Sejarah PDAM Pangkalpinang di Gunung Mangkol (Bagian 18)

Warkop PDAM

Editor: Meilanto


KEWAJIBAN

Kewajiban perusahaan terdiri atas beberapa pos berikut:

  • Utang kepada Ir. S. Snuyf yang belum dilunasi pada akhir tahun 1932: ƒ82.406,47
  • Pinjaman dari pemerintah daerah: ƒ144.400,00
  • Deposito: ƒ3.243,10
  • Kreditur (bunga yang harus dibayar): ƒ3.965,97
  • Penyusutan: ƒ14.500,00

Akun Modal I

Akun ini berkaitan dengan dana yang disetorkan dan ditempatkan pada pos dana yang tidak perlu dikembalikan (à fonds perdu), yang terdiri atas:

  • Kontribusi Dana Lokal: ƒ190.291,79
  • Subsidi pemulihan bank: ƒ75.000,00
  • Kontribusi komunitas Tionghoa: ƒ45.000,00

Akun Modal II

Saldo laba yang dialihkan dari tahun 1932: ƒ310.291,70 (ƒ1.981,59).

Total: ƒ560.788,83

POSISI LIKUIDITAS

Posisi likuiditas perusahaan tercatat sebagai berikut:

  • Dana Lokal: ƒ20.370,00¹
  • Kas dan bank: ƒ14.902,15
  • Debitur per Desember 1932: ƒ3.348,40

Jumlah: ƒ38.620,55

Pembayaran yang dilakukan pada Januari meliputi:

  • Pembayaran kembali kepada Ir. S. Snuyf: ƒ30.000,00
  • Pembayaran bunga kepada kreditur: ƒ3.965,97

Total pembayaran: ƒ33.965,97

Dengan demikian, saldo yang tersisa adalah ƒ4.654,58

LAPORAN LABA RUGI TAHUN 1932

Laporan laba rugi untuk tahun 1932 dapat dilihat pada Lampiran 1.

Bunga yang harus dibayarkan kepada Ir. S. Snuyf untuk kuartal terakhir tahun 1932 dihitung berdasarkan utang sebesar ƒ78.663,50, dengan suku bunga 5%. Ketentuan ini mengacu pada perjanjian pembayaran tertanggal 10 September 1932.

Untuk utang yang belum dilunasi setelah akhir tahun 1932, bunga sebesar 6% harus dibayarkan sesuai dengan perjanjian tersebut. Seluruh utang wajib dilunasi paling lambat pada 1 Januari 1938.

Sementara itu, bunga yang harus dibayarkan kepada masyarakat adat untuk semester kedua tahun 1932 dihitung berdasarkan pinjaman sebesar ƒ94.400. Bunga untuk semester pertama tahun 1932 telah dibebankan kepada Dana Lokal. Selain itu, terdapat pinjaman sebesar ƒ50.000 untuk periode sekitar tiga bulan, yakni Oktober, November, dan Desember 1932.

See also  Dengan Perahu Layar Dari Bakit Ke Belinyu, Buddingh Terpesona Luasnya Teluk Kelabat dan Pulau Pulau Yang Indah.

PERKIRAAN BIAYA DAN MANFAAT

Untuk pembayaran tahunan berupa bunga dan angsuran pokok utang kepada Ir. S. Snuyf, serta kewajiban pembayaran kepada masyarakat adat yang diperhitungkan untuk tahun 1933, telah disusun rencana pembayaran dalam Lampiran 2. Pembayaran tersebut dilakukan dalam kelipatan ƒ500.

Selanjutnya, disajikan rincian perkiraan biaya operasional untuk periode 1933–1942, termasuk peningkatan biaya secara bertahap dari tahun 1933 hingga 1940.

Bersambung.


Foto: Bekas kantor PDAM Pangkalpinang yang pernah dijadikan warung kopi (warkop).

Sumber foto: Tangkapan layar Google Maps.

Catatan: Naskah ini dikutip dari buku Waterleidingbedrijf Pangkal Pinang, tahun 1932.

Related Images:

Comments

comments