14 Mei 1812, Proklamasi Pemberhentian Sultan Mahmud Badaruddin II, dan Kewajiban Ahmad Najamuddin Menyerahkan Bangka dan Belitung Kepada Inggris.

IMG_20260514_062024

Dato’ Akhmad Elvian*)


Pada tanggal 20 April 1812, pasukan Inggris memasuki muara Sungai Musi dan atas bantuan yang dilakukan oleh Ahmad Najamuddin (Pangeran Dipati) yaitu saudara Sultan Mahmud Badaruddin II yang berambisi untuk menjadi sultan, serta karena lebih unggulnya persenjataan musuh, maka dalam waktu seminggu Palembang jatuh ke tangan Inggris.

Jenderal Robert Rollo Gillespie berhasil menguasai Palembang pada tanggal 26 April 1812, sementara Sultan Mahmud Badaruddin II berhasil meloloskan diri ke Bailangu Muara Rawas untuk kembali menyusun kekuatan.

Dengan upacara di kraton, Mahmud Badaruddin dinyatakan dicopot dari tahta pada tanggal 14 Mei 1812, dan saudaranya Ahmad Najamuddin diangkat menjadi sultan dengan kewajiban menyerahkan Pulau Bangka dan Belitung kepada Inggris.

Selengkapnya dijelaskan dalam Het Sultanaat Palembang 1811-1825, M. O. Woelders, ‘S-Gravenhage-Martinus Nijhoff, 1975, Hal. 8: “Op 26 Appril 1812 wordt de Engelse vlag op de vesting Palembang officieel gehesen en de volgende dag opent Gillespie besprekingen met Ahmad Najamuddin, die hem een geschikt troonopvolger voor Palembang lijkt. Met groot ceremonieel wordt de veertiende Mei, Mahmud Badaruddin van de troon vervallen verklaard en zijn broer Ahmad Najamuddin tot sultan verheven. Zijn rechten en verplichtingen worden nader geregeld in een op 17 mei 1812 gesloten verdrag, waarbij de nieuwe sultan tevens Banka en Billiton aan de Engelsen afstaat. Gillespie verlaat vervolgens met de hoofdmacht van de expeditie Palembang, waar een bezetting van honderd man achterblijft. De twin tigste mei in Muntok aangekomen neemt hij Banka, waaraan bij deze gelegenheid de naam “Duke of Y ork Island” wordt gegeven, formeel voor de Britse koning en de Engelse Oost-Indische Compagnie in bezit. Captain R. Meares, die als “Malay interpreter to the Commander of the Forces” de expeditie heeft meegemaakt, wordt tot resident van Palembang en Banka benoemd en krijgt een gedeelte van de troepen ter beschikking, waarna Gillespie met de rest van de strijdmacht naar Java terugkeert”.

See also  Tradisi 7 Likur dan Refleksi Akhir Ramadhan.

Penjelasan yang sama disampaikan oleh M.H. Court, yang diangkat sebagai Residen Inggris untuk Palembang dan Bangka, karena keahliannya dalam berbahasa Melayu, dalam bukunya An Exposition of the Relations of the British Government with the Sultaun and State of Palembang, London: Black, Kingsbury, Parbury and Allen, 1821, Hal.14: “Pada tanggal 14 Mei 1812, proklamasi dibuat mengenai alasan-alasan mengapa Sultaun Mahmud Badr al Deen dicopot, dan Pangeran Adapattie diumumkan sebagai penggantinya, dan sebagai penggantinya, ia tunduk pada pemilihan para Pangeran, kepala suku, dan rakyat yang hadir; yang setelah menyatakan persetujuan mereka dengan aklamasi bulat, pelantikannya ke jabatan tersebut berlangsung sesuai dengan upacara yang biasa, setelah itu Ia menerima penghormatan dan kesetiaan dari seluruh rakyatnya. Pada kesempatan ini ia mengambil alih kekuasaan sebagai penguasa, dengan gelar dan nama Sultaun Ratoo Achmed Najm al Deen.

Selengkapnya M.H. Court: “On the 14th of May 1812, proclamation was made of the reasons for which the Sultaun Mahraud Badr al Deen had been deposed, and the Pangerang Adapattie announced as his successor, and submitted, as such, to the election of the Pangerangs, chiefs, and people present; who havingdeclaredtheirassent by unanimous acclamations, his installation to the dignity took place according to the usual ceremonies, after which he received the homage and alle.giance of all his subjects. On this occasion he assumed the sove reign dignity, by the title and name of Sultaun Ratoo Achmed Najm al Deen.


*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.
**) Keterangan gambar: Sultan dan Museum Sultan Mahmud Badarudin II. (Diolah dari berbagai sumber)

See also  Pulau Nanas, Wisata Aman dan Bernilai Sejarah di Tengah Teluk Kelabat

Comments

comments