Sejarah Penamaan Wilayah Di Pulau Bangka. #29, Toponimi Kampung Petaling

Petaling

Oleh Dato’ Akhmad Elvian, DPMP, CECH, CIRBC*)


Kampung Petaling adalah Satu kampung tempat lokasi pertempuran sengit antara pasukan Tentara Rakyat Indonesia (TRI) dan pasukan sekutu yang di dalamnya membonceng tentara Nederlandsch Indische Civiele Administratie (NICA) pada Tanggal 14 Februari 1945.

Pertempuran di Kampung Petaling terjadi di kilometer 16, terletak di ujung kampung Petaling, sekitar pukul 09.00 pagi. Gugur dalam pertempuran di kilometer 16 kampung Petaling, H.M. Noor, seorang pejuang yang berasal dari kampung Nibung Koba (Bangka Tengah).

Pasukan sukutu dan NICA Belanda kemudian terus melaju menuju ke Kota Pangkalpinang.

Sekitar pukul 12.00 WIB, di kilometer 12, Bukit Ma Andil kampung Petaling, laju pasukan sekutu dan NICA dihambat oleh pasukan TRI dari Kompi TRI Belinyu dan Pasukan Berani Mati yang dipimpin oleh Kapten Saman Idris.

Pertempuran sengit Dua pihak pun terjadi di kawasan km 12 Petaling. Pasukan TRI yang meninggal dalam pertempuran itu adalah Suardi Marsam, Abdul Somad Tholib, Adam Cholik, Salim Adok, Sulaiman Saimin, Abdul Majid Gambang, Karto Saleh, Kamsen, Ali Samid, Apip Adi, Saman Samin dan Jamher. Mereka yang gugur dikenang dengan nama Pahlawan 12.

Jumlah korban di pihak tentara sekutu dan NICA akibat perlawanan TRI dapat diketahui berdasarkan catatan Vol. K. van Emmerik, Private first class 5th company III (7) Battalion Regiment Stoottroepen, judul catatan “Landing on Banka, From Muntok to Pangkalpinang, sebagaimana dikutip Sujitno (1996:167-168):
…dengan kelelahan yang amat sangat kami tergeletak di pinggir jalan berlindung dibalik truk-truk pasukan. Keadaan yang semakin menghimpit adalah rumor yang beredar tentang jatuhnya korban di pasukan kami. Dan ternyata bukan rumor kosong. Melintas di depan kami pembawa tandu mengangkat seorang sahabat kami, Limburgers, tewas dengan luka yang mengerikan. Dan di seberang sana, di balik truk tampak korban lain tergeletak.

Selanjutnya dinyatakan:...Kemudian datang waktu yang membangkitkan kesedihan, Acara pemakaman 4 orang kawan kami yang tewas, dikuburkan di luar kota dengan pengawalan ketat oleh pasukan bersenjata lengkap. Pemakaman dipimpin oleh seorang pendeta Tionghoa dari kota ini. Karena pendeta militer kami ikut tewas dalam pertempuran di km-11.

Toponimi Kampung Petaling berdasarkan nama spesifik Kayu Petaling (ochanostachys amentacea). Kayu Petaling sering dimasukkan ke dalam famili Coulaceae

See also  Catatan Perjalanan J.E. Teijsmann, Ahli Botani Berkebangsaan Belanda, Di Pulau Bangka (Bagian 1)

*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia

Related Images:

Comments

comments