16 Agustus 1871, Lanang Diangkat Menjadi Demang di Distrik Lepar Eilanden (Kepulauan Lepar)
Admin 16 August 2026
Oleh. Dato’ Akhmad Elvian, DPMP, CECH, CIRBC*)
Pada Tahun 1825 berdasarkan catatan Bataviasche courant, 01-01-1825 dan dalam Almanak 1827 struktur pemerintahan di (residentie) Bangka sudah lengkap. Pulau Bangka dan pulau pulau kecil di sekitarnya relatif sudah aman, akan tetapi pejabat residen Bangka masih seorang militer.
Berdasarkan data dari Mededeelingen betreffende de Koloniën. (Art. 60 der Grondwet.) Geleidende Brief. No. 1, pada halaman 20 dan dalam Indisch Staatsblad Tahun 1831, No. 62, Pulau Banka dibagi menjadi beberapa divisi atau distrik, yang dipimpin oleh Aministrator Tambang Timah berbangsa Eropa.
Sementara itu di Kepulauan Lepar, kekuasaan dipercayakan kepada kepala dari orang pribumi. Selengkapnya dinyatakan: “In het Indisch Staatsblad van 1831, no. 62, is Banka verdeeld in verschillende afdeelingen of districten, aan het hoofd waarvan zoovele Europesche administrateurs der tinmijnen zijn gesteld. Op de Lepar-eilanden is het gezag toevertrouwd aan een inlandsen hoofd”.
Dalam Almanak Tahun 1831 pemerintahan di Residen Bangka melibatkan para pemimpin wilayah setempat. Selanjutnya dalam Almanak en naamregister van Nederlandch-Indie, 1841 halaman 65 dan dalam Almanak en naamregister van Nederlandch-Indie,1851 Halaman 80 tanggal 27 Februari 1851, diangkatlah Mas Agoes Moehamad Assik sebagai Kepala Kepulauan Lepar atau Lepar Einlanden.
Mas Agoes Moehamad Assik adalah kerabat dekat dari Sultan Palembang Darussalam. Mas Agoes Moehamad Assik adalah putra dari Raden Ahmad yang merupakan saudara dari Raden Badar, Raden Keling dan Raden Ismail.
Raden Ahmad adalah anak dari Raden Praboejaya bin Adipati Paninjauan bin Sultan Muhammad Mansyur Jayo Ing Lago bin Sultan Abdurrahman, sultan Pertama Kesultanan Palembang Darussalam.

Selanjutnya pada Tahun 1855, onderdistricten Lepar Eilanden dipisahkan dari distrik Toboaly, menjadi distrik tersendiri Bernama distric Lepar Eilanden (distrik Kepulauan Lepar). Distrik Lepar Eilanden memiliki Dua onderdistrict yaitu onderdistrict Lepar Eilanden dan onderdistrict Tanjoeng Laboe. Distrik Lepar Eilanden beribukota di Tanjoenglaboeh.
Akibat pemisahan onderdistrict Lepar Eilanden dari distric Toboaly menjadi distrik tersendiri, maka jumlah underdistrict di distric Toboaly yang semula terdiri atas Lima onderdistrict diubah menjadi Tiga underdistrict yaitu underdistrict Toboali, underdistrict Gossong dan underdistrict Oelim, sedangkan onderdistrict Nyireh digabung ke dalam onderdistrict Gossong.
Pada masa pertengahan abad 19, Keresidenan Bangka dimasukkan dalam wilayah Dependensi Pantai Barat Sumatera (Gouvernement van Sumatra’s Weskust en Onderhoorigheden). Kepulauan Lepar atau Lepar Eindlanden adalah distrik terakhir yang dibentuk oleh Pemerintah Hindia Belanda dalam wilayah keresidenan Bangka.
Masing-masing distrik di keresidenan Bangka dipimpin oleh seorang Administrateur district yang merangkap sebagai kepala pemerintahan distrik dan kepala pertambangan Timah.
Dalam konteks pemerintahan, kepala pemerintahan distrik dibantu oleh seorang Demang dan di bawahnya beberapa orang kepala Onderdistrict yang bergelar batin,krio atau ngabehi dan beberapa kepala-kepala kampung (gegading dan lengan).
Khusus di distrik Kepulauan Lepar, kepala distriknya seorang Belanda yang bergelar Posthounder, bukan Administrateur district. Penetapan pembentukan Posthounder Distrik Lepar Einlanden berdasarkan Staatsblad 1877 No. 239 Tentang Opdragt Aan Den Posthouder Op De Lepar Eilanden (Banka) Van Het Ambt Van Havenmeester Aldaar.

Berdasarkan Regeeringalmanak voor Nederlandsch-Indie 1893, yang pernah menjadi Posthouder di Tanjoenglaboeh adalah A.W.F.Gelome dan J.B.van Trotsenburg. Kemudian Posthouder di Tanjoenglaboeh dibantu oleh seorang Demang bernama Demang Lanang yang diangkat pada tanggal 16 Agustus 1871.
Berdasarkan Staatsblad 1877 Nomor 239 tentang instruksi kepada Posthonder di Distrik Kepulauan Lepar (District Lepar Einlanden Banka) dari Kantor Syahbandar, dapat disimpulkan, bahwa kantor Syahbandar District Lepar Einlanden juga dijadikan sebagai kantor Posthonder. Posisi kantor Syahbandar diduga berada di lokasi bekas Menara Suar Besi (Ijzeren Vuurtoren) di Tanjoenglaboe (ibukota district Lepar Einlanden).
Saat ini pada lokasi tidak terdapat lagi menara suar besi dan yang tersisa hanya pondasi semen untuk kedudukan menara suar, dan di sekitar lokasi terdapat sisa beberapa bangunan cukup besar yang tidak utuh lagi tanpa atap dan pada bagian-bagian dinding tidak utuh lagi, bentuknya mirip bangunan kantor dan rumah tinggal yang posisinya berada pada Pantai Lampu Tanjunglabu, serta menghadap ke arah Pulau Leat atau Liat atau menghadap ke Selat Macclesfield (Macclesfield Strait) yang oleh Orang Laut Pribumi Bangka disebut Selat Lepila.
*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.
