Sejarah PDAM Pangkalpinang di Gunung Mangkol (Bagian 7)

IMG-20261008-WA0002

Editor: Meilanto


Tingkat air pada filter marmer ditentukan oleh tepi luapan pada saluran pengumpul yang menuju filter pasir lambat. Namun, selama saluran luapan pada filter pasir lambat berfungsi dengan baik, tidak akan terjadi penurunan muka air secara bebas pada saluran pengumpul tersebut. Dengan demikian, kondisi ini memudahkan pemeriksaan untuk memastikan bahwa seluruh filter pasir menerima pasokan air yang cukup.

Apabila hambatan pada filter marmer meningkat, air akan mengalir keluar melalui luapan di sisi masuk. Akibatnya, pasokan air menuju filter pasir lambat berkurang dalam jumlah yang sama, sehingga muka air pada filter pasir turun dan saluran pengumpul air buangan dari filter marmer mulai berfungsi sebagai luapan. Kondisi tersebut merupakan tanda yang jelas bahwa filter marmer perlu dibersihkan.

Untuk memastikan proses pembersihan dapat dilakukan secepat dan seefektif mungkin, disepakati bahwa sebuah pintu air dipasang pada saluran luapan filter marmer. Dengan demikian, ketika saluran pembuangan ditutup, muka air di dalamnya dapat dinaikkan setinggi mungkin. Selanjutnya, dengan membuka pintu air filter marmer, air dapat dialirkan dengan deras dari atas ke bawah sehingga turut membawa lumpur dan endapan yang terkumpul.

Dalam surat yang sama, selanjutnya dinyatakan:

“Berdasarkan keterangan para ahli, yang dapat dianggap sangat mengenal daerah tersebut, dalam perencanaan proyek diasumsikan bahwa Aer Baik tidak akan mengalami hujan badai yang hebat. Namun, selama pelaksanaan konstruksi menjadi jelas bahwa sejumlah besar air dapat turun, bahkan dengan intensitas sedemikian rupa sehingga pelebaran saluran pelimpah yang ada masih dipertimbangkan.¹

Untuk mencegah masuknya air yang sangat keruh dan mengandung banyak padatan tersuspensi ke dalam filter pada saat hujan deras, telah dipasang katup apung pada saluran pemasok filter. Katup ini akan menutup ketika permukaan air naik.

Karena hujan deras biasanya tidak berlangsung lama dan terdapat lapisan air setinggi 70 cm di atas lapisan pasir, tidak perlu dikhawatirkan bahwa filter akan mengering akibat tindakan tersebut.

Namun, ada kemungkinan bahwa ketika permukaan air kembali turun setelah banjir, air masih dalam keadaan kotor sehingga kotoran tersebut masuk ke instalasi penyaringan. Kotoran ini, berdasarkan informasi yang diperoleh, mengendap dengan cepat dan tidak mengandung komponen koloid. Sebagian besar kotoran tersebut akan tertahan di filter marmer, sehingga kemungkinan besar filter pasir tidak akan mengalami penyumbatan secara tiba-tiba.”

Selain hal-hal tersebut, perlu dicatat bahwa ternyata filter marmer perlu dibilas secara berkala. Pembilasan ini bukan terutama untuk menghilangkan endapan marmer, melainkan untuk membilas dan membuang sejumlah besar endapan yang terbawa oleh air baku setelah periode pengeringan.

See also  Masjid-Masjid Tua Di Pulau Bangka. 14, Masjid Al-Mujahidin, Pemuhun, Mentok.

Dengan demikian, filter marmer tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menurunkan keasaman air, tetapi juga sekaligus sebagai perangkap endapan. Fungsi tambahan ini terbukti sangat bermanfaat dalam mencegah penyumbatan pada filter pasir.

Dapat disimpulkan bahwa dalam kondisi tertentu, tanpa adanya filter marmer, pengoperasian filter pasir lambat secara terus-menerus dan tanpa gangguan kemungkinan tidak akan dapat dilakukan. Kalaupun dapat dilakukan, pengoperasiannya akan menghadapi berbagai kesulitan yang cukup besar.

Pada awalnya, dipertimbangkan penggunaan kombinasi aerasi dan filter marmer untuk proses deasidifikasi. Melalui aerasi, sebagian karbon dioksida (CO₂) agresif yang terkandung dalam air baku akan dilepaskan ke udara. Selanjutnya, CO₂ yang masih tersisa setelah proses aerasi akan bereaksi dengan marmer (kalsium karbonat, CaCO₃) di dalam filter dan masuk ke dalam air dalam bentuk larutan kalsium bikarbonat.

Dengan cara tersebut, penggunaan marmer dapat dikurangi. Namun, sistem aerasi tidak dapat diterapkan karena tidak terdapat perbedaan ketinggian yang cukup antara permukaan air di bendungan dan permukaan air pada filter pasir.

Marmer yang telah dihancurkan memiliki harga yang sangat mahal di daerah setempat karena tingginya biaya transportasi. Selain ongkos pengiriman dari Jawa ke Pangkalpinang, masih terdapat biaya pengangkutan darat dari Pangkalbalam menuju lokasi penyaringan. Secara keseluruhan, biaya marmer yang telah dihancurkan mencapai 100 f per m³ hingga tiba di tempat penyaringan.

Ada satu hal yang patut mendapat perhatian. Di sepanjang pantai, pada ruas jalan dari Pangkalpinang menuju Koba, ditemukan batu karang. Batu karang yang baru diambil dari laut tersebut kemungkinan dapat diolah menjadi batu pecah dan digunakan sebagai bahan pengisi filter deasidifikasi untuk mengurangi sifat agresif air yang keruh.

See also  Sejarah PDAM Pangkalpinang di Gunung Mangkol (Bagian 4)

Sebagai percobaan, salah satu elemen filter pada akhirnya dapat digunakan untuk tujuan tersebut. Apabila hasil pengujiannya berhasil, penggunaan lempengan marmer yang sangat mahal tersebut tidak lagi diperlukan.

Bersambung


Foto: Interieur langzaamfilters 2 en 3. Op den achtergrond links ziet men tegen den wand van de lichtdichte filter 1 en rechts de gazen afsluiting der marmerfilters.

Catatan: Naskah ini dikutip dari buku Waterleidingbedrijf Pangkal Pinang, tahun 1932.

Related Images:

Comments

comments