Sejarah Penamaan Wilayah Di Pulau Bangka. 33, Toponimi PASAR MAMBO

Es Mambo

Oleh Dato’ Akhmad Elvian, DPMP, CECH, CIRBC*)


Seiring dengan perkembangan Kota Pangkalpinang dan perkembangan dunia hiburan dengan adanya film bisu, pada Tahun 1919, gedung pertemuan dan pertunjukan Hebe Pangkalpinang kemudian diubah fungsinya menjadi bioskop untuk pemutaran film kepada masyarakat di pulau Bangka.

Di samping Bioskop Hebe yang kemudian diubah namanya menjadi Bioskop Banteng, di Kota Pangkalpinang kemudian berdiri Bioskop Garuda, oleh pengusaha Tan Eng Siang, pengusaha asal Jakarta yang bekerjasama dengan Lay Djit Siong, seorang tokoh di Pangkalpinang.

Persaingan usaha bioskoppun kemudian terjadi karena pada saat itu bioskop telah memutar film dengan gambar hidup dan bioskop menjadi tempat hiburan baru bagi masyarakat Bangka.

Puncak persaingan antara pemilik Bioskop Hebe (Bioskop Banteng) dan Bioskop Garuda adalah menggratiskan orang yang menonton di Dua bioskop tersebut.

Untuk mengatasi persaingan bisnis bioskop yang tidak sehat tersebut maka kemudian di Pangkalpinang pada masa Residen Fraser, JJ, didirikan NV MEBY (Naamloze Vennootschap Maaatschappij tot Exploitatie van Bioscopen en Ysfabrieken) yaitu Perusahaan yang mengelola beberapa Bioskop dan Pabrik Es.

Pendirian NV. MEBY di depan Notaris H.H.M.R. Scipio Blume, akte notaris No. 11 tanggal 24 Januari 1924 LN No. 44 tanggal 28 Maret 1924. Rapat pembentukan NV dilaksanakan di hotel Bangka (lokasi di depan Firma Aziz Machmud). Susunan pemegang saham NV MEBY terdiri atas 4 (empat) orang yaitu Oen Kheng Boe memiliki 20 helai saham, Oen Goan Hoei memiliki 40 helai saham, Lay Djit Siong memiliki 40 helai saham dan Tan Eng Siang memiliki 20 helai saham.

Kawasan di sekitar Bioskop Garuda, semakin ramai dengan berdirinya Bioskop Aurora atau Surya, terbentuknya Pasar Mambo dan berdirinya Restoran Kutub Utara (noordpool). Kawasan tersebut menjadi ramai oleh masyarakat Bangka terutama pada malam hari karena salah satu hiburan bagi masyarakat Pangkalpinang pada waktu itu adalah menonton film di Bioskop, sambil berbelanja di Pasar Mambo dan di Restoran Kutub Utara.

See also  Sejarah PDAM Pangkalpinang di Gunung Mangkol (Bagian 19)

Toponimi Pasar Mambo berasal dari kata generik Pasar dan kata spesifik Mambo yang berarti barang barang yang dijual belikan masih berbau terbaru, bagus, misalnya baju mambo, es mambo.


*Keterangan gambar:
Es Mambo dan Termos Es Mambo

*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.

Related Images:

Comments

comments