IMG-20260722-WA0000

Oleh : Meilanto.


Pada halaman 22 buku NEERLANDS OOST-INDIE REIZEN GEDAAN GEDURENDE HET TIJDYAK VAN 1852-1857 dituliskan kedatangan Buddingh ke Mentok.

Als naar gewoonte kwam de Sekretaris en Magistraat van Banka , de heer ,i. A. COORENGEL, met den heer havenmeester
SMIDÏ aan boord, om de brieven-mail voor Banka te ontvangen. Met deze beeren roeiden we naar den wal, doch konden het land, wegens de ondicjrte der zee, niet digter dan tot op 3à 4 vademen afstands genaken. In dit bezwaar was echter voorzien, want onmiddellijk kwamen er koelie’s met draagstoelen naar de sloep om ons door het water heen op het drooge te brengen, en weldra waren we allen, niet ver van het oude zeehoofd, op het witte zand van den oever bijéén. Van hier wandelden we door de groote kotta Muntok , – welke door circa 13,000 Chinezen, en ruim 300 Arabieren, Moren, Klingalézen van Coromandc l (orang-kling), en andere vreemde Oosterlingen, benevens eenige Maleijers van Linga , Java en Palembang bewoond wordt, – naar de Europésche wijk of het Européesch gedeelte van Muntok welk gedeelte ongeveer 40 à 50 voeten hooger gelegen en op een’ afstand van ruim 20 minuten gaans van het strand verwijderd is.

Maksudnya
Seperti biasa, Sekretaris sekaligus Hakim Bangka, Tuan J.A. Coorengel, datang ke kapal bersama Syahbandar, Tuan Smidt, untuk mengambil kiriman surat bagi Bangka.

Kami mendayung perahu menuju pantai bersama mereka, namun karena perairan yang dangkal, kami tidak dapat merapat lebih dekat dari jarak tiga atau empat depa dari daratan. Kendala ini sudah diantisipasi; para kuli dengan kursi gendong segera mendatangi perahu untuk mengangkut kami melintasi air menuju daratan kering, dan tak lama kemudian kami semua berkumpul di hamparan pasir putih pantai, tak jauh dari dermaga lama.

See also  19 April 1949, Bangkaraad Mengirimkan Delegasi ke BFO dan Mendukung Perundingan Belanda-Indonesia.

Dari sana, kami berjalan melintasi kota besar Muntok—yang dihuni oleh sekitar 13.000 orang Tionghoa dan lebih dari 300 orang Arab, Moor, Kalinga dari Coromandel (orang-kling), serta warga Timur lainnya, ditambah sejumlah orang Melayu dari Lingga, Jawa, dan Palembang—menuju kawasan Eropa, atau bagian kota Muntok khusus bagi orang Eropa, yang terletak di ketinggian sekitar 40 hingga 50 kaki lebih tinggi dan berjarak lebih dari dua puluh menit perjalanan kaki dari pantai.


*Keterangan gambar : Vluchthaven te Muntok met motorboat v/d tinwinning, ca. 1914-1919.
Sumber : Rijkmuseum.nl. (pewarnaan: AI)

Catatan : Tulisan ini dikutip dari buku NEERLANDS OOST-INDIE REIZEN GEDAAN GEDURENDE HET TIJDYAK VAN 1852-1857 bagian kedua edisi ketiga yang diterbitkan tahun 1867. Buku setebal 496 ini ditulis oleh Dr. S. A. Buddingh.

Buddingh bernama lengkap Steven Adriaan Buddingh (1811-1884) seorang penulis dan pendeta Belanda abad ke-19 yang terkenal karena karya sejarah dan catatannya tentang Nusantara.


Comments

comments