22 Agustus 1668, Jan de Harde Mendarat di Sungai Kulur Bangka, Mendapati Banyak Orang di Pantai dan Mereka Bersedia Tunduk Kepada VOC.

IMG_20260822_095754

Oleh Dato’ Akhmad Elvian, DPMP, CECH, CIRBC *)


Berdasarkan Dagh Register tanggal 15 Sept 1668 halaman 157, Jan de Harde, seorang pejabat VOC berpangkat undercoopman (saudagar muda/agen dagang) berangkat dari Belitong melanjutkan pelayaran ke Bangka dalam rangka penyelidikannya terhadap seorang yang mengaku sebagai Raja Bangka dan Belitong bernama Sampoera.

Jan de Harde tiba di Pesisir timur pulau Bangka dekat Sungai Kulur. Jan de Harde mendarat pada tanggal 22 Agustus 1668, dan mendapati banyak orang di pantai dan mereka semua sangat bersedia untuk tunduk kepada Kompeni (VOC) serta akan menerima VOC sebagai pelindung dan pengayom mereka agar dapat hidup dalam ketenangan dan kedamaian.

Sementara itu, datang kabar dari Raja Sampoera bahwa ia tidak dapat datang dari Belitong ke Bangka karena saudaranya sakit. Namun, ia akan meminta kepada dua pamannya, Pacaour dan Pacoulan, yang juga merupakan penguasa (regent) Bangka, agar mereka melanjutkan dan melaksanakan urusan yang telah dimulai di Batavia bersama para pembesar dan penguasa lainnya.

Keesokan harinya, Jan de Harde berbicara dengan kedua paman tersebut, menyampaikan permohonan tertulis dari Sampoera yang dibuat di Batavia. Namun, mereka menyatakan tidak tahu-menahu tentang hal itu, begitu pula tentang keberangkatan Sampoera ke sana.

Mereka memang membenarkan bahwa pada saat Sampoera diusir oleh orang-orang Palembang, sempat ada pembicaraan untuk meminta perlindungan VOC, tanpa menyangka bahwa ia akan pergi ke Batavia dan mengaku-ngaku sebagai Raja Bangka, padahal ia tidak lebih dari sekedar penguasa atas tempat dan Sungai Kulur tersebut.

Namun, terlepas dari hal itu, mereka menyatakan semua bersedia menerima Kompeni sebagai pelindung mereka, dan tidak meragukan bahwa para penguasa lain juga akan berpikiran sama. Mereka berjanji akan datang ke pantai dalam dua hari bersama para penguasa lainnya, dan hal itu pun ditepati.

See also  Mengenal Paulus Tsen On Ngie, Rasul Penyebar Agama Katolik Di Pulau Bangka.

Selengkapnya dalam Dagh Register 15 Sept 1668 hal. 157 dinyatakan:

S de Harde, den 22 Augustus aen landt gecomen synde, vond aldaer veel voleks op strant en alle deselve seer genegen de Comp te gehoorsamen ende voor hun schut ende schermheer aen te nemen om alsoo in rust en in vrede te mogen leven; onderwylen quam van Radja Samprou tydingh, dat hy om de sieckte van syn broeder van Bilitong niet naer Banca en conde comen, maer dat hy aen beyde syn ooms, Pacaour ende Pacoulan, mede regenten van Banca, soude versoeken, dat sy het begonnen werek tot Batavia omtrent de andere grooten ende gebieders wilden by der handt nemen en uytvoeren; met dese sprack S de Harde nog des anderen daegs, haer voorhoudende het schriftelyk versoeck van gemelten Samprau op Batavia, maer zy verclaerden daer van geen kennis te hebben, nogh oock van desselfs vertreck derwaerts, maer wel datter op den tyt, wanneer Samprau door de Palimbangers verjaegt wiert, eenige discoursen waeren geweest om des Comp protextie te versoecken, sonder te dencken, dat hy sigh daer op nae Batavia begeven en voor landtvoogt van Banca uytgegeven soude hebben, als synde niet meer als een gebieder over de plaetse en rivier Coloor voornoemt; dog dit overslaende, verclaerden zy alle genegen te zyn om de Comp voor haren beschermheer aen te nemen, niet twyffelende, of de andere regenten souden mede alsoo gesint zyn, met deweleke sy beloofden over twee dagen aen strant te verschynen, gelyk ooek agtervolgt wiert”


*Keterangan gambar: Alur sungai Kulur di Pesisir Timur Pulau Bangka (Foto : Diskominfo Provinsi Kepulauan Bangka Belitung)

See also  Batu Balai

*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.

Comments

comments