Sejarah PDAM Pangkalpinang di Gunung Mangkol (Bagian 9)

IMG-20261010-WA0016

Editor: Meilanto


Hasil Pengujian Filter

Pada 1932, pengujian menghasilkan angka-angka berikut berdasarkan urutan filter seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4:

  • Filter tertutup 1: jumlah koloni 17
  • Filter tertutup 2: jumlah koloni 16
  • Filter tertutup 3: jumlah koloni 15
  • Filter tertutup 4: jumlah koloni 13

Sementara itu, pada 19 Desember 1932, salah satu dari dua pengujian yang dilakukan menghasilkan angka 20, 8, 9, dan 13 dalam urutan yang sama. Hasil pengujian lainnya tidak disertakan karena menunjukkan ketidakteraturan. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa sistem filter tertutup dan terbuka berfungsi dengan baik.

Kerusakan pada Lapisan Filter

Terkait hambatan filter, tercatat beberapa ketidakteraturan pada filter tertutup maupun filter terbuka. Hal ini disebabkan oleh retakan kecil pada lapisan filter yang berada di atas saluran pembuangan air hasil penyaringan (filtrat).

Retakan tersebut diduga terjadi akibat pecahnya ubin berpori yang menjadi penyangga lapisan filter. Pada bagian tersebut, ubin harus membentang lebih jauh dibandingkan dengan ubin di atas saluran pembuangan lainnya yang lebih kecil.

Untuk memperbaiki kerusakan, ubin berpori pada saluran tersebut direncanakan diganti dengan ubin beton yang dibuat menggunakan mortar berkekuatan tinggi. Perbaikan ini tentu bukan pekerjaan yang diharapkan karena berpotensi mengganggu operasional instalasi.

Ubin beton berpori memiliki kelemahan utama, yakni kekuatannya tidak memadai dan kandungan semennya mudah larut, terutama ketika digunakan pada air yang sedikit asam. Mengganti seluruh ubin, jika memang harus dilakukan, akan membutuhkan biaya besar dan waktu yang lama, serta menimbulkan gangguan operasional yang sulit diterima.

Karena itu, penggunaan ubin jenis ini sebagai penyangga lapisan filter di tempat lain sangat tidak disarankan. Terlebih, tersedia sejumlah metode yang lebih andal untuk tujuan tersebut, antara lain penggunaan pipa drainase berlubang kecil, ubin atau lempengan beton berkekuatan tinggi, serta ubin beton tanpa lubang yang memungkinkan air mengalir melalui celah antarsambungan yang dibuat sedikit melebar ke arah bawah.

See also  Masjid-Masjid Tua Di Pulau Bangka. #89, Masjid Jami' Al-Falah, Penyampak.

Instalasi filter di Pangkalpinang tidak diragukan lagi merupakan eksperimen berskala besar yang sangat menarik. Pengalaman ini diharapkan dapat menghasilkan kesimpulan definitif mengenai metode terbaik untuk menutup filter pasir lambat. Namun, pada tahap tersebut, masih banyak hal yang perlu dikaji mengenai sistem filter terbuka dan tertutup.

Catatan kaki:

Setelah uraian di atas ditulis, Filter 1 dan Filter 2 dibersihkan masing-masing pada 19 dan 14 Januari 1933. Hambatan filter saat itu telah meningkat menjadi 72 cm dan 65 cm.

Kedua filter telah beroperasi sejak April 1932. Pada awalnya, kecepatan penyaringan sekitar 25 cm, kemudian pada Juli tahun yang sama disesuaikan menjadi kecepatan konstan masing-masing 10 cm/jam dan 13 cm/jam.

Kedua filter telah beroperasi selama sekitar lima bulan pada kecepatan tersebut. Hasil ini dapat dianggap sangat baik.

Filter 1 merupakan filter tertutup yang kedap cahaya, sedangkan Filter 2 menggunakan sistem terbuka dan tertutup. Lama pengoperasian keduanya tidak menunjukkan perbedaan yang berarti. Namun, penyumbatan pada Filter 1 maupun Filter 2 tidak semata-mata disebabkan oleh proses biologis, tetapi juga oleh penumpukan lumpur.

Perumahan Petugas Keamanan

Perumahan bagi petugas keamanan, sebagaimana terlihat dalam salah satu foto, dibangun seluruhnya dari beton bertulang, baik dengan pertimbangan fungsional maupun arsitektural.

Lokasi bangunan berada di dekat lereng gunung yang curam dan ditumbuhi semak belukar. Risiko pohon tumbang dari lereng tersebut dan menimpa rumah bukanlah hal yang mustahil. Karena itu, konstruksi beton bertulang dipilih agar selaras dengan bangunan lain di kawasan instalasi penyaringan. Dari segi arsitektur, bentuk bangunannya juga dinilai sesuai dengan lingkungan sekitar.

Meski demikian, sangat disayangkan bahwa para petugas terus mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi lingkungan yang lembap. Petugas keamanan yang ditempatkan sejak awal pengoperasian tidak lagi mampu melanjutkan pekerjaannya, sementara penggantinya juga berulang kali jatuh sakit.

See also  Dari Belinyu Buddingh ke Sungailiat, Melewati Kampung Panji.

Sekitar 700 meter ke arah hilir terdapat lokasi yang dinilai sangat cocok untuk pembangunan kompleks instalasi penyaringan. Di tempat itu, seluruh instalasi beserta perumahan petugas dapat dibangun dengan lebih efisien dan ekonomis, sekaligus menyediakan ruang yang memadai untuk pengembangan pada masa mendatang.

Lingkungan tempat tinggal di lokasi tersebut juga tidak akan terlalu terpencil dan hampir pasti lebih sehat.

Apabila waduk dengan volume dan kedalaman yang memadai dibangun di lokasi pengambilan air yang saat ini dipilih, akan tercipta sistem yang jauh lebih efisien. Kompleks penyaringan dapat ditempatkan sekitar 700 meter di hilir, sementara air dapat dialirkan ke filter pasir dengan kondisi dan komposisi yang sesuai.

Seandainya survei lapangan dilakukan sejak awal, kemungkinan besar para perancang akan memilih solusi tersebut. Hal ini juga disinggung pada halaman 7, bagian bawah, dalam naskah sumber.

Pengukuran Ketinggian

Untuk memudahkan pemahaman, beberapa titik pengukuran utama dicantumkan sebagai berikut:

  • Mahkota bendung: +73,11 m
  • Ketinggian air pada filter marmer, di tepi luapan saluran pengumpul: +72,74 m
  • Ketinggian pada bagian atas talang luapan filter lambat: +72,70 m
  • Ketinggian air di gudang air bersih: +71,85 m
  • Ketinggian waduk tinggi di Pangkalpinang saat terisi penuh: +30 m

Catatan: Beberapa keterangan pada daftar pengukuran dalam teks yang tersedia tidak tersusun dengan jelas. Angka dan satuan di atas mengikuti pembacaan yang paling memungkinkan dan perlu dicocokkan kembali dengan dokumen asli.

Bersambung.


Keterangan foto:
Waterleidingbedrijf Pangkalpinang — Distrubutienet (Jaringan Distribusi), skala 1:25.000.

Catatan sumber:
Naskah ini dikutip dari buku Waterleidingbedrijf Pangkal Pinang, tahun 1932.

Related Images:

Comments

comments