15 Mei 1819. Toboali Ditaklukkan Oleh Pejuang Bangka.

IMG_20260514_130654 (1)

Dato’ Akhmad Elvian*)


Pada Tahun 1819 Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan Tin Reglement yang berisi: Penambangan Timah di Bangka langsung berada di bawah wewenang dan kekuasaan residen; Timah adalah monopoli penuh Belanda dan tambang Timah partikelir dilarang sama sekali beroperasi.

Tin Reglement, kemudian memicu berbagai perlawanan rakyat Bangka. Pada bulan Mei 1819 kepala-kepala rakyat di Toboali beserta dengan “Lanun” menyerbu parit-parit Timah di sekitar daerah sungai Kepoh dan kemudian merebut kembali Toboali dari tangan Belanda.

Akibat serangan kepala-kepala rakyat di Toboali dan Lanun, Letnan Biery dengan pasukannya lari ke Pangkalpinang. Demikian pula kedudukan tentara Belanda di Jebus diserbu oleh kepala-kepala rakyat dan Lanun berkali-kali dan sebuah kapal perang Belanda dapat dirampas (Bakar, 1969:15).

Berdasarkan catatan Santosa, pada bulan Mei 1819, gerombolan bajak laut menyerbu pos militer di pesisir pantai dekat Kota Toboali yang dipertahankan 40 prajurit di bawah Letnan Biery. Serangan bajak laut juga terjadi atas sejumlah pos militer di pesisir Barat Laut Bangka. Kota Toboali dikosongkan karena militer Hindia Belanda tidak dapat menahan serbuan gerombolan bajak laut (Santosa, 2011:133,135).

Untuk lebih jelasnya serangan terhadap Koba, Toboali, Keppo dan Djebus oleh rakyat Bangka dibantu Lanun digambarkan oleh P.H. van der Kemp tentang masa setelah pengambilalihan Belanda atas pulau Bangka dari tangan Inggris dan masa-masa awal kekuasaan Belanda di pulau Bangka: “Inspecteur-Generaal Smissaert had in den ous bekendeu brief van 12 Maart 1817, een ongunstig tafereel opgehangen over sommige toestanden in Banka’s binnenlanden,üe volkshoofden, de batin schreef hij,lachten om alle orders en het hoofd van Koba, op de oostzijde des eilauds, werd als een nietswaardig voorwerp beschouwd, dat het gouvernement met open oogen bedroog. De staat van zaken verergerde allengs; zelfs werd den 15 Mei 1819 het aan de zuidzijde gelegen mijndistrict Toboali aangevallenen afgelo open. De inueming van onze benting aldaar was toeteschrijven aan de wankelmoedige houding van den commandant, 2″ luitenant Bury, die aan liet hoofd van 40man den hem toevertrouwden post eenvoudig prijs gaf en op Pangkal-Pinang terugtrok, zouder éen man te hebben gewaagd . Weinige dagen daarna werd het dicht bij Toboali gelegen Kappo aangetast, doch de aanval door het hoofd aldaar, den kapitein der Chiueezen, afgeslagen 72 Eenderde aanval had in Juni plaats in het district Djeboos ook die werd afgeslagen, doch de vijaud maakte zich meester van een onzer kanonneerbooten” (Kemp, 1900;544-545).

See also  Asal Nama Kampung Terak Atau Klasah Berdasarkan Sejarah.

Maksudnya “Inspektur Jenderal (residen) Smissaert dalam suratnya yang tertanggal pada 12 Maret 1817, sebuah situasi yang tidak menyenangkan terjadi di beberapa bagian wilayah pedalaman Banka, para kepala rakyat yang disebut dengan batin, menolak semua perintah Inspektur atau kepala distrik Koba, yang terletak di sisi Timur pulau Bangka. Mereka menentang secara terbuka pemerintah. Keadaanpun semakin memburuk; bahkan pada tanggal 15 Mei 1819, distrik pertambangan Toboali, yang terletak di sisi Selatan, diserang. Pemberontakan terjadi di sana disebabkan oleh sikap sang komandan yang gigih di wilayahnya, Letnan Dua Bury, dengan 40 orang pasukannya, berusaha mempertahankan wilayah dan jabatan yang dipercayakan kepadanya, dan kemudian mundur ke PangkalPinang, salah satu wilayah yang telah Ia jelajahi. Beberapa hari kemudian, Kappo (maksudnya Kepoh), yang dekat dengan Toboali, diserang, tetapi serangan dapat dipertahankan oleh kepala pasukan di sana, kapten Chiuese. Serangan Ketiga kalinya juga terjadi pada bulan Juni terhadap wilayah di distrik Djeboos, tetapi 72 musuh ditangkap oleh salah satu pasukan bersenjata kami” (Kemp, 1900;544-545).


*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.

**) Keterangan gambar: Litografi/lukisan Benteng Toboali (Het Fort Toboaly) di Leiden University. Koleksi penulis.

See also  Makam Tua Di Kaki Bukit Penyengat, Benteng Penutuk Pulau Lepar. Tokoh Ulama Negosiator Ulung.

Comments

comments