8 September 1951, Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Ir. Soekarno ke Pulau Bangka

Presiden Soekarno di Bangka

Oleh Dato’ Akhmad Elvian, DPMP, CECH, CIRBC*)


Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno, pernah kembali berkunjung ke Pulau Bangka sekitar minggu kedua bulan September 1951.

Di antara tempat-tempat yang dikunjungi Bung Karno ketika kembali berkunjung ke Pulau Bangka adalah Pesanggrahan BTW, tempat beliau diasingkan bersama dengan beberapa pemimpin Republik, yaitu Haji Agus Salim, Mr. Moh. Roem, dan Mr. Ali Satroamidjojo.

Bung Karno memiliki kenangan yang luar biasa di Pesanggrahan BTW Mentok selama pengasingan dari tanggal 6 Februari 1949 sampai 6 Juli 1949.

Bertubi-tubi utusan silih berganti dikirim ke Pasanggrahan Tambang Timah di Mentok. Mereka membujuk Bung Karno untuk mau “bermusyawarah”, suatu istilah asli bangsa Indonesia yang diketahui Belanda dalam memecahkan semua masalah rumit.

Di sinilah kemudian Bung Karno mengucapkan kalimat bersejarah itu: Restore the Republic. Restore Sukarno as President of the Republic Indonesia and I will “musyawarah”. Not before…. (Pulihkan Republik. Pulihkan Sukarno sebagai presiden Republik Indonesia dan saya akan bermusyawarah. Tidak sebelumnya….) (Sujitno, 1996:181).

Dalam otobiografinya, Soekarno (Adams, 1966:390) menyampaikan, bahwa “kompromi terakhir persetujuan Rum-Roiyen berlangsung di meja dapurku di rumah instansi milik pertambangan dimana aku tinggal”.

Tentu yang dimaksud rumah itu adalah wisma Ranggam. Dikemukakan pula bahwa “Van Royen bersedia mengembalikan para pemimpin Republik dan Mohammad Rum bersedia menghentikan kegiatan gerilya Republik. Kedua pihak bermufakat mengadakan Konferensi Meja Bundar di Den Haag guna membicarakan pengakuan kedaulatan RI”.

Dalam beberapa foto dari Arsip Nasional Republik Indonesia dijelaskan murid-murid sekolah berkumpul bersama menyambut kedatangan Presiden Soekarno ke Bangka tanggal 8 September 1951 di Pesanggrahan BTW Mentok (ANRI, Kempen 510908 EE 10).

See also  27 Mei 1907, Mulai Berdirinya Sekolah THHK di Pangkalpinang

Tempat lainnya yang dikunjungi Bung Karno adalah Pelabuhan Mentok. Dalam foto-foto dari Arsip Nasional Republik Indonesia dijelaskan sambutan rakyat pada waktu rombongan Presiden Soekarno tiba di Pelabuhan Mentok, tanggal 8 September 1951 (ANRI, Kempen K 510908 EE 3).

Pada kunjungan ke Pelabuhan Mentok, tampak pada foto di atas, mobil Bung Karno akan memasuki gapura yang bertuliskanSelamat Datang PJM Presiden RI”, kemudian terdapat tulisan dengan menggunakan bahasa Mandarin yang kalau diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia berarti sebagai berikut:

1). Welcome the visit of the President of Indonesia (from right to left): Selamat datang kunjungannya Presiden Indonesia (dari kanan ke kiri);

2). Entering this door will bring you longevity (on the right, from top to bottom): Memasuki pintu ini akan membawamu panjang umur (di kanan dari atas ke bawah);

3). Climbing swiftly on the land will bring peace and fortune to our country and the people (on the left, from top to bottom): Mendaki atau mengunjungi daerah ini dengan cepat akan membawa kedamaian dan keberuntungan untuk negara kita dan masyarakatnya (di kiri, dari atas ke bawah).


Selama kunjungan kembali ke Bangka, Bung Karno juga sempat berkunjung ke Pesanggrahan Menumbing, mengunjungi Tanjung Kalian Mentok dan bertemu dengan masyarakat Bangka.


*Gambar: Sambutan rakyat pada waktu rombongan Presiden Soekarno tiba di Pelabuhan Muntok, pada tanggal 8 September 1951. Sumber Foto: ANRI, Kempen K 510908 EE 3

*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.

Comments

comments