Sejarah Penamaan Wilayah Di Pulau Bangka. #12, Toponimi Selindung.

abfb633a6bad76f5654e57f2ea6ae13168f2248e2534f2280484d3f0d1da72a6.0

Oleh Dato’ Akhmad Elvian
(Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia)
________________

Kampung Selindung awalnya bernama Selindoeng Moessoeh atau Lindoeng Moessoeh. Kampung Selindung pada Kaart van het Eiland Banka, Zamengesteld in 1845 en 1846 door H.M. Lange belum tercantum sama sekali.

Kampung Selindung baru ada dalam catatan peta Sejarah Tahun 1852, Kaart van het Eiland Banka (cartographic material) volgens de topographische opneming in de jaaren 1852 tot 1855 yang diterbitkan di Batavia pada Tahun 1856 Masehi, karya Letnan dua L. Ullman seorang ahli topografi bangsa Belanda. Dalam Peta Kampung Selindung ditulis L Ullman dengan Slindung Moesoe.

Demikian juga pada peta selanjutnya Geognostisch-mijnbouwkundige kaart van het eiland Bangka, distrikt Merawang/volgens de opneming van den ingenieur voor de mijnen P.H. Van Diest, gedurende de jaren 1858-1861, ditulis Lindoeng Moessoe, begin van den grooten weg naar Pangkalpinang. Maksudnya adalah Kampung Lindoeng Moessoe adalah awal jalan besar menuju Pangkalpinang, dan selanjutnya pada Kaart van het Eiland Banka karya J.W. Stemfoort Tahun 1885, kampung Selindung ditulis Slindung Moesoeh.

Kampung Selindung adalah satu kampung yang dibentuk seiring dengan kebijakan pemerintah Hindia Belanda membangun jalan jalan baru dan kampung baru sebagai strategi untuk mengatasi perang Bangka yang dipimpin oleh Depati Amir. Pada akhir Tahun 1851 telah terbentuk kampung yang terkonsentrasi di sepanjang jalan di Pulau Bangka mencapai 232 kampung, termasuk 99 kampung lama dan 133 kampung baru yang dibangun.

Jalan utama yang digunakan dari Distrik Sungailiat menuju ke Distrik Pangkalpinang sebelum dibangun jalan baru Tahun 1851, berdasarkan keterangan Dr. S.A. Buddingh, dalam Neerlands-Oost-Indie Reizen Over … Banka, Palembang, Riouw, Benkoelen, Sumatra’s Westkust, Floris, Timor, Rotty, Borneo’s West-Kust en Borneo’s Zuid-en Oostkust ; gedaan gedurende het tijduak nan 1852-1857, Hal. 54: …ada juga jalan pedalaman, yang langsung mengarah dari Soengiliat ke Pankalpinang, dan ini, hanya berjarak 14 paal atau 44 jam lamanya, meskipun sebagian besar melewati lalaps (lelap) atau melalui daerah rawa, tentu saja Saya pilih. Akan tetapi, ketika hujan deras, jalan ini, atau lebih tepatnya jalan setapak rawa ini, tidak dapat dilalui, dan perjalanan harus dilakukan sepenuhnya di sepanjang Sungai Marawang dengan perahu. Di tempat pendaratan dekat benteng pertahanan Saya menemukan perahu yang siap, dan berlayar dengannya untuk jarak tertentu menyusuri Marawang yang luas, yaitu ke muara Sungai Pandak, yang merupakan cabang atau anak sungai Marawang. Di dermaga yang dibangun jauh di dalam, di sini saya turun ke darat lagi, melewati Kampung Seliendoeng-moessoe dan Gebak (Gabek) ….”

See also  Sekapur Sirih

Toponimi Kampung Selindung yang berasal dari kata “Lindoeng Moessoeh” atau “Selindoeng Moessoeh” memang sangat unik karena terdiri dari kata “Lindung” yang berarti tindakan bersembunyi, berteduh, atau meminta pertolongan.

Turunannya seperti melindungi berarti menjaga/mengayomi, berlindung berarti mencari tempat aman, dan perlindungan berarti hal/perbuatan melindungi.

Kata Lindung juga merujuk pada upaya aman dari gangguan. Dalam konteks aman dari gangguan inilah kemudian kata Lindung bersepadan dengan kata Moessoeh atau Musuh.

Menelisik Topografi Lindoeng Moessoeh dari peta Geognostisch-mijnbouwkundige kaart van het eiland Bangka, distrikt Merawang/volgens de opneming van den ingenieur voor de mijnen P.H. Van Diest, gedurende de jaren 1858-1861, bahwa Lindoeng Moessoeh terletak di dekat muara Sungai Pandak yang merupakan anak dari Sungai Merawang (Sungai Baturusa) terdapat kelokan yang cukup luas dari Sungai Pandak yang mirip seperti teluk dan pada peta disebut dengan “Landing Plaats”, yang berarti menjadi wilayah tempat pendaratan perahu atau kapal berlindung terutama dari serangan musuh.

Untuk menghadapi serangan musuh biasanya dibentuk benteng pertahanan dan bila mencermati tulisan dari Dr. S.A. Buddingh di atas: “Aan den steiger bij de redoute vond ik een praauw gereed, en voer daarmede de breede Marawang een eind weegs af, en wel tot aan de monding der rivier Pandak, welke eene spruit of zijtak der Marawang.

Maksudnya Di tempat pendaratan dekat benteng pertahanan, Saya menemukan perahu yang siap, dan berlayar dengannya untuk jarak tertentu menyusuri Marawang yang luas, yaitu ke muara Sungai Pandak, yang merupakan cabang atau anak sungai Marawang.

Comments

comments