16 Mei 1852, Den Dekker Menemukan Deposit Bijih Timah di Sidjoek dan Boeding.

IMG_202605135_20494874

Oleh Dato’ Akhmad Elvian*)


Cornelis de Groot dan J. F. den Dekker, adalah orang penting yang tercatat menemukan potensi Timah di Pulau Belitung. Hasil Penelitian Cornelis de Groot, bersama J. F. den Dekker mematahkan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Dr. J. H. Croockewit, pada bulan Oktober 1850 yang menyimpulkan, bahwa deposit Timah di Belitung sedikit sehingga Timah di Belitung kemudian tidak dikelola oleh negara tetapi diserahkan pada pihak swasta, kepada G. C. R. Baron van Tuyll van Serooskerken, dan John F. Loudon serta pioner pioner lainnya.

Dalam buku DE BILLITON MAATSCHAPPIJ GEDENKBOEK BILLITON 1852-1927, Halaman 102, ‘s-GRAVENHAGE MARTINUS NIJHOFF 1927, Hal.7 dinyatakan bahwa John F. Loundon secara kebetulan bertemu dengan J. F. den Dekker di Toboali, Bangka dan kemudian diajaknya ke Belitung, Den Dekker adalah seorang Juru Tulis Indo-Eropa dari kepala Pelabuhan. Den Dekker kemudian menerima cuti sebulan dari atasannya dan menemani para pionir. Akhirnya, mereka dapat berangkat ke tanah yang dijanjikan dengan kapal Etna. Pada tanggal 27 Juni, kapal tiba di pelabuhan Tandjong-Pandan; keesokan harinya mereka menginjakkan kaki di darat.

Selengkapnya: “Toevallig ontmoette Loudon te Toboali op Banka een man, die een grooten invloed zou hebben op de toekomst der tinontginning. Een Indo-Europeesche klerk van den havenmeester, J. F. den Dekker, sprak hem aan en vroeg of hij, zonder bezoldiging mede mocht gaan naar Billiton. Hij had veel kennissen gemaakt onder de op dit eiland thuis behoo rende handelaren en van hen de verzekering ontvangen, dat er tin te vinden was, doch dat de Depatti, het Inlandsche hoofd, bevreesd voor de vestiging van Europeanen in zijn gebied, alles deed om dat geheim te houden. Den Dekker kreeg een maand verlof van zijn chef en vergezelde de pioniers. Eindelijk konden zij met de Etna naar het beloofde land vertrekken. Den 27en Juni kwam deze op de reede van Tandjong-Pandan aan; den volgenden dag zetten zij voet aan wal.

See also  Makam Depati Hamzah (Tjing) Di Batukadera, Airmata, Kupang.

Pada Tanggal 16 Mei 1852, J.F. Den Dekker menemukan deposit Timah di wilayah Sidjoek, Belitung Barat Laut, menyusul awalnya telah ditemukan deposit Timah di wilayah Boeding. Deposit Timah di Sidjoek sangat memungkinkan untuk dieksploitasi oleh pemegang konsesi. Tambang di Sidjoek kemudian dieksplorasi dan menjadi andalan bagi penghasilan perusahaan pada tahun tahun berikutnya.

Selengkapnya dijelaskan dalam Gedenkboek Billiton 1852-1927, Halaman 102, sebagai berikut: “De eerste vondst van Den Dekker tusschen Inlandsche graven gaf natuurlijk geen aanleiding tot ontginning. De aanwijzingen, welke door middel van den Depati werden verkregen, omvatten de tinzónes in het stroomgebied der Soengai Koeboe, enkele palen Noord van Tandjong-Pandan en van enkele rechter zijtakken der Ajer Rajah, op den zelfden afstand N. O. van Tandjong-Pandan gelegen, op welke afzettingen op den duur zeer bevredigend, doch in den aanvang slechts tamelijk resultaat verkregen werd. Slechts de vondst op 16 Mei 1852 in het tinerts gebied van Sidjoek, meer speciaal het deel, dat met den naam Tikoes wordt aangeduid, was voor de concessionarissen van groot belang. Op deze mijn dreef men in de moeilijke jaren. Wel zijn in het begin ook de zeer fraaie afzettingen in het Boedingsche opgespoord,”.

Den Dekker, adalah seorang abdi perusahaan yang setia dan berpengalaman, kemudian harus melepaskan jabatannya pada tahun 1882. Penyakit mata membuatnya tidak mampu lagi bekerja. Setelah menjabat sebagai penasihat untuk waktu yang singkat, ia dipensiunkan dengan gaji f 1.000 (gulden) per bulan.


*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.

**) Keterngan gambar: Geologische Kaart van Billiton, 1851, van C. de Groot,
sumber: buku Gedenkboek Billiton 1852-1927, antara halaman 102 dan 103

See also  Sejarah Asal Usul Penamaan Wilayah Di Pulau Bangka. 02, Toponimi Pangkalpinang.

Comments

comments