2 November 1886, M.A. Van Walchren, Melaporkan Konflik Pada Billiton Maatschappij Berhasil Diatasi dan Terjadi Perubahan Pada Sistem Upah Buruh Tambang
Jelajah Bangka 2 November 2026
Oleh Dato’ Akhmad Elvian, DPMP, CECH, CIRBC*)
Pada bulan November 1886 perusahaan Billiton Maatschappij menghadapi salah satu titik balik paling krusial dalam sejarah operasionalnya di Pulau Belitong.
Ketegangan manajemen internal yang mengarah pada krisis manajemen dan tantangan eksplorasi penambangan timah yang kian sulit memaksa perusahaan melakukan reformasi besar-besaran, mulai dari perombakan struktur di level direksi perusahaan hingga penciptaan sistem upah baru yang mengubah bagi kemajuan industri pertimahan di Pulau Belitong.
Krisis manajeman pada perusahaan Billiton Maatschappij terjadi terkait hubungan antara manajemen pusat di Negeri Belanda dan perwakilan mereka di lapangan, Jenderal Ermeling, sempat berada di ujung tanduk. Selama Enam tahun penuh, tidak ada kontak personal yang terjalin. Direktur utama belum pernah menginjakkan kaki di pulau Belitong, sementara para komisaris rata-rata tidak memahami kondisi riil berbagai permasalahan yang terjadi di lapangan.
Ketika ketegangan antara J. Ph. Ermeling (Vertegenwoordigers) dan para administrator senior mulai mengancam stabilitas perusahaan, Dewan Komisaris mengambil langkah taktis yaitu dengan mengubah Anggaran Dasar Perusahaan yaitu dengan pengubahan terhadap struktur organisasi perusahaan dengan penambahan jabatan baru yaitu jabatan Direktur Kedua.
Selanjutnya mengutus M.A. Van Walchren yang kemudian ditunjuk sebagai direktur baru dan langsung bertugas serta bertolak ke pulau Belitong untuk melakukan investigasi langsung. Misi M.A. Van Walchren kemudian berhasil.
Berdasarkan catatan pada buku De Billiton Maatschappij Gedenkboek Billiton 1852-1927, ‘s-Gravenhage Martinus Nijhoff 1927, halaman 39 dan 40, dinyatakan bahwa dalam laporan resminya tertanggal 2 November 1886, Walchren memuji dedikasi dari Ermeling dan berhasil meredakan konflik manajemen.
Meski mengakui Ermeling memiliki kepribadian yang unik dan keras, Van Walchren menegaskan bahwa sang Jenderal adalah sosok yang sangat sulit digantikan karena etos kerja dan loyalitasnya yang luar biasa.

Keberhasilan M.A. Van Walchren memulihkan kepercayaan pimpinan pusat perusahaan kemudian membuat Ermeling lebih leluasa melaksanakan rencana reformasi di sektor produksi yaitu terkait sistem utama dalam pengupahan yang memberlakukan pembayaran sebesar ƒ 20 per pikul timah yang sudah tidak lagi relevan. Lahan tambang yang mudah dijangkau mulai habis, dan menambang di area baru yang lebih sulit menjadi tidak ekonomis bagi para pekerja jika menggunakan tarif rata rata lama.
Untuk mengatasi kebuntuan ini, Ermeling menciptakan Sistem Kuantum (Quantumstelsel): yaitu menyesuaikan target (kuantum) tingkat kesulitan lahan, jaminan upah setara produksi kebiasaan lama (14 pikul/kapita) jika realisasi di bawah target administrator, dan kelebihan produksi di atas kontrak tetap dibayar penuh sebesar ƒ 20 per pikul.
Sistem baru ini menuntut keahlian tinggi dari para administrator tambang dalam menaksir potensi lahan. Jika taksiran terlalu rendah, perusahaan akan rugi; jika terlalu tinggi, para penambang yang dirugikan. Pada praktiknya, sistem kuantum sukses besar dan berhasil membuka lahan-lahan tambang baru yang sebelumnya mustahil untuk dieksploitasi.
Sejalan dengan penerapan sistem kuantum, perusahaan juga merombak sistem “uang pikul” (pikolgelden) atau komisi bagi para pimpinan di lapangan. Sejak awal berdirinya perusahaan, para pejabat selalu diberi bonus berbasis hasil produksi distrik mereka sebagai perangsang kinerja.
Melalui kebijakan baru sistem komisi dihapus untuk posisi Perwakilan Utama dan Administrator Kepala. Namun, komisi ini tetap dipertahankan bagi para administrator distrik bawah, mereka menerima tunjangan tambahan sebesar ƒ 0.50 untuk setiap pikul timah yang berhasil ditambang di wilayah kerja mereka, di luar gaji pokok. Langkah inovatif, sukses membawa Billiton Maatschappij keluar dari krisis dan mengamankan dominasi bisnis Timah mereka di pulau Belitong.
*Keterangan gambar:
Europeesche beambten in de oude kleederdracht te paard (Para pejabat Eropa berkuda dengan mengenakan pakaian tradisional), sumber foto De Billiton Maatschappij Gedenkboek Billiton 1852-1927, ‘s-Gravenhage Martinus Nijhoff 1927, halaman 175
*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.
