Sejarah PDAM Pangkalpinang di Gunung Mangkol (Bagian 17)
Jelajah Bangka
Editor: Meilanto
Gambaran umum mengenai hasil usaha Perusahaan pada masa mendatang kini sudah mulai dapat diperkirakan. Tentu saja, gambaran yang lebih jelas baru dapat diperoleh pada akhir tahun 1933. Namun, bahkan saat itu pun, perhitungan masih harus didasarkan pada sejumlah asumsi yang, sebagaimana lazimnya, tetap mengandung unsur spekulasi.
Oleh karena itu, angka-angka yang digunakan dalam perhitungan ini harus ditetapkan secara hati-hati. Dengan demikian, harapan yang dibangun berdasarkan angka-angka tersebut tidak akan menimbulkan kekeliruan di kemudian hari. Kehati-hatian itulah yang telah diterapkan dalam perhitungan ini.
Ada satu hal yang sangat diperlukan, yaitu membaiknya keadaan ekonomi, atau setidaknya tidak semakin memburuk seperti sekarang. Jika tidak, kemampuan banyak orang untuk memenuhi kebutuhan pokok akan semakin terbatas, bahkan mungkin sama sekali tidak dapat terpenuhi bagi sebagian orang.
Kita hanya dapat berharap bahwa masa sulit ekonomi ini, sebagaimana periode-periode sebelumnya, pada akhirnya akan berlalu dalam waktu yang tidak terlalu lama. Jika keadaan tidak kunjung membaik, segala perhitungan yang telah dibuat pada akhirnya akan meleset.

NERACA AKHIR TAHUN 1932 DAN LAPORAN LABA RUGI TAHUN 1932
Neraca per 31 Desember 1932 (lihat Lampiran 1).
Aset Perusahaan terdiri atas pengeluaran modal sebagai berikut:
| Uraian | Nilai (gulden) |
|---|---|
| Pemasangan pipa air | ƒ 433.927,45 |
| Bangunan | ƒ 14.125,76 |
| Konstruksi jalan | ƒ 6.815,30 |
| Inventaris | ƒ 11.364,55 |
| Sambungan layanan | ƒ 44.671,00 |
| Saluran sewa | ƒ 6.775,02 |
| Biaya instalasi lain-lain | ƒ 2.859,20 |
| Pengelolaan pabrik es | ƒ 1.630,00 |
| Jumlah | ƒ 522.168,28 |
Selain itu, terdapat pos-pos berikut:
Piutang
Dana dan saldo kas
Jumlah dana dan saldo kas: ƒ 35.272,15
Total aset: ƒ 560.788,83
Bersambung.
Foto: Pos Jaga PDAM Pangkalpinang di Gunung Mangkol
Dokumentasi: Editor
Catatan: Naskah ini dikutip dari buku Waterleidingbedrijf Pangkal Pinang, tahun 1932.
