Sejarah PDAM Pangkalpinang di Gunung Mangkol (Bagian 2)

IMG_20261003_111612

Editor: Meilanto


Di tengah situasi ekonomi yang semakin memburuk dan berdampak pada kondisi keuangan negara, pemerintah tidak lagi dapat diandalkan untuk memberikan subsidi. Akibatnya, rencana pembangunan jaringan air bersih ini harus ditinjau kembali, terutama dari sisi pembiayaannya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, selain mengandalkan dana sebesar ƒ 75.000 dari Dana Kepailitan sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, dilakukan upaya peningkatan kontribusi Dana Lokal, penggalangan dana dari komunitas Tionghoa, serta pengamanan pinjaman dari masyarakat pribumi pada kemudian hari.

Setelah persoalan pembiayaan mulai menemukan jalan keluar, persiapan pelaksanaan pekerjaan pun dapat dimulai. Permohonan kembali diajukan kepada departemen teknik D.V.G. yang telah disebutkan sebelumnya, agar pekerjaan tersebut disubkontrakkan kepada kontraktor ahli.

Pada 9 Mei 1930, Dana Lokal menandatangani kontrak pekerjaan dengan Ir. S. SNUYF, dengan nilai perkiraan sebesar ƒ 360.000.

Namun, nilai kontrak tersebut belum mencakup seluruh biaya pembangunan. Sejumlah pekerjaan dan pengeluaran modal lainnya harus dibiayai secara terpisah, antara lain pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 7 kilometer, pembangunan kantor dan gudang, pemasangan pipa sambungan rumah serta pipa sewa, pembangunan filter marmer, penambahan fasilitas perumahan bagi personel keamanan, hingga pembangunan jembatan beton bertulang.

Padahal, dalam anggaran awal, hanya dialokasikan dana kecil untuk membangun penyeberangan sungai sederhana dari kayu. Berbagai pekerjaan tambahan tersebut membuat total modal yang ditanamkan dalam pembangunan jaringan air bersih jauh melampaui nilai kontrak awal. Hal ini dapat dilihat dari neraca perusahaan.

Berbagai kesulitan dan hambatan yang muncul selama pelaksanaan proyek tidak akan diuraikan secara terperinci di sini. Namun, ada beberapa hal yang patut dicatat.

Dalam pembangunan sebagian besar ruas jalan, Kepala Penggalian Tepian Sungai saat itu, Ir. L. LEGER, memberikan bantuan yang sangat berarti dengan menyediakan sejumlah besar tenaga kuli selama beberapa bulan. Sementara itu, pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor Ir. S. SNUYFF berlangsung dengan penuh semangat dan hasil yang sangat baik.

See also  7 Agustus 1908, Gangguan Keamanan di Sungailiat, dan Pertemuan Anggota Organisasi Rahasia Sam Tiam Foei di Belinyu Dibubarkan serta Para Pelakunya Ditangkap

Pada Juli 1930, seorang manajer lapangan tiba untuk menangani pekerjaan konstruksi beton bertulang. Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan bendungan, filter pasir, reservoir air bersih, reservoir bertingkat tinggi, perumahan personel keamanan, lima penyeberangan sungai, serta pembangunan filter marmer yang menyusul kemudian.

Selanjutnya, pada akhir Juli 1931, tenaga kerja untuk pemasangan jalur pipa utama dan jaringan distribusi kota mulai berdatangan di Pangkalpinang. Dengan demikian, pengoperasian sistem penyediaan air bersih akhirnya dapat dimulai pada paruh kedua Februari 1932.

Pada akhir Mei 1931, Residen D. G. HOOYER mengundurkan diri dari jabatannya. Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, ia merupakan tokoh utama yang mendorong terwujudnya rencana pembangunan jaringan air bersih yang sempat tertunda selama bertahun-tahun.

Ketika ia meninggalkan jabatannya, sejumlah bagian penting proyek sebenarnya telah hampir rampung. Reservoir tinggi, bendungan, ruang penampungan air bersih, dan sebagian besar bangunan filter telah selesai dibangun, meskipun penutup filter belum terpasang. Seluruh material perpipaan, termasuk berbagai perlengkapannya untuk jalur utama dan jaringan distribusi, juga telah tersedia di lokasi proyek.

Tongkat kepemimpinan kemudian beralih kepada Residen M. HAMERSTER, yang mulai menjabat pada akhir Juni 1931. Ia memberikan dukungan dan kerja sama penuh demi melanjutkan proyek tersebut, termasuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan tambahan yang direncanakan selama masa kepemimpinannya. Ia juga berhasil mengatasi persoalan keuangan yang masih tersisa.

Dukungan serupa datang dari jajaran Komite Pengelola Dana Lokal. Ketua komite, J. W. DE VOS, yang mengundurkan diri pada 3 Desember 1930, serta penggantinya, B. KOOPMANS, bersama seluruh anggota komite, secara konsisten memberikan kerja sama dalam berbagai urusan yang berkaitan dengan pembangunan proyek tersebut.

Kerja sama yang berlangsung dengan baik dan lancar itu menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan pembangunan sarana penyediaan air bersih yang sangat dibutuhkan Pangkalpinang.

See also  10 Juli 1949, Panglima Besar Jenderal Sudirman Setelah Tujuh Bulan Bergerilya Kembali Memasuki Kota Yogyakarta

Demikianlah gambaran singkat mengenai perjalanan pembangunan W.B.P. atau Perusahaan Penyediaan Air Pangkalpinang. Pada bagian berikutnya, uraian akan berlanjut pada rincian pekerjaan yang telah dilaksanakan, pengelolaan operasional, serta tingkat keuntungan yang berhasil dicapai perusahaan.

Bersambung.


Foto: WATERLEIDINGBEDRIJF PANGKALPINANG. Situatie van den geheelen aanleg en lengteprofiel vanaf den reinwaterkelder tot het hoogreservoir.

Keterangan: Perusahaan Penyediaan Air Pangkalpinang. Tata letak keseluruhan instalasi dan profil memanjang dari ruang penampungan air bersih hingga reservoir tinggi.

Skala 1:70.000

Sumber: Buku WATERLEIDINGBEDRIJF PANGKAL PINANG, terbitan tahun 1932.

Related Images:

Comments

comments