17 April 1998, Kelenteng Kwan Tie Miaw Yang Dibangun Abad ke-19, Dipugar Kembali Setelah Kebakaran Hebat Pada Februari 1998.
Admin 17 April 2026 0
Oleh Dato’ Akhmad Elvian *)
Berdasarkan Algemeen Verslag Der Residentie Banka Over Het Jaar 1850, Bundel Bangka Nomor 41, dilaporkan tentang kondisi rumah ibadah di Pulau Bangka.
Di Kota Mentok, bagi umat Islam sudah tersedia Satu masjid yang berfungsi sebagai tempat ibadah dan pendidikan bagi umat dan anak-anak muslim.
Bagi orang-orang Cina sudah tersedia Satu kelenteng, kemudian di Distrik Pangkalpinang juga terdapat kelenteng yang cukup besar dan bersih. Di distrik lainnya rumah ibadah dan toa pekong kecil disediakan dan diperbolehkan dibangun oleh orang-orang Cina untuk keperluan peribadatannya.
Kelenteng di Distrik Pangkalpinang dalam Laporan Residen Bangka yang cukup besar dan bersih tersebut adalah Kelenteng Kwan Tie Miaw atau Kwan Tie Bio. Di distrik-distrik utama Pulau Bangka atau Pat Kong Mun biasanya terdapat Tiga kelenteng utama yaitu Kwan Tie Miaw atau Kwan Ti Bio, Shen Mu Miaw dan Fuk Tet Che.
Berdasarkan Analisa pada peta Resident Bangka en Onderh. Opgenomen door den Topografischen dienst in 1928-1929 Blad 34/XXV d. Reproductiebedrijf Topografische dienst, Batavia 1931 Auteursrecht Voorbehouden (Stbl 1912 No.600), pada Kampung Tjina, terdapat 2 bangunan Steenen yaitu Chineesche Temple atau Kelenteng China dan Chineesche School atau Sekolah THHK. Posisi Kelenteng tepatnya berada pada sisi Barat Chineesche School atau Sekolah THHK.

Kedatangan pekerja-pekerja tambang Timah dari Cina ke Pulau Bangka juga membawa kepercayaan asli darimana mereka berasal, sebagai salah satu bukti, dibangunlah tempat ibadah berupa kelenteng yang berlokasi di kawasan Kampung Cina Distrik Pangkalpinang (Kampung Cina posisinya dimulai dari sungai Rangkui ke arah Selatan sampai ke kampung Nai Si Fuk atau kampung Bintang, berbatasan di sebelah Barat dengan kampung Dalam). Kelenteng Kwan Tie Miaw didirikan cukup besar dengan luas 12,5 x 24 m² merupakan salah satu kelenteng tertua di Pulau Bangka.
Kelenteng diperkirakan dibangun pada tahun 1841 Masehi, berdasarkan aksara Cina dari sebuah lonceng besi di dalam kelenteng dan diresmikan tahun 1846 Masehi, diketahui dari plakat bertuliskan ucapan selamat dari beberapa kumpulan penambangan atau kongsi penambangan timah yang bertulis peresmian kelenteng dilakukan pada hari dan bulan baik tahun ke-26 Daoguang bertepatan dengan tahun 1846 Masehi. Kelenteng didirikan oleh beberapa kelompok kongsi pertambangan Timah yang ada di Pangkalpinang.
Nama awal kelenteng pada waktu berdiri adalah Kwan Tie Bio. Pada tahun 1980 sesuai dengan kebijakan pemerintah Orde Baru yang melarang penamaan yang berbau Cina, maka nama kelenteng diubah menjadi kelenteng Amal Bakti hingga terjadi kebakaran pada tanggal 22 Februari 1998 (sekitar pukul 4 dinihari) yang memusnahkan seluruh bangunan beserta isinya, yang tersisa hanya bagian kiri depan kelenteng, dan kemudian dilakukan pemugaran besar-besaran dimulai pada tanggal 17 April 1998. Sekitar bulan Juli 1999 pemugaran selesai dan peresmiannya ditetapkan bertepatan dengan kelahiran Kwan Tie Miaw yaitu tanggal 5 Agustus 1999. Setelah dipugar kembali dengan bentuk sesuai aslinya nama kelenteng diubah menjadi Kelenteng Kwan Tie Miaw hingga sekarang.
Pekerjaan terberat dari pemugaran adalah pengerjaan pembuatan patung patung dewa/dewi yang memakan waktu kurang lebih sekitar 15 bulan. Kelenteng dengan arsitektur Cina ini didominasi warna merah dan kuning, memiliki lonceng besi dan hiasan buah labu (gourd) serta pada puncak kelenteng bagian tengah terdapat lingkaran hitam putih sebagai simbol keseimbangan (ying dan yang) dan patkwa (pakua) yang melambangkan keberuntungan, rejeki, dan kebahagiaan. Kedua simbol tersebut sebagai ciri Taoisme.
,______
*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.
*)) Kelenteng Kwan Tie Miaw Pangkalpinang, digambar ulang menggunakan AI.
