Sejarah PDAM Pangkalpinang di Gunung Mangkol (Bagian 21)

IMG-20261022-WA0018

Editor: Meilanto

Bagaimana sebuah proyek penyediaan air bersih di Pangkalpinang mampu diselesaikan dan mulai beroperasi di tengah kemerosotan ekonomi, bahkan tanpa subsidi pemerintah? Jawabannya tersimpan dalam catatan sejarah Waterleidingbedrijf Pangkal Pinang yang diterbitkan pada 1932.

Pada bagian terakhir ini, kita menelusuri kata pengantar yang merangkum makna penting pembangunan perusahaan air minum tersebut. Bukan sekadar kisah tentang perencanaan teknis, pembangunan infrastruktur, dan perhitungan keuangan, sejarah ini juga merekam dedikasi serta kerja keras berbagai pihak dalam mewujudkan proyek untuk kepentingan umum. Sebuah penutup yang mengingatkan kita bahwa perjalanan penyediaan air bersih di Pangkalpinang memiliki sejarah panjang, yang jejaknya layak terus dikenang.

Kata pengantar.

Buku kecil ini, yang didedikasikan untuk sejarah asal-usul, desain, organisasi, dan hasil keuangan Perusahaan Penyediaan Air Pangkalpinang, memiliki tujuan ganda.

Pertama-tama, dokumen ini dimaksudkan sebagai ringkasan bagi mereka yang terlibat dengan perusahaan. Selain itu, dokumen ini mungkin bermanfaat bagi mereka yang tertarik dengan isu pasokan air di Indonesia secara umum dan khususnya di Pangkalpinang.

Sungguh menggembirakan bahwa, terlepas dari kemerosotan ekonomi yang besar, proyek penting untuk kepentingan umum ini telah diselesaikan dan dioperasikan, dan perlu mendapat perhatian khusus bahwa hal ini tercapai tanpa subsidi pemerintah.

Sampai batas tertentu, dedikasi dan kerja keras semua pihak yang berkontribusi dalam pendirian perusahaan inilah yang memungkinkan hal ini terjadi.

Dengan ini saya menyampaikan ucapan terima kasih khusus kepada penyusun buklet ini, Bapak H. G. NIEUWENHUIS, pensiunan insinyur praktik Pekerjaan Teknik Sipil, Direktur Perusahaan Penyediaan Air Pangkalpinang, atas keahliannya dalam menangani materi pokok ini.

HAMERSTER, Warga Banka dan Wilayah Sekitarnya.

Pangkalpinang, Januari 1933.

SELESAI

See also  Benda yang dilihat Buddingh di Kampung Sembilang.

Sumber: Waterleidingbedrijf Pangkal Pinang, 1932.

Foto: Laporan Laba Rugi Tahun 1933.

Related Images:

Comments

comments