Toponimi Gebak, atau Goback atau Gabek

IMG_20260601_133505

Oleh Dato’ Akhmad Ellvian*)


Dalam catatan Dr. S.A. Buddingh, dalam Neerlands-Oost-Indie Reizen Over Java, Madura, …, Banka, Palembang, Riouw, Benkoelen, Sumatra’s Westkust, Floris, Timor, Rotty, Borneo’s West-Kust en Borneo’s Zuid-en Oostkust ; gedaan gedurende het tijduak nan 1852-1857, Hal. 54: dinyatakan tentang rute perjalanannya dari Soengiliat ke Pankal Pinang melewati Marawang …dan melewati juga Kampung Seliendoeng-moessoe dan Gebak (Gabek) ….. selengkapnya : De hoofd-route van Soengi-liat naar Pankal pinang loopt eigenlijk over Marawang… de kampongs Liendieng-moessoe en Gebak….

Dalam Tulisannya Budding menyebut Kampung Gabek atau Goback dengan sebutan Gebak. Berdasarkan Toponiminya kata Gebak berarti genangan atau luapan air yang luas di wilayah rawa atau lebak, terutama saat pasang ai laut atau luapan sungai.

Dalam peta Resident Bangka en Onderh. Opgenomen door den Topografischen dienst in1928-1929 Blad 34/XXV d. Reproductiebedrijf Topografische dienst, Batavia 1931 AuteursrechtVoorbehouden (Stbl 1912 No.600), kampung Gabek terletak antara kampung Lembawai di Selatan dan kampung Selindung di Utara.

Kampung Gabek terletak di sisi Timur jalan raya yang menghubungkan antara distrik Pangkalpinang dengan distrik Merawang dan berbatasan dengan kampung Pangkalbalam. Pada ujung sebelah Barat kampung Gabek di sisi Barat jalan raya terdapat satu bangunan masjid, sedangkan pemukiman penduduk terletak di sisi Utara dan sisi Selatan jalan raya yang menghubungkan kampung Gabek dengan kampung Pangkalbalam.

Pada posisi bagian tengah kampung Gabek di belakang pemukiman penduduk masih banyak terdapat kebun Sahang (regelm aangelegde pepertuinen) dan hutan Karet (rubber), kebun Aren (arentuin), kebun Kelapa (klapperboomen), hutan (bosch), semak belukar (kreupelhout).

Pada bagian ujung kampung Gabek sebelah Timur terdapat rawa-rawa (moeraspalmen) terutama yang berada dekat kampung Pangkalbalam. Pada wilayah inilah yang disebut dengan Gebak. Selanjutnya terdapat Hutan (bosch) di kampung yang merupakan hutan milik Gemeente atau orang Bangka sering menyebutnya dengan hutan haminte.

See also  Mengenal Syaikh Abdurrahman Siddik, Tokoh Penyebaran Agama Islam di Pulau Bangka

Pada masa Residen Bangka pertama yang bertugas di Pangkalpinang, A.J.N. Engelenberg, mulailah dilakukan pembentukan Gemeente-gemeente di 10 Distrik di pulau Bangka termasuk di distrik Pangkalpinang. Berdasarkan Inlandshe Gemeente Ordonantie dan Inlandshe Gemeente Ordonantie voor Buitengewesten, keberadaan Gemeente kemudian diakui sah oleh Pemerintah Hindia Belanda. Pada waktu itu terdapat sekitar 163 Gemeente di pulau Bangka termasuk di Pangkalpinang yaitu Gemeente Gabek dan Gemeente Pangkalpinang.

Wilayah Gemeente Gabek dan Gemeente Pangkalpinang inilah yang kemudian berkembang menjadi wilayah Kota Kecil Pangkalpinang yang dibentuk berdasarkan Undang-undang Darurat Nomor 6 Tahun 1956 tanggal 14 November 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kota Kecil dalam lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Selatan, dengan batas-batas wilayahnya ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Directeur Binnenlands Bestuur, Nomor 2615/Btg, tanggal 30 September 1919.

Pada perkembangan selanjutnya, berdasarkan hasil Rapat Paripurna Kesepuluh, masa persidangan II DPRD Kota Pangkalpinang Tahun 2011, Gabek yang pada saat itu berstatus satu kelurahan ditetapkan sebagai satu wilayah administratif kecamatan baru di Kota Pangkalpinang, yang terdiri atas Enam wilayah kelurahan yaitu; Kelurahan Air Selemba, Kelurahan Gabek Satu, Kelurahan Gabek Dua, Kelurahan Jerambah Gantung, Kelurahan Selindung Baru dan Kelurahan Selindung Lama. Penetapan Gabek menjadi satu kecamatan baru di Kota Pangkalpinang salahsatu kajiannya karena Gabek merupakan satu gemeente yang harus bisa berkembang menyamai gemeente Pangkalpinang.


*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.

Comments

comments