21 Mei 1812, Pulau Bangka Menjadi Duke of York’s Island, dan Mentok menjadi Minto Serta Pendirian Fort Nugent.

IMG_202605141_075644411

Oleh Dato’ Akhmad Elvian*)


Setelah Pasukan Inggris berangkat dari Palembang menyeberangi Selat Bangka dan tiba serta menguasai Kota Mentok pada tanggal 20 Mei 1812, maka pada keesokan harinya Tanggal 21 Mei 1812, seluruh pemimpin rakyat Bangka diundang ke Mentok untuk menandatangani Akta Penyerahan, dengan stempel dan tanda tangan sebagai tanda tunduk dan takluk kepada kekuasaan Kerajaan Inggris.

Pada saat bersamaan nama pulau Bangka (Inggris:Banca) diubah menjadi Duke of York’s Island, dan nama Kota Mentok diubah menjadi Minto, sebagai penghormatan kepada Gubernur Jenderal India yang sangat dihormati, serta pendirian Fort Nugent, yaitu satu tempat, terletak di ujung barat pulau Bangka, yang disebut Tanjung Kalean, dipilih untuk markas pasukan, tempat tinggal, dan pembangunan benteng, yang akan dinamakan Fort Nugent.

Penamaan Fort Nugent sebagai penghormatan kepada Yang Mulia Sir George Nugent, yang saat itu menjabat sebagai Panglima Tertinggi di India, seorang perwira yang dihormati dan dicintai oleh semua orang. Pengubahan penamaan Pulau Bangka (Banca) dengan Duke of York’s Island secara resmi diumumkan, akan tetapi penggunaannya untuk masa mendatang.

Berdasarkan pertimbangan dari Pemerintah Tertinggi Inggris, bila nama Duke of York’s Island ini langsung digunakan, kemungkinan akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelaut dalam navigasi (perubahan peta dan navigasi pelayaran di laut), kemudian dengan pertimbangan penting, bahwa penduduk Pulau Bangka akan tetap menyebutnya dengan nama lama yaitu Bangka (Banca), karena kesulitan pengucapan Duke of York’s, sehingga nama lamanya Bangka (Banca) diperintahkan untuk tetap dipertahankan.

Selengkapnya dijelaskan dalam An Exposition of the Relations of the British Government with the Sultaun and State of Palembang, London: Black, Kingsbury, Parbury and Allen, 1821, Hal.17 dan 18: “…,on the following day, all the chiefs of the island who could conveniently attend,having by previous arrangement been assembled, the Deed of Cession, under the seal and signature of the Sultaun of Palembang and the Princes of that state, was formally proclaimed. The island was declared for the future to be denominated Duke of York’s Island. But this change of name having been since considered, by the Suprème Government, likely to occasion some inconvenience to marmers in the navigation of those seas, where the natives would call it by the ancient name, its old designation was directed to be retained. The principal town was named Minto, in compliment to the highly venerated Governor-General of India, under whose wise and benevolent administration, and personal supervisance, the conquest of the important island of Java had been achieved. A spot, at the western point of the island, called Tanjong Kaleang, was cho sen for the establishment of the troops, the residency, and the erection of a fort, to be called Fort Nugent, in compliment to his Excellency Sir George Nugent, then Commander-in-Chief in India, an officer respected and beloved by all who enjoyed the honour of any intercoursc with him, either of an official or a private nature”.

________

See also  8 Mei 1849, Surat Direktur Sumber Keuangan dan Barang-Barang Milik Negara, Nomor 935, Tentang Usul Pembagian Tambang Sungailiat dan Merawang.

Keterangan gambar: Gilbert Elliot-Murray-Kynynmound, 1st Earl of Minto (1751 – 1814), 1812. He served as Governor-General of India from 1807 to 1813. An engraving after a painting by George Chinnery. (Photo by Hulton Archive/Getty Images)., Nama Minto diabadikan untuk mengubah nama Kota Mentok menjadi Minto.

*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia


Comments

comments