Koba, Dalam Catatan Buddingh (1854)

IMG-20260710-WA0026


Oleh : Meilanto


Mengutip catatan Buddingh, ternyata di Distrik Koba pernah terjadi wabah cacar yang sangat parah pada Oktober 1854 yang mengakibatkan Buddingh tidak memperoleh jasa angkut darat dalam perjalannya.

Simak tulisannya!

Dewijl ik, ten gevolge der in Oktober 1854 in het distrikt Koba in hevigen graad uitgebroken pokziekte, geen dragers bekomen kon, om mijne reis over land naar Koba en Toboàli te doen, en ik tevens geïnformeerd was, dat de Majoor Militaire Kommandant van Banka en Billiton (in 1854 de heer REIGERS,) binnen kort met de Gouvernements-kruisboot van Muntok naar Toboàli en verder naar Billiton te vertrekken, zoo haastte ik mij om van Pankal-pinang naar Muntok terug te keeren, ten einde van deze gelegenheid over zee voor mijn oogmerk gebruik te maken, en dan, van Billiton wedergekomen, te Toboàli te ontschepen en verder, over Koba en Soengi-slan, Muntok weder te bereiken. Ik had nu, wanneer ik den kortsten weg naar Muntok nam, 89 palen of 30 uren af te leggen, en ging op den 29 Oktober des morgens ten half zes uren van Pankal-pinang op reis. Het was een heerlijke ochtend, die echter een’ heeten dag beloofde. Tot aan de kampong Katjé

Jika diterjemahkan dengan google translate maka artinya:
Karena saya tidak berhasil mendapatkan tenaga pengangkut untuk perjalanan darat ke Koba dan Toboali—akibat wabah cacar yang parah di distrik Koba pada bulan Oktober 1854—dan setelah mengetahui bahwa Mayor sekaligus Komandan Militer Bangka dan Belitung (saat itu dijabat oleh Tuan Reigers) akan segera berangkat dari Muntok menuju Toboali dan kemudian ke Belitung dengan kapal cutter pemerintah, saya bergegas kembali dari Pangkal-Pinang ke Muntok. Rencana saya adalah memanfaatkan pelayaran ini untuk tujuan saya, turun di Toboali saat perjalanan kembali dari Belitung, lalu melanjutkan perjalanan pulang ke Muntok melalui Koba dan Sungai-Slan. Menempuh rute terpendek ke Muntok berarti menempuh jarak 89 pal (sekitar 130 kilometer) atau perjalanan selama tiga puluh jam; saya berangkat dari Pangkal-Pinang pada pukul 05.30 pagi tanggal 29 Oktober. Pagi itu sangat cerah dan indah, meski menjanjikan hari yang terik. Hingga mencapai kampung Katje (maksudnya Kace).

See also  19 Juni 1949, Wartawan Amerika Serikat Tiba di Bandara Kemayoran Dalam Rangka Peliputan di Bangka.

___________

*Gambar sampul: Rumah Sakit Timah di Koba
Sumber : Rijksmuseum.nl, pewarnaan Gemini AI

Comments

comments