9 Oktober 1871, Cornelis De Groot Dihadiahi ƒ 3.000 (gulden) Karena Telah Menyelamatkan Billiton Maatschappij Dari Kehancuran

20261009_063247

Oleh Dato’ Akhmad Elvian, DPMP, CECH, CIRBC*


Cornelis de Groot, bersama J. F. den Dekker, tercatat menemukan potensi Timah di Pulau Belitung pada Tanggal 28 Juni 1851. Timah di pulau Belitung tidak dikelola oleh negara seperti di Pulau Bangka tetapi diserahkan pada pihak swasta, kepada G. C. R. Baron van Tuyll van Serooskerken, dan John F. Loudon serta pioner pioner lainnya.

Selanjutnya Billiton Maatschappij yang mengusahakan penambangan Timah di pulau Belitong resmi berdiri pada tanggal 29 September 1860 untuk jangka waktu konsesi awal selama 40 Tahun.

Dalam buku De Billiton Maatschappij Gedenkboek Billiton 852-1927, ‘s-Gravenhage Martinus Nijhoff 1927, Halaman 29, tanggal 6 April 1871, Cornelis De Groot mengundurkan diri sebagai Perwakilan Perusahaan, bahwa Ia dapat menengok ke belakang dengan penuh kepuasan atas apa yang telah dicapainya selama lima tahun masa jabatannya.

Harga pokok Timah telah turun setengahnya; tingkat kematian para penambang pada saat kepergiannya adalah seperenam dari tingkat kematian tahun 1866. De Groot telah mencapai hal ini melalui manajemen yang sangat sistematis dan terorganisir dengan baik, yang aturannya telah Ia tetapkan dalam serangkaian surat edaran yang membahas detail terkecil.

Surat edaran ini terkadang tampak bertele-tele, namun memiliki keuntungan besar karena tidak terbuka untuk salah tafsir dan menunjukkan keahlian yang luar biasa di setiap bidang.

Kepemimpinan De Groot telah menyelamatkan Billiton Maatschappij (Perusahaan Belitung) dari kehancuran dan dalam waktu singkat membawanya kembali ke kehidupan baru yang makmur.

Betapa para Komisaris sangat menghargai kerja keras De Groot, terlihat dari hadiah yang mereka serahkan kepada De Groot dalam rapat mereka pada tanggal 9 Oktober 1871. Dengan biaya sebesar ƒ 3.000, (3.000 Gulden), mereka memesan sebuah benda seni perak yang berharga di perusahaan Van Kempen (perusahaan perak legendaris dan bergengsi di Belanda yang kerap melayani keluarga kerajaan Koninklijke Van Kempen & Begeer), yang diserahkan kepada sang Perwakilan yang baru kembali ke tanah air, diiringi pidato yang penuh dengan rasa penghargaan.

See also  5 Oktober 1946, Komisi Jenderal (Commissie-Generaal), Kembali ke Batavia Setelah Pemandangan Umum Pada Konferensi Pangkalpinang

Tidak lama setelah mundurnya De Groot, Van Tuyll juga meninggalkan pulau tersebut. Sejak Februari 1869, ia telah berangkat ke Belanda dengan izin cuti singkat karena dipanggil pulang oleh penyakit parah yang diderita ibunya. Ia tidak sempat lagi melihat ibunya; sang ibu meninggal dunia beberapa hari setelah keberangkatannya dari Belitung.

Ketika Van Tuyll kembali pada bulan Agustus tahun itu, ia melakukannya dengan niat untuk tinggal di sana dalam waktu singkat saja. Ia meninggalkan dinas Perusahaan pada tanggal 9 September 1871; “meninggalkan kenangan yang paling menyenangkan tentang pribadinya”, setelah dalam semua dokumen dipuji oleh De Groot dan penggantinya sebagai seseorang yang “memenuhi kewajibannya dengan kebaikan hati, ketekunan, pertimbangan yang matang, dan kehematan yang tepat”.

Selengkapnya dalam De Billiton Maatschappij Gedenkboek Billiton 852-1927, ‘s-Gravenhage Martinus Nijhoff 1927, Halaman 29:
“Het bewind van De Groot heeft de Billiton Maatschappij van den ondergang gered en haar in korten tijd tot een nieuw bloeiend leven gebracht. Hoezeer Commissarissen de werkzaamheden van De Groot op prijs stelden, blijkt uit het geschenk, dat zij in hun vergadering van den 9 Oktober 1871 aan De Groot aanboden. Ten koste van ƒ 3000, hadden zij bij de firma van Kempen een toepasselijk zilveren kunstvoorwerp doen vervaardigen, dat met een van waardeering overvloeiende toespraak den in het vaderland teruggekeerden Vertegenwoordiger werd overhandigd. Kort na het aftreden van De Groot verliet ook Van Tuyll het eiland.

Reeds in Februari 1869 was deze met een kort verlof naar Nederland vertrokken, daarheen geroepen door een ernstige ziekte zijner moeder. Hij mocht deze niet meer terugzien; zij overleed enkele dagen na zijn vertrek van Billiton.

Toen Van Tuyll in Augustus van dat jaar terugkeerde, geschiedde zulks met het voornemen nog slechts korten tijd daar te blijven. Hij verliet den 9 Sept. 1871 den dienst der Maatschappij; „de meest aangename herinneringen aan zijn persoon achterlatend”, na in alle stukken door De Groot en zijn opvolger geprezen te zijn, als iemand, die „met welwillendheid, ijver, overleg en gepaste zuinigheid aan zijn verplichtingen voldeed”.


*Foto: Potongan dari lambang atau segel resmi (coat of arms/emblem) milik N.V. Billiton Maatschappij, sumber De Billiton Maatschappij Gedenkboek Billiton 852-1927.

*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.

See also  Masjid-Masjid Tua Di Pulau Bangka. #81, Masjid Jami' Nurul Huda, Puding-besar.

Related Images:

Comments

comments