6 Mei 1804, Hari Lahirnya Horatio Nelson Levyssohn Adsistent Resident & Administrateur der Tinmynen van Soengy-Leat en Marawang.

IMG-20260328-WA0029

Oleh Dato’ Akhmad Elvian*)


Horatio Nelson Levyssohn (Tahun 1804-1845), adalah seorang Asisten Residen (di pulau Bangka) dan Pimpinan (Administrator) TambangTimah di Soengy-Leat (Sungailiat) dan Marawang (Merawang).

Pada masa sebelum perlawanan rakyat Bangka dipimpin Depati Amir Tahun 1848, Distrik Merawang dan Sungailiat masih disatukan dengan nama Distrik Sungailiat und Merawang.

Berdasarkan catatan H.M.Lange, dalam bukunya Het eiland Banka en zijne aangelegenheden’s Hertogenbosch: Gebr.Muller, 1850, halaman 64 dinyatakan: “Banka is verdeeld in acht mijn-distrikten, als: Jeboes, Blinjoe, Soengei-leat, Marawang, Pankal-pinang, Soengei slan, Koba en Toboali. Ieder distrikt staat onder het gezag van eenen administrateur, met uitzondering van de distrikten Soengei-leat en Marawang, die te zamen onder het gezag van éénen administrateur vereenigd zijn”.
Maksud Lange menyatakan bahwa: Banka terbagi menjadi Delapan distrik pertambangan, yaitu: Jeboes, Blinjoe, Soengei-leat, Marawang, Pankal-pinang, Soengei Slan, Koba, dan Toboali. Setiap distrik berada di bawah kewenangan seorang administrator, kecuali distrik Soengei-leat dan Marawang yang disatukan di bawah kewenangan Satu administrator.

Pemisahan antara distrik Sungailiat dan Merawang kemudian dilaksanakan berdasarkan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda Nomor 4, Tanggal 28 Maret Tahun 1851, setelah usainya Perang rakyat Bangka yang dipimpin Depati Amir.

Horatio Nelson Levyssohn, Lahir di Rotterdam, tanggal 6 Mei 1804 dan wafat pada usia muda di Sungailiat pada tanggal 2 Agustus 1845. Makamnya pada sekitar Tahun 1900, terletak di halaman depan Societeit de Phoenix te Sungailiat. Makam Horatio Nelson Levyssohn berbentuk tugu dengan atap yang meruncing setinggi 197 cm dari muka tanah dan ukuran lebar makam 95 cm serta ukuran lebar kaki makam terbawah (tapak) 150 cm, dan tertulis pada jirat nisan terbuat dari marmer dan tertulis ….: “Horatio Nelson Levyssohn Adsistent Resident & Administrateur der Tinmynen van Soengy-Leat en Marawang,…
Di samping makam Horatio Nelson Levyssohn sebenarnya terdapat Dua makam lagi, akan tetapi sudah hilang tanpa bekas karena pembangunan jalan raya.

See also  Orang-Orang Yang Ditetapkan Bersalah Dalam Pemberontakan Depati Amir.

Berdasarkan catatan Budingh (1852-1857:60), salah satu makam yang sudah hilang tersebut adalah…aan wijst, en waarop onder anderen ook een voormalig Sergeant der bezetting van Soengi-liat, met name Kempe, begraven ligt , die hier in Julij 1845, ten gevolge van het Amok van cen’ fanatieken Muhamedaan, een gewelddadigen dood stierf.
Maksudmya: dan di mana di antaranya maksudnya makam Horatio, dimakamkan seorang mantan Sersan pendudukan Soengi-liat, bernama Kempe, yang meninggal secara tragis di sini pada bulan Juli 1845, sebagai akibat dari Amok seorang Islam pengikut Muhammad yang fanatik.

Berdasarkan catatan A.A. Bakar dikatakan bahwa Sersan Kempe berhasil melukai Kopral De Bruin membunuh Sersan Kempe dengan ditetak menggunakan parang sehingga belah kepalanya sampai ke leher (Bakar,1969:29,30). Sedikitnya 5 Orang tewas dalam insiden ini. Administrateur un de binnelandden te Soeingieliat en Merawang adalah E.W.L von Faber, juga mengalami luka luka akibat serangan tersebut. Akhirnya pembunuh tertangkap dan terluka parah oleh para prajurit, Ia diikat dan dijebloskan ke penjara, tetapi meninggal keesokan harinya karena luka-lukanya.


*Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.

*Keterangan gambar: Makam Horatio Nelson Levyssohn di Sungailiat, Bangka

See also  Sejarah Penamaan Wilayah Di Pulau Bangka. 03, Toponimi Sungailiat.

Comments

comments