9 Mei 1821, Pasukan Belanda Dipimpin De Kock Dengan 2.580 Angkatan Laut dan 1.679 Pasukan Darat Berangkat Dari Batavia Menuju Mentok
Jelajah Bangka
Oleh Dato’ Akhmad Elvian, DPMP*)
Dalam upaya menaklukkan Kesultanan Palembang Darussalam, Pemerintah Hindia Belanda telah beberapa kali mengirimkan pasukan dari Batavia dan menjadikan Kota Mentok sebagai batu loncatan pasukan sebelum menaklukkan Palembang, terakhir Dalam Het Sultanaat Palembang 1811-1825, M. O. Woelders, ‘S-Gravenhage- Martinus Nijhhoff, 1975, halaman 22,23, dikirim pasukan besar: “Onder opperbevel van de commandant van de landmacht, Generaal Majoor De Kock, vertrekt de expeditie na een inspectie door de gouverneur-generaal op 9 mei van Batavia, ondanks het feit dat kort tevoren op Java cholera is uitgebroken en deze epidemie zich ook reeds onder de troepen heeft verbreid; zij zal de expeditie meer dan honderd man kosten. Het is inderdaad een zeer groots-opgezette onderneming geworden: een vloot van zevenenveertig grotere en kleinere oorlogsschepen, zestien transportschepen en vele tientallen prauwen, met een bewapening van vierhonderd veertien stukken scheepsgeschut en achttien veldstukken en met een bemanning van 2580man zeemacht en 1679 landmacht. Na een voorspoedige reis is de vloot 13 mei op de rede van Muntok en twee weken later over de bank bij Sungsang”.
Maksudnya Di bawah komando tertinggi Panglima Angkatan Darat, Mayor Jenderal De Kock, ekspedisi berangkat dari Batavia pada tanggal 9 Mei setelah inspeksi oleh Gubernur Jenderal, meskipun wabah kolera telah terjadi di Jawa beberapa saat sebelumnya dan epidemi ini telah menyebar di antara pasukan; hal ini akan menelan korban lebih dari seratus orang dalam ekspedisi tersebut. Ekspedisi ini memang telah menjadi sebuah usaha berskala sangat besar: sebuah armada yang terdiri dari empat puluh tujuh kapal perang besar dan kecil, enam belas kapal pengangkut, dan puluhan kapal prau, dengan persenjataan empat ratus empat belas meriam angkatan laut dan delapan belas meriam lapangan dan dengan awak sebanyak 2.580 pasukan angkatan laut dan 1.679 pasukan darat. Setelah pelayaran yang sukses, armada tersebut berada di pelabuhan Muntok pada tanggal 13 Mei, dan dua minggu kemudian melintasi perairan Sungsang.

Dalam buku Sejarah Perlawanan Terhadap Imperialisme dan Kolonialisme di Daerah Sumatera Selatan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Sejarah Nasional, Dr. T. Ibrahim Alfiah, dkk, 1983/1984, Halaman, 51 dan 52,: Setelah melalui pertempuran yang dahsyat, baru pada tanggal 24 Juni 1821, benteng Kembara dan Plaju dapat dirampas dan dibakar.
Pada Tanggal 27 Juni 1821, Sultan Tua dan Sultan Muda yaitu Adipati dan Pangeran Ratu menyerah tanpa syarat. Kraton Sultan Palembang baru dapat diduduki Belanda pada Tanggal 1 Juli 1821.
*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.
**) Keterangan dan sumber gambar: Gezigt van Muntok (with) Plan van den Zuidingang der Straat Banka (and) Plan van de Reede van Muntok, Philips von Siebold, Leiden, 1832. (restorasi: Jelajah Bangka)
