Sejarah Penamaan Wilayah Di Pulau Bangka. #25, Toponimi Kampung Djambei atau Cambai.

Cambai

Oleh Dato’ Akhmad Elvian, DPMP, CECH, CIRBC*)


Salahsatu Kebijakan Pemerintah Hindia Belanda yang berpengaruh bagi perbaikan masyarakat pulau Bangka setelah perang Bangka yang dipimpin oleh Depati Amir (Tahun 1848-1851) adalah kebijakan membangun jalan jalan raya diikuti dengan memindahkan pemukiman penduduk yang awalnya terkonsentrasi pada daerah-daerah pedalaman hutan ke kiri dan kanan jalan-jalan baru yang dibangun.

Menurut Heidhues dalam bukunya Timah Bangka dan Lada Mentok bahwa: Kampung-kampung baru (new village) merupakan strategi Belanda menyerupai Briggs Plan untuk mengatasi situasi sewaktu keadaan darurat di Malaya seabad kemudian (Heidhues, 1992:92).

Dalam Laporan Kolonial (Kolonial Verslaag), bahwa pada akhir Tahun 1851 telah terbentuk kampung yang terkonsentrasi di sepanjang jalan di pulau Bangka mencapai 232 kampung, termasuk 99 kampung lama dan 133 kampung baru yang dibangun. Dari Tahun 1851 hingga Tahun 1896 tercatat sekitar 2.000 rumah terbangun dan terkonsentrasi di kiri dan kanan jalan.

Menelisik kampung kampung baru yang didirikan sepanjang jalan raya dari Distrik Pangkalpinang menuju Distrik Koba, salah satunya adalah “Kampung Djambei” atau Tjambai.

Sedangkan kampung kampung lama seperti kampung Bekam, Peneankar, Lodjop yang terletak agak ke dalam dekat Pegunungan Mangkoel pada jalan lama dari Pangkalpinang melewati sisi Timur Gunung Mangkol sesuai dengan Peta Het Eiland Banka 1819 (and) De Rivier van Palembang, 1821, saat ini tidak ada lagi dalam peta sejarah, kemungkinan besar penduduknya pindah ke kampung Aikmesu, kampung Djambei atau Tjambai dan kampung Jelutung berdasarkan kebijakan pembentukan Jalan raya baru dan kampung baru.

Dalam Kaart van het Eiland Banka 1885 J.W. Stemfoort, kampung Cambai/Tjambai ditulis dengan “Djambei”, merupakan Satu kampung dalam distrik Pangkalpinang yang terletak di jalan Raya dari distrik Pangkalpinang menuju ke distrik Koba, terletak setelah Ajer Messoe (Air Mesu) di sisi Utaranya dan kampung Djeloetong di sisi Selatannya.

See also  4 September 1913, Mulai Pindahnya Ibukota Keresidenan Bangka dari Kota Mentok Ke Kota Pangkalpinang

Dalam peta Tahun tahun selanjutnya Djambei kemudian sudah ditulis dengan Tjambai atau Cambai.

Toponimi Cambai atau Djambei, berasal dari nama spesifik Djambei yaitu nama lain dari pohon Pinang (Areca Catechu).


*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.

.

Comments

comments