25 April 1935, Pastor Mario John Boen Thiam Kiat, Ditahbiskan Menjadi Pastor Projo.

IMG_202604114_211711699

Dato’ Akhmad Elvian*)


Dalam Majalah Berkat Edisi Khusus II, Bulan September Tahun 1974, pada halaman 6 dinyatakan bahwa, Pada Tanggal 25 April 1935 terjadi Peristiwa besar. Boen Thiam Kiat (Past. Boen) Ditahbiskan menjadi imam. Pastor pertama dari umat kita sendiri. Suster-suster yang sudah lama ditunggu akhirnya datang juga pada Tahun 1938 dan meneruskan sekolah puteri. Pastor-pastor menyerahkan rumahnya kepada Suster-suster. Untuk beliau sendiri dan Pastor- pastor, Mgr. Bouma membeli rumah di Jalan Jelutung (Pastoran Lama, sekarang Novisiat suster-suster).

Pastor Boen ditahbiskan sebagai Imam pada tanggal 25 April 1935 Masehi atau sekitar Delapan bulan setelah diberkatinya gereja baru yang diberi nama pelindung Santo Yoseph pada tanggal 5 Agustus 1934 Masehi. Bangunan gereja baru ini sekarang sudah dibongkar, letaknya di sekitaran pastoran sekarang. Nama Pastor Boen kemudian diabadikan di Balai Pertemuan Paroki Pangkalpinang dengan nama Balai Mario Jhon Boen.

Pada tanggal 10 April 1942 Masehi, Mgr. Bouma ss.cc, para Imam dan bruder berkebangsaan Belanda ditahan Jepang dan dimasukkan di kamp tahanan di Pangkalpinang, selanjutnya pada bulan Mei 1944 Masehi mereka dipindahkan ke kamp Tahanan di Mentok dan pada bulan Maret 1945 Masehi mereka dipindahkan ke Belalau, Lubuk Linggau.

Untuk perawatan umat Katolik di Pangkalpinang dan Bangka Belitung pada masa Jepang kemudian dilakukan oleh Pastor Boen dan Bruder Angelus Manopo dan ini berlangsung sampai takluknya Jepang dan kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Makam Pastoer Boen terletak di Komlek Pekuburan Sentosa Pangkalpinang, bagian atau bidang tanah pemakaman Katolik. Pada epitaf makam Pastoer Boen tertulis “Dalam doa dan cinta kita mengenangkan”, Kemudian terdapat tulisan RIP maksudnya Rest in Peace atau dalam Latin: requiescat in pace, kemudian di bawahnya tertulis Pastor Mario John Boen Thiam Kiat Pr, dan di bawahnya lagi terdapat simbol Sakramen Ekaristi dan tertulis di sampingnya 25-04-1935, maksudnya Pastor Mario John Boen Thiam Kiat ditahbiskan sebagai Imam pada tanggal 25 April 1935, selanjutnya tertulis * 01-08-1908, maksudnya Beliau lahir tanggal 1 Agustus 1908 dan di bawahnya tertulis + 31-05-1982, maksudnya beliau wafat pada tanggal 31 Mei Tahun 1982. Terakhir pada bagian bawah jirat makam tertulis: “Kristus, Engkaulah Kebangkitan dan Hidup”.

See also  Sejarah Penemuan Timah Di Pulau Bangka.
Makam Pastor Mario John Boen Thiam Kiat di pemakaman Sentosa, Pangkalpinang. Sumber; Dato’ Akhmad Elvian.

*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah kebudayaan Indonesia.

Keterangan gambar sampul: Pastor Mario John Boen Thiam Kiat. Sumber, Majalah Berkat Edisi Khusus II, Bulan September Tahun 1974.

Comments

comments