IMG-20260711-WA0030

Oleh : Meilanto


Koba, sebuah pemukiman di pesisir timur Pulau Bangka memiliki benteng yang didirikan oleh Sultan Anom.

Selain itu di Koba banyak tambang timah meskipun hasilnya tidak sebanyak tambang lain di Pulau Bangka.

Berikut tulisan Buddingh dalam bukunya NEERLANDS OOST-INDIE REIZEN GEDAAN GEDURENDE HET TIJDYAK VAN 1852-1857 halaman 68.

De pankal of hoofdplaats Koba heeft in de geschiedenis eenige bekendheid, dewijl de van Palembang verdreven Sultan ANOM (later te Palembang ter dood gebragt,) alhier, en wijders te Pako en elders op Banka, gedurende de jaren 1722 tot 1732 verschansingen had opgerigt, ten einde zich op Banka staande te houden. Ze wordt door eene Redoute be-schermd, in welker nabijheid de woning van den Administra-teur (in 1854 den heer VAN SLINGERLAND) gelegen is.

Het distrikt Koba telt vele Tinmijnen, doch die niet zoo produktief zijn als andere Bankasche mijnen. Het land is overdekt met uitgestrekte wouden, de woonplaats van ontelbare wilde varkens.

Tulisan tersebut jika diterjemahkan menggunakan google translate maka artinya:

Pankal—permukiman utama—Koba memiliki tempat tersendiri dalam sejarah, karena Sultan Anom (yang sebelumnya terusir dari Palembang dan kelak dieksekusi di sana) membangun benteng pertahanan di tempat ini, serta di Pako (maksudnya Paku, dekat Payung) dan lokasi lainnya di Pulau Bangka, antara tahun 1722 dan 1732 dalam upaya mempertahankan kedudukannya di pulau tersebut. Permukiman ini dilindungi oleh sebuah benteng pertahanan kecil (stocade) yang di dekatnya terletak kediaman Administrator (yang pada tahun 1854 ditempati oleh Tuan Van Slingerland).
Wilayah Koba memiliki banyak tambang timah, meskipun tingkat produktivitasnya tidak setinggi tambang-tambang lain di Pulau Bangka. Kawasan ini dipenuhi hutan luas yang menjadi habitat bagi kawanan babi hutan dalam jumlah yang tak terhitung banyaknya.

See also  INLAND NIEUWJAAR, Lebaran Di Bangka Masa Hindia Belanda

Sultan Anom Alimudin yang merupakan saudara sekaligus rival sultan Mahmud Badaruddin I Jayowikromo, membangun benteng di Koba dan kemudian dikalahkan Abraham Patras (yang kemudian menjadi Gubernur Jenderal VOC). Dalam pernyataan orang Bangka, bahwa Sultan Anom Alimuddin adalah sultan sesungguhnya yang memiliki kekuasaan atas Bangka. (Elvian,2025).

Di manakah letak benteng tanah tersebut saat ini?


Tulisan ini dikutip dari buku NEERLANDS OOST-INDIE REIZEN GEDAAN GEDURENDE HET TIJDYAK VAN 1852-1857 bagian kedua edisi ketiga yang diterbitkan tahun 1867. Buku setebal 496 ini ditulis oleh Dr. S. A. Buddingh.

Buddingh bernama lengkap Steven Adriaan Buddingh (1811-1884) seorang penulis dan pendeta Belanda abad ke-19 yang terkenal karena karya sejarah dan catatannya tentang Nusantara.

*Keterangan gambar: Gezicht op een tingroeve te Koba met kabeltransport.
Pemandangan tambang timah di Koba dengan sistem transportasi kabel.
Sumber : Rijksmuseum.nl
Pewarnaan AI

Comments

comments