30 Juni 1813, Total Pengiriman Timah Periode Awal Kekuasaan Inggris di Pulau Bangka ke EIC Sebesar 3.560 Pikul.

IMG_202606181_095745847

Oleh Dato’ Akhmad Elvian, CECH, CIRBC *)


Kerajaan Inggris berkuasa dan menjadikan pulau Bangka bagian dari EIC (East India Company). Pulau Bangka dijadikan keresidenan yang disatukan dengan Palembang.

Walaupun kekuasaan Inggris berlangsung singkat (Tahun 1812-1816), dan terjadinya perlawanan rakyat serta penyelundupan dan perampokan, namun produksi Timah yang dihasilkan parit-parit penambangan Timah cukup besar.

Dalam buku An Exposition of the Relations of the British Government with the Sultaun and State of Palembang, London: Black, Kingsbury, Parbury and Allen, 1821, Hal.167: “From the lst January to the 30th June 1813, the total deliveries of tin for this period of six months did not exceed three thousand five hundred and sixty peculs. From the ist July 1813 to the 31st December 1813, the total deliveries of tin on the island of Banca amounted for six months to three thousand seven hundred and thirty peculs”.

Maksudnya dari tanggal 1 Januari hingga 30 Juni 1813, total pengiriman timah untuk periode enam bulan ini tidak melebihi tiga ribu lima ratus enam puluh pecul. Dari tanggal 1 Juli 1813 hingga 31 Desember 1813, total pengiriman timah di pulau Banca selama enam bulan berjumlah tiga ribu tujuh ratus tiga puluh pecul.

Selengkapnya dari table catatan residen diketahui, bahwa produksi timah dari tahun 1813 sampai tahun 1816 yang dihasilkan dan yang diserahkan kepada East-India Company sejumlah 78, 309 pikul, 61,1/4 kati. “Total of all Collections, from the lstJanuary 1813 the 2d December 1816. …. 78, 309 peculs, 61,1/4 catties”. Produksi timah di Pulau Bangka tersebut dihasilkan dari: Minto, deliveries of Orang Goonoong and adjacent Mines; Jeboos including Klabat, Soougy-Booloo, Mampang, Jehoo, and Taynam; Blingoe, including Loemoot and Klabat Laot, Sungailiat including Mapoor and Lampoor, Merawang; PankalPinang including Coba; Toobooallie including Kuppo, (Court, 1821: 258).

See also  Masjid-Masjid Tua Di Pulau Bangka. 65, Masjid Lama, Airbara.

Beberapa kebijakan yang dibuat oleh residen Inggris untuk Palembang dan Bangka, M.H. Court, adalah penghapusan jabatan Tumenggung di pulau Bangka yang berkedudukan di Kota Mentok.

Selanjutnya pemerintah Inggris mengamankan perairan pulau Bangka dari bajak laut, dengan cara seluruh kapal yang ingin masuk ke pelabuhan di pulau Bangka harus meminta izin kepada pemerintah dan angkatan laut Inggris.

Pada masa kekuasaan Inggris, pulau Bangka dijadikan atas tiga divisi pemerintahan dan wilayah eksplorasi atau penambangan Timah, yaitu pada bagian Utara (northern division) meliputi wilayah Jebus (stocade of Teboos), Belinyu (stocade of Belinyoo), Sungailiat (stocade of Soongie-liat), serta Merawang (stocade of Marawang), kemudian wilayah bagian Barat (western division) pulau Bangka meliputi wilayah Mentok (town of Minto), Belo (village of Belo), Kotawaringin (stocade of Kooto Waringin, Distric Jeruk, Distric Peesang, dan terakhir wilayah bagian Tenggara pulau Bangka (south east division) yang meliputi hampir separuh pulau Bangka yaitu Pangkalpinang (stocade of Pangkal Penang), Sungaiselan (Godong Selan), Bangkakota (Old Settlement of Banko Kotlo), Koba (Coba), Paku (Pakoo), Permis (Permissang), Olim (Oolim), dan Toboali (stocade of Tooboo-alie).

Untuk meningkatkan produksi dan memperkenalkan cara baru penambangan dan pengelolaan pertambangan Timah di pulau Bangka, Gubernur Jenderal Inggris di Batavia, Thomas Stamford Bingley Raffles mengutus Dr. Horsfield untuk mengadakan penelitian.

Pemerintah Inggris kemudian mengadakan perundingan dengan kepala-kepala parit dan kongsi-kongsi penambangan untuk meningkatkan produksi Timah di pulau Bangka dan kemudian disepakati tentang harga Timah yang dijual ke Inggris sebesar 6 ringgit sepikul, bebas dari ongkos melebur dan mengangkut serta pelunasan hutang oleh kepala-kepala parit dan kongsi-kongsi penambangan kepada pemerintah.

Pemerintah juga memberikan bantuan biaya bagi pembukaan tambang-tambang baru, membayar pekerja tambang dengan upah yang lebih tinggi dalam mata uang yang dapat dipertukarkan, dan membentuk opsir dari orang Cina.

See also  Sejarah Penamaan Wilayah Di Pulau Bangka. 06, Toponimi TOBOALIH.

Pemerintah Inggris juga mendatangkan pekerja-pekerja tambang dari Kanton Cina untuk meningkatkan produksi Timah di pulau Bangka. Selanjutnya pemerintah Inggris akan membangun gedung-gedung baru dan tanur-tanur untuk peleburan Timah, sementara ongkos penyelenggaraan parit-parit penambangan Timah ditanggung oleh kepala parit.


*Keterangan gambar: Account of Collections of Tin from the Mines of the Island of Banca for the Honourable East-India Company.
Sumber: An Exposition of the Relations of the British Government with the Sultaun and State of Palembang, London: Black, Kingsbury, Parbury and Allen, 1821, Hal.167.

*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.

Comments

comments