18 September 1858, J.K. Van Der Meulen, diangkat sebagai Administrateur Afdeeling Sungaiselan dan penemuan Prasasti Kotakapur Tahun 1892
Jelajah Bangka 18 September 2026
Oleh Dato’ Akhmad Elvian, DPMP, CECH, CIRBC*)
Sungaiselan adalah salah satu Distrik di Keresidenan Bangka. Pada masa Inggris berkuasa di Bangka, Residen Inggris untuk Palembang dan Bangka, M.H. Court mengatakan tentang keberadaan Sungai Selan dan Orang darat atau Orang Gunung yang mendiami kampung Sungaiselan:
“Muara Sungai Selan, yang berada di dekat Kepulauan Nangka, sangat dangkal. Sungai ini merupakan sungai besar, mengalir hingga ke Jeruk, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Dua sungai kecil, Sembulan dan Penagan, berada di antara Sungai Selan dan Sungai Menduk. Sungai yang terakhir disebut merupakan sungai besar, lebar di bagian pintu masuknya, namun jalurnya rumit untuk diakses karena adanya pendangkalan yang meluas dari sungai tersebut.
Orang Goonoong (Orang Gunung), yang jumlahnya sangat banyak di bagian wilayah ini, terutama dipekerjakan dalam budidaya padi, dan membantu di pertambangan Pangkalpinang. Saya telah memberikan beberapa deskripsi tentang sungai ini dalam penjelasan mengenai distrik tersebut.” (Court, 1821:212).
Selanjutnya dalam catatan Dr. S.A. Buddingh, seorang pendeta yang berkunjung ke Bangka dijelaskan tentang perhubungan dari Pangkalpinang ke Sungaiselan serta kampung kampung yang dilewati dan dijelaskan juga tentang pusat distrik Sungaiselan yang awalnya berada di Bangkakota, pada Tahun 1837/38 dipindahkan ke Sungaiselan.
Selengkapnya Buddingh dalam Neerlands-Oost-Indie Reizen Over Java, Madura, Makasser, Saleijer, Bima, …, Banka, Palembang, Riouw, Benkoelen, Sumatra’s Westkust,…; gedaan gedurende het tijduak nan 1852-1857, halaman 65 dinyatakan:
“Zuidwestelijk van Pankal-pinang voert een weg naar Soengi-slan of Pankal-slan, hoofdplaats van het (in 1854 door den heer Van Hoogenstraten geadministreerd) tin-mijn-distrikt van dien naam, en digt bij de westkust van Banka aan de Soengi of rivier Slan gelegen.

Deze weg is 26 palen of 9 uren lang, en loopt langs de kampongs Klassa, Din-ding-papan, Masoena, Nihin of Batjang, Treblan, Serai en Melabon, en langs de parits of mijnen Doendang en Trantang.
Vroeger was de, door een Redoute beschermde, pankal van dit boschrijk distrikt gevestigd te Banka-kotta aan de rivier van dezen naam en bij het Parmassang-gebergte aan de zuidwest-kust, doch is in 1837 of 1838 naar de rivier Soengi-slan, welke zich bij de Nanka eilanden in Straat- Banka ontlast, verlegd geworden”.
Maksudnya Buddingh adalah:
“Di sebelah barat daya Pangkalpinang, terdapat sebuah jalan menuju Sungaiselan atau Pangkalselan, ibu kota dari distrik tambang timah bernama sama (yang pada tahun 1854 dikelola oleh Tuan Van Hoogenstraten), dan terletak dekat dengan pantai barat Bangka di Sungai Selan.
Jalan ini panjangnya 26 pal (sekitar 39 kilometer) atau 9 jam perjalanan, dan membentang melewati kampung-kampung seperti Kelasa, Dinding Papan, Masei/Masoena, Nihin atau Bacang, Tereblang, Serai, dan Melabun, serta melewati parit atau lokasi penambangan Dendang dan Terentang.
Dahulu, pankal (pusat/pangkalan) dari distrik yang kaya akan hutan ini dilindungi oleh sebuah benteng kecil (Redoute) dan berada di Bangkakota yang berada di tepi sungai bernama sama, dekat Pegunungan Permisan di pantai barat daya. Namun, pada tahun 1837 atau 1838, pusat tersebut dipindahkan ke Sungaiselan, yang bermuara di Selat Bangka dekat Kepulauan Nangka.
Berdasarkan Regeeringalmanak voor Nederlandsch-Indie 1893, di samping Van Hoogenstraten yang pernah menjabat sebagai Administrateur atau Kepala distrik atau afdeeling di Sungaiselan adalah J.K. van Der Meulen yang diangkat pada Tanggal 18 September 1858.
Bersamaan dengan J.K. van Der Meulen pada saat itu yang menjabat sebagai Demang di Sungaiselan adalah Abdul Latip yang diangkat pada tanggal 3 Mei 1868, dan kemudian yang menjabat sebagai Kapitien /Luitenant der Chinesen mengelola orang orang Tionghoa di Sungaiselan adalah Bong Tjhaij Liong yang diangkat pada tanggal 22 Mei 1882.
Pada saat J.K. van Der Meulen menjabat sebagai Administratur distrik Sungaiselan dalam catatan sejarah ditemukan batu bertulis yang dikenal dengan Prasasti Kotakapur (608 Saka/686 Masehi) di kampung Kotakapur dekat sungai Menduk pada Tahun 1892.
Wilayah penemuan Prasasti Kotakapur masuk dalam wilayah Administratif distrik Sungaiselan. Prasasti Kotakapur saat ini menjadi koleksi Museum Nasional dengan Nomor Inventaris D.90 (Elvian, 2021:36).
*Keterangan gambar:
Prasasti Kotakapur Koleksi Museum Nasional dengan Nomor Inventaris D.90.
*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.
