17 Mei 1925, Masa Dimulainya Pembangunan Fasilitas Air Minum Pangkalpinang
Admin 17 May 2026
Oleh Dato’ Akhmad Elvian*)
Beberapa fasilitas publik yang dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda di Kota Pangkalpinang setelah pemindahan ibukota Keresidenan Bangka dari Kota Mentok ke Kota Pangkalpinang pada Tanggal 3 September 1913 dan masih bertahan hingga sekarang, di samping sarana jalan raya, taman, sekolah (ELS dan HCS), perumahan dan beberapa perkantoran, rumah sakit dan penjara adalah instalasi pengolahan air minum atau waterleiding.
Perencanaan pembangunan fasilitas air minum sudah dilaksanakan sejak residen pertama di Pangkalpinang A.J.N. Engelenberg (memerintah pada Tahun 1913-1918 Masehi). Residen A.J.N. Engelenberg yang memerintah di Pangkalpinang sekitar selama 5 Tahun dan kemudian memasuki masa pensiun pada Tanggal 14 April 1918, sehingga pembangunan fasilitas air minum dan fasilitas publik lainnya dilanjutkan oleh residen-residen berikutnya yaitu Residen Doornik (Tanggal 30 Maret 1918-10 April 1923) dan Residen Fraser (Tanggal 25 Juni 1923-5 Mei 1925).
Pembangunan fasilitas air minum Pangkalpinang kemudian baru dapat direalisasikan pengerjaannya pada masa pemerintahan Residen J.E. Edie (memerintah pada Tanggal 17 Mei 1925-3 Mei 1928).
Residen J.E. Edie mulai memerintahkan demang pembantu residen (demang terbeschikking), Raden Achmad untuk melakukan penelitian mencari sumber baku air bersih untuk kebutuhan masyarakat Pangkalpinang pada Tahun 1927.
Pada tahap awal pencarian untuk sumber air baku air minum didapat Tiga lokasi alternatif yaitu di Gunung Doel, di Sungai Nyelanding dan di Gunung Mangkoel. Residen J.E. Edie memeriksa sendiri Tiga sumber air baku yang ditemukan bersama demang pembantu residen yaitu Raden Achmad.
Setelah diperiksa langsung oleh Residen J.E. Edie disimpulkan sumber air baku di Gunung Doel ternyata debit atau volume airnya sangat sedikit tidak cukup untuk melayani penduduk Pangkalpinang pada waktu itu, sedangkan sumber air baku dari Sungai Nyelanding tingkat kekeruhan airnya sangat tinggi atau kurang jernih dan tidak cocok untuk dijadikan sumber air minum, sehingga dipilihlah alternatif ketiga yaitu sumber air yang berada di Gunung Mangkoel atas saran seorang ahli air bernama Bas van Hout.
Sumber air baku di Gunung Mangkoel diperoleh atas petunjuk dan keterangan dari kepala kampung Terak. Kemudian dari kampung Terak dibuatlah jalan kecil menyusul pinggir sungai ke arah Hulu sungai sampai ke sumber mata air di Gunung Mangkoel, dan kemudian ditetapkan air Gunung Mangkoel menjadi sumber waterleiding untuk Pangkalpinang.

Pembangunan fasilitas air minum untuk Kota Pangkalpinang kemudian dilanjutkan pada masa Residen Hooyer, DG yang menjadi Residen Bangka pada Tanggal 22 Juli 1928-3 Juni 1931.
Pembangunan fasilitas air minum Pangkalpinang dilaksanakan oleh aannemer (kontraktor) NV Lindeteves Stokvis Batavia dengan kontrak sekitar Rp. 300.000,- (Tigaratus ribu rupiah). Sebagian besar dana pembangunan diperoleh dari kas geemente kampung yang dipinjamkan dengan bunga sebesar 60 persen setahun (ada sekitar 163 gemente di pulau Bangka yang dibentuk berdasarkan Besluit Tanggal 17 Juni 1916 Nomor 200).

Fasilitas air minum Pangkalpinang kemudian dikelola oleh Plaatselijk Fonds Pangkalpinang yaitu satu badan yang mengelola dan mengurus Eigendom atau kekayaan (hak milik) Pemerintah Hindia Belanda, dan badan ini mengurus dana/keuangan yang diperoleh dari pajak, opstalperceelen, reklame, minuman keras, retribusi pasar, dan penerangan jalan, semuanya berdasarkan verordening/peraturan yang berlaku.
Sejarah NV Lindeteves Stokvis yang menjadi aannemer (kontraktor) pembangunan fasilitas air minum di Pangkalpinang, merupakan perusahaan pusat penjualan alat-alat berat dan keberadaan NV Lindeteves Stokvis, sebagai salah satu unit usaha pabrikan kontruksi baja terkemuka di masa pendudukan Belanda.
Awalnya Lindeteves berkantor pusat di Semarang. Perusahaan ini memiliki sejumlah kantor cabang di kota-kota besar di Jawa dan sejumlah anak perusahaan, seperti NV Rotterdam Internation, NV Borsumij Maatschappij, NV Geo Wehry (di Pangkalpinang NV Bosumij Wehry pernah berlokasi di lahan yang sekarang menjadi Puncak Mall) dan NV Jacobson Van den Berg sebagai perusahaan besar masa Hindia Belanda yang mengurusi masalah ekspor impor (di Pangkalpinang sisa bangunannya masih tampak di Jalan RE Martadinata arah ke Pangkalbalam yang bergerak dalam ekspor impor Karet dan Lada).
*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.
**) Keterangan gambar: Bangunan filter sumber air minum Pangkalpinang di Gunung Mangkol yang dikerjakan oleh NV Lindeteves Stokvis sebagai aannemer (kontraktor)
