16 September 1812, Mayor Meares Residen Inggris untuk Palembang dan Bangka meninggal dan dimakamkan di Mentok

makam Mayor Meares

Oleh Dato’ Akhmad Elvian, DPMP, CECH, CIRBC*)


Pada Masa Inggris berkuasa di Bangka Tahun 1812-1816, terdapat Tiga residen yang menjalankan pemerintahan untuk wilayah gabungan antara Palembang dan Bangka.

Residen Inggris untuk Palembang dan Bangka berturut turut adalah Mayor Meares, Mayor William Robison dan M.H Court.

Sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan Inggris, Mayor Meares berusaha membentuk Pax Brittanica, akan tetapi dalam upaya menangkap Sultan Mahmud Badaruddin II, Residen Meares tertembak di Bailangu (Buayalangu).

The He possessed a large body and equally great soul” (Ia memiliki tubuh yang besar dan jiwa yang sama besarnya), ini adalah perkataan atau ungkapan Mayor Meares ketika diantar Ahmad Najamuddin atau pangeran Depati ke Mentok akibat terluka pada pertempuran di Bailangu Muararawas melawan Sultan Mahmud Badaruddin II, dan kemudian Ia meninggal dan dimakamkan di Mentok pada Tanggal 16 September 1812.

Pada Jirat makamnya yang masih tersisa tertulis Sacred, To the Memory of Major James Meares, Of the Bengal Native Infantry, Who departed this life on the 16th of September 1812, Aged […] Years, Deeply regretted by his friends and brother officers.

Mayor Meares digantikan oleh Mayor William Robison, akan tetapi karena bermasalah dengan Raffles setelah Ia memulihkan tahta Mahmud Badaruddin I pada bulan Juni 1813, Robison selanjutnya digantikan oleh Mayor M.H. Court.

Inggris kemudian berkuasa atas pulau Bangka dan menjadikannya bagian dari EIC (East India Company) atau Serikat Dagang Inggris di Hindia Timur. Nama pulau Bangka diganti dengan nama Duke of York’s Island dan nama Kota Mentok juga diganti dengan Minto. Inggris juga membangun Fort Nugent sebagai pusat kekuatan pasukannya di dekat Tanjung Kalian.

See also  MDMC dan Lazismu Kepulauan Bangka Belitung Salurkan Bantuan Bahan Makanan Untuk Korban Banjir di Bangka Tengah

Saat masa pemerintahan residen Inggris Mayor M.H. Court, jabatan Tumenggung di pulau Bangka yang berkedudukan di Kota Mentok dihapuskan.

Pulau Bangka dibagi atas Tiga divisi yaitu pada bagian Utara (northern division) meliputi wilayah Jebus (stocade of Teboos), Belinyu (stocade of Belinyoo), Sungailiat (stocade of Soongie-liat), serta Merawang (stocade of Marawang), kemudian wilayah bagian Barat (western division) meliputi wilayah Mentok (town of Minto), Belo (village of Belo), Kotawaringin (stocade of Kooto Waringin), Distric Jeruk, Distric Peesang, dan terakhir wilayah bagian Tenggara (south east division) yang meliputi hampir separuh pulau Bangka yaitu Pangkalpinang (stocade of Pangkal Penang), Sungaiselan (Godong Selan), Bangkakota (Old Settlement of Banko Kotlo), Koba (Koba), Paku (Pakoo), Permis (Permissang), Olim (Oolim), dan Toboali (stocade of Tooboo-alie).

Selanjutnya saat pemerintahan M.H. Court, di wilayah Toboali terjadi malapetaka bagi pemerintah Inggris dalam upaya pembentukan otoritas atas pulau Bangka.
It was here that the only catas- trophe Occurred in the formation Of our administration, and in the extension of our authority over the island of Banca” (Court, 1821:195).

Pada waktu itu Mr. Brown, Inspektur Inggris mati dibunuh. Mr. Brown dibunuh karena tidak memahami budaya dan adat istiadat masyarakat setempat dan menganggap Raden Kling penguasa Toboali sebagai penentangnya. Bahkan Ia menuduh Raden Kling sebagai penyebab distriknya tidak produktif.

Inspektur Toboali, Mr. Brown menginginkan pemindahan atau pengusiran Raden Kling dari distrik Toboali, sebab sangat sulit baginya mengontrol dan mengatur Toboali apabila Raden Kling masih berada di Toboali.

Raden Kling, adalah kepala rakyat yang ditugaskan oleh Sultan untuk mengamankan wilayah Bangka bagian Selatan serta merupakan kerabat dekat sultan Palembang. Dia telah memperoleh pengaruh yang kuat atas masyarakat Toboali, dan telah menjalin hubungan yang erat dengan Depati Belitong yaitu K A Hatam.

See also  27 April 1812, Perjanjian Penyerahan Pulau Bangka dan Belitung menjadi Milik Inggris ditandatangani Jenderal Robert Rollo Gillespie dan Ahmad Najamuddin

*Tulisan pada Jirat makam Mayor Meares yang masih tersisa di Kota Mentok (gambar: AI generate)

*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.

Related Images:

Comments

comments