5 Juni 1949, Moh Roem Kembali Ke Bangka Bertemu Dengan Mohd. Hatta yang Akan Berangkat ke Kotaraja Aceh.

Your paragraph Masyarakat Bangka bergotong royong merenovasi Masjid Jamik P_20260605_093929_0000

Oleh Dato’ Akhmad Elvian*)


Hari Minggu, tanggal 5 Juni 1949, Moh Roem terbang menuju Bangka dari Batavia untuk melakukan pertemuan dengan Mohd. Hatta di Pangkalpinang yang akan berangkat ke Aceh. Setelah pertemuan, Moh. Hatta didampingi Ketua Fraksi Masjumi Dr. Sukiman, Menteri Penerangan Moh. Natsir, Menteri Pendidikan Mr Ali Sastroamidjojo, Sekretaris Negara Mr AG Pringgodigdo, Dr Halim, Mr Nazir Sutan Pamuntjak dan Baharuddin meninggalkan Pulau Bangka menuju ke Kotaraja Aceh. Sementara itu Moh Roem menginap semalam di Pangkalpinang, Bangka dan kembali ke Batavia keesokan harinya tanggal 6 Juni 1949.

Pesawat United Nations Commission for Indonesia (UNCI) yang membawa rombongan Muhammad Hatta ke Kotaraja Aceh sempat singgah di Singapura untuk mengisi bahan bakar. Dalam kesempatan wawancara dengan perwakilan Reuters, Hatta mengatakan situasi Indonesia tidak berubah sejak penandatanganan perjanjian Rum-Royen pada tanggal 7 Mei 1949. Sebagian besar pemimpin Republik Indonesia telah bangkit kembali dan bersemangat melanjutkan pekerjaannya. Rombongan Hatta akhirnya sampai di Kotaraja Aceh setelah 1 jam penerbangan dari Singapura. Bung Hatta adalah wakil presiden pertama yang menginjakkan kaki di bumi Aceh, dan kedatangannya disambut meriah Masyarakat Aceh.

Rombongan Hatta akan melakukan kontak dengan ketua PDRI, Syafrudin Prawiranegara karena pusat PDRI telah dipindahkan ke Aceh dari Bukittinggi. Tujuannya adalah membujuk PDRI menerima dan mendukung perjanjian Rum-Royen. Hasilnya bisa menjalin kontak tidak langsung dengan PDRI dan telah mengklarifikasi beberapa hal, namun rombongan Hatta tidak ketemu langsung dengan Syafrudin Prawiranegara dan kabinetnya. Posisi ketua PDRI berada di pedalaman Sumatra dan selalu berpindah-pindah.

Bung Hatta adalah Wakil Presiden pertama yang menginjakkan kaki di bumi Aceh. Penyambutannya sangat meriah dan dengan penuh kegembiraan. Dalam pertemuan dengan Masyarakat Aceh, Bung Hatta menyatakan: “Sungguh saya merasa gembira hari ini sampai di Kutaraja. Sudah tiga kali saya merancang perjalanan kemari. Yang pertama gagal Yang kedua gagal. Yang ketiga ini diperkenankan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dan saya sampai di tengah-tengah saudara-saudara,” ucap Bung Hatta dalam pidato yang disaksikakan ribuan orang di halaman Meuligoe Keresidenan Aceh. Selama berada di Aceh, Bung Hatta tidak cuma sibuk dengan misi politik, akan tetapi bertemu dengan ulama Aceh dan tokoh masyarakat Aceh termasuk Daud Beureueh,

See also  18 Mei 1812, Pasukan General Gillespie Meninggalkan Palembang Menuju Mentok, Bangka.

Hari terakhir di Kotaraja dilaksanakan apel besar yang dihadiri 30.000 warga Aceh, mendengarkan pidato para pemimpin Republik Indonesia dan warga sangat antusias. Setelah melakukan kunjungan kerja ke Kotaraja Aceh selama 6 hari, Moh Hatta kembali ke Bangka pada hari Sabtu, tanggal 11 Juni 1949. Sementara Ketua Fraksi Masjumi, Dr. Sukiman, dan Menteri Pendidikan Mr Ali Sastroamidjojo meneruskan penerbangan ke Batavia.


*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.

Comments

comments