28 September 1881, Residen Bangka Ch.M.G.A.M Ecoma Verstege menyerahkan 2 manuskrip tentang Sejarah Bangka kepada Perpustakaan Universitas Leiden Belanda

20260928_145023

Oleh Dato’ Akhmad Elvian, DPMP, CECH, CIRBC*)


Charles Matthieu George Arinus Marinus Ecoma Verstege atau sering ditulis Residen Ch.M.G.A.M. Ecoma Verstege dan sering hanya ditulis Ecoma Verstege, adalah salah seorang Residen Bangka (Banka en onderhorigheden). Ecoma Verstege memerintah cukup lama sekitar 6 tahun, dari tanggal 3 Mei 1878 hingga 29 Juni 1884.

Residen Ecoma Verstege sangat memperhatikan literasi dengan mengumpulkan dan menyerahkan manuskrip tulisan seorang guru di Mentok, Haji Idris dan tulisan Abang Arifin Tumenggung Kartanegara I, tentang sejarah Bangka ke Negeri Belanda.

Manuskrip Karya Haji Idris dan Abang Arifin Tumenggung Kartanegara I disumbangkan oleh residen Ch.M.G.A.M Ecoma Verstege pada tanggal 28 September 1881 kepada Perpustakaan Universitas Leiden Belanda (Dalam E.P. Wieringa, 1990. Carita Bangka, Het verhaal van Bangka, Semaian 2, halaman 11).

Dua manuskrip di atas sangat penting bagi kepentingan historiografi awal sejarah, khususnya tentang Sejarah Pulau Bangka.

Manuskrip pertama yang cukup tua tentang Sejarah Bangka adalah “Tjerita Asal Muasal Kedjadian Poelau Bangka” yang ditulis dengan huruf Arab Melayu.

Manuskrip ditulis oleh Toemoenggong Kerta Negara, sebagaimana dalam Het Sultanaat Palembang 1811-1825, M. O. Woelders, ‘S-Gravenhage- Martinus Nijhoff 1975, Halaman 43: “Als auteur wordt in de aanhef en in de colofon genoemd: “Toemoenggong Kerta Negara”. In de colofon vindt men bovendien de datum vermeld waarop het afschrift tot stand kwam: “Telah tersalin ini tjerita kapada tahoen Holanda 2 July 1861 tahoen Melajoe 23 Dzoelhadji 1277” De naam van de afschrijver wordt niet genoemd. Het geschrift behandelt in 29 hoofdstukken (fatsal) de geschiedenis van Banka tot 1820, waarbij ook aan de bestuursorganisatie en de rechtsbedeling aandacht wordt ge schonken. Zo zijn er onder meer de officiële instructies van de sultan van Palembang voor de verschillende hoofden op Banka in opgenomen”.

Maksudnya pada pembukaan dan kolofon, penulis disebutkan: “Toemoenggong Kerta Negara”. Selain itu, kolofon menyebutkan tanggal pembuatan salinan: “Telah tersalin ini tjerita kapada tahoen Holanda 2 July 1861 tahoen Melajoe 23 Dzoelhadji 1277”. Nama juru tulis tidak disebutkan. Fisik manuskrip berukuran 34 x 21 cm, 145 halaman dengan 34 baris. Kertas tersebut memiliki tanda air berupa Singa Belanda bermahkota dengan tulisan di pinggir halaman “Concordia res parvae crescunt” dan juga nama produsen Den Haag, H. E. de Charro & Zonen. 34 Lembaran tunggal yang berisi semacam kata penutup dan daftar isi ditulis oleh V (an) d (er) L (ey). 35 Teks ditulis dalam aksara Latin.

See also  Masjid-Masjid Tua Di Pulau Bangka. 43, Masjid Nurul Falah, Kampung Pusuk.

Selanjutnya manuskrip yang kedua berjudul “Soerat tjerita atsal tanah dan orang jang mendijami tanah Banka“, juga dijelaskan dalam Het Sultanaat Palembang 1811-1825 halaman 56 diterjemahkan: “Ini adalah sebuah salinan dalam aksara Arab (Jawi) dari teks mengenai sejarah Bangka, yang juga tersimpan bagi kita dalam naskah-naskah yang telah dijelaskan sebelumnya.

Naskah ini terdiri dari 97 halaman dengan 18 baris per halaman. Ukuran kertasnya adalah 26 x 19 cm, dengan tanda air (watermark) yang sangat samar sehingga tidak dapat mengidentifikasi asal-usulnya. Pengerjaan naskah ini dilakukan dengan jauh lebih seksama. Hal ini terlihat, misalnya, dari penggunaan tinta merah untuk menandai kata-kata awal paragraf dan sejenisnya, serta untuk judul yang menunjukkan bab dan pasal-pasal instruksi bagi para kepala (pemimpin).

Judul naskah yang ditulis dalam aksara Latin pada sejenis label yang ditempel di bagian depan “buku” tersebut berbunyi: “Soerat tjerita atsal tanah dan orang jang mendijami tanah Banka“. Sebagai tanggal penyelesaian salinan ini (“telah selesai menyalin surat ini“), bagian kolofon mencantumkan: Mentok, 10 Safar 1296 (= 3 Februari 1879. Nama pengarang maupun penyalinnya tidak disebutkan di mana pun.


*Keterangan gambar: Pasal yang keduapuluh lima, manuskrip Haji Idris, Sumber: E.P. Wieringa, 1990. Carita Bangka, Het verhaal van Bangka, Semaian 2, halaman 50

*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia

Related Images:

Comments

comments