Ketinggian Bukit Permis dan Maras dalam Catatan Buddingh
Jelajah Bangka
Oleh : Meilanto
Tulisan ini dikutip dari buku NEERLANDS OOST-INDIE REIZEN GEDAAN GEDURENDE HET TIJDYAK VAN 1852-1857 bagian kedua edisi ketiga yang diterbitkan tahun 1867. Buku setebal 496 ini ditulis oleh Dr. S. A. Buddingh.
Buddingh bernama lengkap Steven Adriaan Buddingh (1811-1884) seorang penulis dan pendeta Belanda abad ke-19 yang terkenal karena karya sejarah dan catatannya tentang Nusantara.
Berikut tulisannya tentang ketinggian Bukit Permis dan Maras yang dikutip pada halaman 22.
Des anderen daags (5 October) zagen we in den namiddag den bekenden Manoembing op het eiland Banka zijne kruin verheffen, en in het naderen blaauwden uit de verte nog an-dere bergtoppen ons tegen, als de 1,325 voet hooge Parmas-sang, de 2,617 voet hooge Marras (waaruit de rivier Antan-Blienjoe ontspringt), de 2,397 voet hooge Pading, enz. Intusschen stoomden we snel door, passeerden het eiland Taija of Taijo, hielden digt onder den wal van Sumatra om de Karang-hadjie en Frederik-Hendrik-klippen te vermijden, en bereikten, toen het reeds donker geworden was en terwijl de Padang een kanonschot loste, de hoofdplaats Muntok van het met 45,089 zielen bevolkte, en eene oppervlakte van 223 géographische mijlen beslaande, eiland.

Tulisannya jika diterjemahkan dengan google translate sebagai berikut:
Keesokan harinya (5 Oktober) pada sore hari, kami melihat puncak Gunung Manoembing (Menumbing) yang terkenal di Pulau Bangka menjulang tinggi; saat kami semakin mendekat, puncak-puncak gunung lainnya tampak membiru di kejauhan—seperti Parmas-sang (maksudnya Bukit Permisi/ Permisang) (1.325 kaki), Marras (2.617 kaki, tempat bermulanya Sungai Antan-Blienjoe), Pading (2.397 kaki), dan lain-lain.
Sementara itu, kami melaju cepat, melewati Pulau Taija (Taijo), dan tetap berlayar dekat dengan pesisir Sumatra untuk menghindari terumbu karang Karang-hadjie dan Frederik-Hendrik; setelah hari gelap—dan tepat saat kapal Padang melepaskan tembakan meriam—kami tiba di Muntok, kota utama pulau tersebut, yang memiliki populasi 45.089 jiwa dan mencakup wilayah seluas 223 mil geografis persegi.
Ketinggian Bukit Permis 1.325 kaki x 30,48 cm= 40.386 cm atau 403,86 m.
Sementara itu ketinggian Bukit Maras 2.617 x 30,48 cm= 79.766,16 cm atau 797,6616 m.
Pading 2.397 x 30,48= 73060,56 cm atau 730,6056 m.
Dari catatan Buddingh di atas, Maras merupakan puncak tertinggi di Pulau Bangka dengan urutan sebagai berikut:
_______
*Keterangan gambar: Pegunungan Maras. Sumber: internet
