosialisasi sayembara desain perencanaan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 15 Januari 2006.
Pasir Padi Waterfront City adalah kebutuhan perlunya pembuatan pelabuhan baru karena pelabuhan di Pangkalbalam di Sungai Baturusa yang telah ada sudah tidak memenuhi syarat lagi, karena setiap tahun harus dikeruk disebabkan mengalami pendangkalan. Pelabuhan yang baru ini, direncanakan berada di muara Sungai Baturusa. Reklamasi dilakukan dengan mendalamkan laut untuk pelabuhan baru, dan pasir ditimbun menjadi daratan baru. Daratan akibat penimbunan pasir tersebut dapat dibentuk sesuai keinginan perencana yang pada dasarnya akan mencapai luas sekitar 1.620 hektar daratan.
Untuk mewujudkan ide tersebut dengan hasil yang maksimal, Pemerintah Kota Pangkalpinang dan PT Bumi Pinang Indah selaku promotor menyelenggarakan sayembara, bekerjasama dengan IAI (Ikatan Arsitektur Indonesia). Tujuan penyelenggaraan sayembara adalah untuk memperoleh gagasan dan rancangan terbaik sebuah Waterfront City oleh peserta dalam hal ini arsitek Indonesia anggota IAI. Dari hasil rancangan terbaik yang dibuat arsitek diadakan penilaian secara objektif dan independen, untuk mengetahui pemenangnya. Rancangan yang dihasilkan arsitek inilah akan dijadikan konsep Waterfront City.
Pelabuhan yang selama ini hanya memiliki kapasitas angkut maksimal 3.000 hingga 4.000 ton, akan dikeruk hingga berkapasitas 7.000 hingga 10.000 ton.
Sayembara ini diikuti sekitar 85 orang arsitek yang tergabug di IAI dan ini merupakan sayembara yang pertama di Indonesia dengan peserta arsitek dari seluruh Indonesia.
Pada tanggal 4 Mei 2006 dilaksanakan diskusi perancangan dan pengerukan dasar laut serta penilaian terhadap hasil perancangan. Sebagai juara pertama akhirnya dimenangkan oleh Abang Winarwan, Dosen Universitas Parahyangan Bandung, untuk posisi kedua diraih oleh Junarti Sudarsono, Dosen ITB Bandung sedangkan pemenang ketiga diraih oleh Riduan Kamil.

Kemudian keesokan harinya pada tanggal 5 Mei 2006 bertepatan dengan kegiatan perayaan Peh Chun dilaksanakan Launching dan penyerahan hadiah lomba, dihadiri oleh Ketua DPR RI Agung Laksono dan Menteri Sekretaris Negara, Yusril Ihza Mahendra.
Berdasarkan konsep pembangunannya daratan seluas 1.620 hektar akan difungsikan sebagai harbour seluas 93 hektar, warehouses seluas 100 hektar, industry seluas 25 hektar, business 125 hektar, hotel seluas 50 hektar, golf seluas 110 hektar dan housing 410 hektar.
Bila program ini terlaksana akan membuka banyak investasi baru, kemudian lapangan pekerjaan akan terbuka luas. Untuk membangun daratan seluas 1.620 hektar dibutuhkan dana sebesar 1,8 trilyun rupiah.
Sementara itu untuk pengembangan kawasan di bibir pantai Pasir Padi karena sebagian besar lahan telah dikuasai oleh masyarakat, maka Pemerintah Kota Pangkalpinang berencana melakukan pembebasan lahan sekitar 500 meter dari bibir pantai. Rencananya lahan tersebut akan dijadikan sebagai pelataran yang berfungsi untuk penyediaan sarana dan fasilitas pendukung kepariwisataan. Pada bagian rawa-rawa di sekitar pantai Pasir Padi akan dikeruk untuk dijadikan sarana wisata air.
*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan
