IMG-20260821-WA0026

Oleh : Meilanto


Selanjutnya Buddingh menulis lagi tentang Batu Balai yang menurutnya batu tersebut merupakan batu dari letusan Gunung Menumbing. Berikut tulisannya pada halaman 77-78:

Eindelijk nog vindt men ten oosten der hoofdplaats, tusschen Tanjong-Bersaijap en de rivier (soengi) Dahin , eene bij-zondere merkwaardigheid, namelijk de beruchte Batoe-balei of het “steenen raadhuis.” Dit grotwerk (zoo het dezen naam magragen) heeft geen de minste overeenkomst met de grotten Gebioerang , Missighiet-Sell a en Gowa-Gedé op het eiland Noesa-Koembangan , of met de grotten (of Gowa’s, zoo als ze in het Sanskriet geheeten worden) Galan, Akbar en zoo vele anderen op Java , Bawean, Amboina of elders.

Het moet, naar men meent, door eene uitbarsting van den Manoembing in lang-vervlogen eeuwen ontstaan zijn, toen onder de ontelbare steenbrokken, die uit den kawa of krater werden uitgeworpen, er eenigen zoodanig gevallen zijn, dat ze 4 wanden of muren hebben gevormd, die, even als die van een huis, in het vierkant staan, terwijl een ontzaggelijk-groote steen zoodanig op die muren gewenteld is, dat hij de binnenruimte of de ruimte tusschen de wanden als met een dak overdekt heeft.

Deze ruimte is zoo groot, dat ze verscheidene personen bevatten kan, en de inlanders hebben voor dit grilliospel van het toeval of kunstgewrocht der natuur een’ diepen eerbied, doch noemen het toch maar eenvoudig: “Batoe-balei” of het “steenen Raadhuis.”

Op Java zou het zekerRoema-Sêtan of Gedong-Sêtan (duivelshuis) heeten, zoo als de inlanders de Loges der Vrijmetselaren noemen, of wel
een tampat-déw a of pandaemonium of geesten-plaats, endeverbeelding der Javasche bevolking zou den bouw van dat steenen Raadhuis toeschrijven aan de Peri ‘s of Feri’s en Bidadari’s, en het door hantoe’s en pontianak’s (spoken) laten bewonen.

Maksudnya

See also  14 April 1949. Dari Bangka, Mohamad Roem Bicara Atas Nama Presiden Pada Perundingan Roem-Royen Di Batavia.


Akhirnya, di sebelah timur pemukiman utama—di antara Tanjong-Bersaijap dan Sungai Dahin—terdapat sebuah keunikan yang luar biasa: “Batoe-balei” atau “Balai Kota Batu” yang tersohor. Struktur menyerupai gua ini (jika memang layak disebut demikian) sama sekali tidak menyerupai gua-gua di Gebioerang (pantai bertebing batu karst di Kebumen; pen), Missighiet-Sella (nama tempat di kawasan Nusakambangan, Cilacap; pen), dan Gowa-Gedé di Pulau Noesa-Koembangan, ataupun gua-gua (gowa, sebutan dalam bahasa Sanskerta)—seperti Galan, Akbar, dan banyak lagi lainnya—yang ditemukan di Jawa, Bawean, Amboina, atau tempat lain.

Konon, struktur ini terbentuk akibat letusan Gunung Manoembing pada masa lampau; di antara tak terhitung banyaknya pecahan batu yang terlontar dari “kawa”(kawah), beberapa di antaranya jatuh sedemikian rupa hingga membentuk empat dinding yang berdiri membentuk persegi—mirip dinding rumah—sementara sebuah bongkahan batu raksasa menggelinding menutupi dinding-dinding tersebut, sehingga secara efektif menjadi atap bagi ruang di dalamnya.

Ruang ini cukup luas untuk menampung beberapa orang; penduduk setempat sangat menghormati fenomena alam yang unik dan ajaib ini, namun mereka hanya menyebutnya “Batoe-balei” atau “Balai Kota Batu.”

Jika berada di Jawa, tempat ini tentu akan disebut “Roema-Sêtan” atau “Gedong-Sêtan” (Rumah Setan)—sebutan penduduk setempat untuk loji Masonik—atau mungkin “tampat-déwa”, tempat berkumpulnya roh jahat, ataupun tempat bersemayamnya makhluk halus; imajinasi masyarakat Jawa akan mengaitkan pembangunan balai kota batu tersebut dengan “Peri” (Feri) dan “Bidadari” (bidadari), serta membayangkannya dihuni oleh “hantoe” dan “pontianak” (makhluk halus).


Foto : Muntok, De batoe balei. Ca.: 1907-1919. Sumber : Rijksmuseum.nl. Pewarnaan AI

Catatan : Tulisan ini dikutip dari buku NEERLANDS OOST-INDIE REIZEN GEDAAN GEDURENDE HET TIJDYAK VAN 1852-1857 bagian kedua edisi ketiga yang diterbitkan tahun 1867. Buku setebal 496 ini ditulis oleh Dr. S. A. Buddingh.

Buddingh bernama lengkap Steven Adriaan Buddingh (1811-1884) seorang penulis dan pendeta Belanda abad ke-19 yang terkenal karena karya sejarah dan catatannya tentang Nusantara.

Comments

comments