9 September 1924, Akta pendirian perusahaan baru “de Gemeenschappelijke Mijnbouwmaatschappij” disahkan

Sambutan rakyat pada waktu rombongan Presiden Soekarno tiba di Pelabuhan Mu_20260909_051516_0000

Oleh Dato’ Akhmad Elvian, DPMP, CECH, CIRBC*)


Setelah penelitian dari Cornelis de Groot, bersama J. F. den Dekker, tercatat menemukan potensi Timah di Pulau Belitong pada Tanggal 28 Juni 1851. Pengelolaan Timah kemudian diserahkan pada pihak swasta, kepada G. C. R. Baron van Tuyll van Serooskerken, dan John F. Loudon serta pioner pioner lainnya.

Selanjutnya Perusahaan Billiton Maatschappij mengusahakan penambangan Timah di pulau Belitong resmi berdiri tanggal 29 September 1860. Belum habis jangka waktu konsesi sampai tahun 1927, pada tanggal 9 September 1924, dibentuk dan disahkan akta pendirian perusahaan baru, sehingga sejak tanggal 9 September 1924 kekuasaan Billiton Maatschappij atas penambangan timah secara de facto telah berakhir. Seluruh pegawainya kemudian beralih menjadi karyawan “de Gemeenschappelijke Mijnbouwmaatschappij” (Perusahaan Pertambangan Bersama) sering disingkat dengan GMB.

Sejarah eksploitasi Timah di pulau Belitong oleh Perusahaan Billiton Maatschappij telah membawa keberhasilan perusahaan, berkat kinerja luar biasa dari mereka yang telah bekerja sejak kemunculan para pionir di pulau tersebut.

Di sana telah bekerja orang-orang yang berasal dari keluarga-keluarga Belanda terbaik di samping orang-orang dari asal-usul yang sangat sederhana; perwira dari hampir semua angkatan darat dan laut serta dari tingkatan pangkat yang paling berbeda; insinyur-insinyur berkemampuan tinggi yang menjadi kebanggaan lembaga pendidikan tinggi tempat mereka menempuh pendidikan, di samping orang-orang yang hanya mengikuti pendidikan di sekolah dasar. Mereka harus bekerja di sana, terutama pada awalnya, di bawah kondisi yang paling sulit.

Selanjutnya akibat ketiadaan tindakan higienis dan tidak adanya perawatan medis yang paling sederhana sekalipun, kondisi kesehatan pada masa-masa awal sangatlah buruk. Imbalan pada tahun-tahun pertama sangat bersahaja; ketiadaan skema pensiun membuat masa depan menjadi suram.

See also  10 September 1816, Awal Klaas Heynis menjabat sebagai Resident van Palembang en Banka

Namun, orang-orang yang telah memilih Belitong sebagai ladang pekerjaan mereka tidak putus asa kecuali dalam keadaan yang paling mendesak. Dalam hal ini, mereka mengikuti teladan para kolonialis dari abad ke-17, yang tidak pernah melepaskan tugas yang telah dimulai dan hanya membiarkan diri mereka kalah oleh kematian yang tak terelakkan.

Sifat yang begitu krusial di daerah koloni, yang telah memberikan kekuatan kepada orang Belanda di kekuasaannya seberang laut yang besar ini, yaitu kegigihan, akhirnya juga menang di Belitong. Tuntutan yang begitu tinggi ditempatkan pada kegigihan tersebut, karena sering kali keadaan rumah tangga, penyakit istri dan anak-anak, entah menghambat kekuatan kerja para pria tersebut, atau memaksa mereka untuk mengirim keluarganya ke Eropa, sehingga kekhawatiran, termasuk masalah keuangan, membebani mereka.

Kenangan terhadap Perusahaan Billiton Maatschappij selengkapnya dapat dipelajari pada buku De Billiton Maatschappij Gedenkboek Billiton 1852-1927,

s-Gravenhage Martinus Nijhhoff 1927, Halaman 72: “ Bij dezen mijlpaal in de geschiedenis der Bilhtonexploitatie mag er wel eens op ge wezen worden, in welk een hooge mate het succes der onderneming te danken is geweest aan de merkwaardige energie van hen, die sedert het optreden der pioniers op het eiland werkzaam waren. Daar hebben gearbeid mannen, gesproten uit de allerbeste Nederlandsche geslachten naast personen van zeer bescheiden afkomst; officieren van bijna alle wapenen van land en zeemacht en van de meest verschillende rangen; ingenieurs van groote bekwaamheid, die een sieraad waren van de hoogere ondeiwijsihrichting, waar zij hun opleiding geno ten hadden, naast heden, die alleen hét onderricht op de lagere school gevolgd hadden.

Zij moesten daar werken, vooral in den beginne onder de ahermreilijkste omstandigheden. Door de afwezigheid van allehygiënische maatregelen, door het ontbreken van de meest eenvoudige ziekenverzorging, was de gezondheidstoestand in den aanvang hoogst ongun stig. De belooning was in de eerste jaren bescheiden; het ontbreken van eenige pensioen regeling maakte de toekomst duister. Toch versaagden de mannen, die Bilhton eenmaal tot hun arbeidsveld gekozen hadden, niet dan in de aheruiterste noodzaak. Zij volgden daarin het voorbeeld der kolonisten uit de 17e eeuw, die een eenmaal ondernomen taak niet opgaven en zich alleen door den onverbiddehjken dood uit het veld héten slaan.

De in de koloniën zoo onmisbare eigenschap, die den Nederlander de macht heeft gegeven in het groote overzeescheRijk, doorzettingsvermogen, heeft ook eindehjk inBilhton gezegevierd. Aan dat doorzettingsvermogen werden ook daarom zulke hooge eischen gesteld, om dat vaak huisehjke omstandigheden, ziekten van vrouw en kinderen de mannen óf be lemmerden in hun werkkracht, óf hen noopten deze naar Europa te zenden, waardoor zorgen, ook financieele hen drukten”.


*Keterangan gambar:
Balok Timah dari Billiton Maatschappij, sumber: De Billiton Maatschappij Gedenkboek Billiton 1852-1927, ‘s-Gravenhage Martinus Nijhhoff 1927, Halaman XII Voorwoord.

See also  7 September 1910, Dibuka sekolah Tionghoa di Sungailiat diketuai oleh Bong Kap Njan

*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.

Comments

comments