20 Agustus 1817, Surat Mr. J. Bousquet Kepada Mr. H. J. van de Graaff, Mempertanyakan Penyelidikan Kasus Praktek Curang Keuangan Oleh Residen Bangka K. Heynis.

IMG_20260820_074157

Oleh Dato’ Akhmad Elvian, DPMP, CECH, CIRBC *)


K. Heynis, adalah Resident van Palembang en Banka dengan masa jabatan dari tanggal 10 September 1816-13 Juni 1817. Residen K. Heynis dipecat dari jabatannya berdasarkan keputusan tanggal 13 Juni 1817 karena terlibat praktek curang dalam pengelolaan keuangan pertambangan Timah dan pemerintahan.

Untuk menyelidiki tuduhan yang diajukan terhadapnya secara langsung di tempat kejadian, K. Heynis diperintahkan ke Batavia. Sebagai penggantinya dikirim satu komisi ke Mentok, beranggotakan anggota Dewan Keuangan, yaitu R. Coop à Groen, dan J. du Puy.

Pada awalnya komisi tampaknya bertindak agak lemah terhadap residen. Mereka membiarkannya bertahan di Muntok selama dua bulan penuh dan memberinya akses ke seluruh arsip; bahkan, Tuan Heynis dan Coop à Groen tinggal serumah.

Pada akhirnya, keberadaan K. Heynis yang berstatus tertuduh terlalu mengganggu penyelidikan komisi, sehingga melalui surat tertanggal 5 Agustus, komisi mengeluhkan hal tersebut ke Batavia.

Akhirnya, pria itu pergi. Namun, di mana Klaas Heynis berada?, tidak ada yang tahu. Orang-orang bahkan mencurigai dia telah pergi merampok di laut, dia ingin meloloskan diri dari penyelidikan lebih lanjut dengan melarikan diri ke Bengkulu atau tempat lain, dan dia secara diam-diam mengatur langkah-langkah untuk mengamankan aset-aset miliknya di Jawa.

Pemerintah tidak tinggal diam; melalui keputusan tertanggal 11 Agustus, perintah penyitaan dikeluarkan: “agar jika dia terbukti bersalah atas ketidaksetiaan, Pemerintah dapat memperoleh ganti rugi darinya.” (Kemp,1900:345)

Mengingat hampir beberapa bulan belum ada kabar atau laporan dari komisi penyelidik ke Batavia, maka Mr. J. Bousquet bersurat kepada temannya Mr. Hendrik Jan van de Graaff pada tanggal 20 Agustus 1817 mempertanyakan lambannya penyelesaian kasus K. Heynis.

See also  28 April 1847, Javasche Courant, lembar ke-2, Memberitakan Wilayah Oelin Diincar Bajak Laut.

Sebagai Meester in de rechten pada jajaran birokrat tertinggi kolonial Belanda dan keanggotaan pada Dewan Keuangan (Raad van Financiën), mereka berdua sangat menaruh perhatian pada penyelesaian yang lambat dari kasus Residen K. Heynis yang sangat menghebohkan.

“Tidakkah Anda merasa sangat tidak masuk akal,” tulis Mr. J. Bousquet dari Batavia tertanggal 20 Agustus 1817 kepada temannya, Mr. H. J. van de Graaff, yang sedang dalam perjalanan bersama Komisaris Jenderal, bahwa sampai saat ini belum ada kabar sama sekali dari Bangka?.

Orang-orang di sini membuat segala macam dugaan; ada orang yang menganggap bukan tidak mungkin bahwa Heynis, telah mengantisipasi bahaya yang dihadapinya, telah menguasai seluruh keadaan, bahkan bertindak membiarkan seluruh komisi ditangkap oleh bajak laut, atau berpura-pura menjadi bajak laut, dan pergi cukup jauh agar tidak dapat dikejar lagi. Seperti pepatah, ‘orang menilai orang lain dari dirinya sendiri’.

Saya masih membayangkan bahwa situasinya tidak seburuk kelihatannya, dan pada akhirnya semua ini hanya akan berakhir sebagai hal yang konyol.”

Selengkapnya surat tanggal 20 Agustus 1817 dapat dipelajari pada buku Palembang En Banka in 1816-1820, door P. H. Van Der Kemp, Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde van Nederlandsch-Indië, 1900, hal. 345,346: …

“Vindt gij het niet zeer onbegrijpelijk,,, schreef Mr. J. Bousquet van Batavia dd. 20 Augustus 1817 aan zijn vriend Mr. H. J. van de Graaff, die met Commissarissen-Generaal op reis was, dat er tot dusver geene tijdingen van Banka zijn? Men maakt hier alle soorten van conjecturen; er zijn menschen, die het niet voor onmogelijk houden, dat H. het gevaar, waarin hij was,voor zien hebbende, zich van den geheelen boel meester zoude hebben gemaakt, ja zoover zoude zijn gegaan om de geheele commissie door zeeroovers, of zich daarvoor houdenden, te laten pakken , en ver genoeg verwijderd was om niet meer achterhaald te worden. Zooals de waard is, vertrouwt hij zijne gasten. Ik verbeeld me uog steeds, dat het zoo erg niet is, als het zich laat aanzien, en dat op het laatst alles op een rediculus meer zal uitkomen”.

See also  Asal Nama Kampung Terak Atau Klasah Berdasarkan Sejarah.

Foto: Hendrik Jan van de Graaff, menerima surat dari Mr. J. Bousquet, 20 Agustus 1817 yang mempertanyakan Penyelidikan Kasus Praktek Curang Keuangan Oleh Residen Bangka K. Heynis.
Sumber foto: Stedelijk Museum Alkmaar

*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.

Comments

comments