Sejarah PDAM Pangkalpinang di Gunung Mangkol (Bagian 12)

IMG-20261013-WA0013

Editor: Meilanto


Untuk menghindari kesalahpahaman, perlu ditegaskan bahwa biaya tetap merupakan landasan penting bagi kestabilan keuangan operasional perusahaan. Meski demikian, kemungkinan kenaikan tarif di masa mendatang tidak sepenuhnya tertutup. Kenaikan dapat dipertimbangkan apabila kondisi telah membaik dibandingkan keadaan saat ini dan tuntutan profitabilitas mengharuskannya.

Pertimbangan lainnya adalah perkiraan menurunnya sensitivitas meteran air dalam jangka panjang. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi pendapatan dari konsumsi air yang melebihi batas pemakaian tetap.

Berikut salah satu pasal dalam ketentuan penyediaan air yang mengatur kebutuhan rumah tangga.

Pasal 6. Pasokan Air untuk Keperluan Rumah Tangga

1. Tarif berlangganan dihitung berdasarkan biaya tetap, ditambah biaya pemakaian air yang melampaui jumlah yang telah ditetapkan. Ketentuannya adalah sebagai berikut:

Biaya tetap tersebut sudah mencakup sewa meteran air dan saluran layanan.

Bagaimanapun adilnya sistem tarif yang ditetapkan, harus diakui bahwa masyarakat termiskin tetap sulit dijangkau melalui layanan sambungan rumah. Karena itu, disediakan alternatif bagi mereka untuk memperoleh air dalam jumlah kecil melalui hidran umum dan mesin penjual air otomatis, dengan membayar satu sen untuk setiap kaleng minyak tanah sebagai takaran air.

Sementara itu, untuk usaha, kegiatan perdagangan, lembaga pelayanan umum, dan institusi sejenis, ditetapkan biaya tetap sebesar ƒ5 per bulan. Biaya tersebut mencakup jatah pemakaian air sebanyak 8 m³. Apabila pemakaian melampaui jumlah itu, pelanggan dikenai biaya tambahan sebesar ƒ0,30 untuk setiap meter kubik.

Bersambung.


Foto: Zweminrichting waarvan de waterverversching plaats heeft door overloopwater van het hoogreservoir.

Fasilitas kolam renang yang airnya diperbarui menggunakan limpasan dari reservoir atau bak penampung air di tempat yang lebih tinggi.

Catatan: Naskah ini dikutip dari buku Waterleidingbedrijf Pangkal Pinang, terbitan tahun 1932.

See also  Benda yang dilihat Buddingh di Kampung Sembilang.

Related Images:

Comments

comments