22 Oktober 1818. Wolterbeek Mengirim Kapal Korvet Perang Eclips Bersama 50 Personel Infanteri Eropa dan 25 Pionir Pribumi ke Mentok
Jelajah Bangka 22 October 2026
Oleh Dato’ Akhmad Elvian, DPMP, CECH, CIRBC*)
Pemerintah kolonial Belanda mengutus Herman Warner Muntinghe sebagai Komisaris untuk menegakkan kedaulatan Belanda atas wilayah Kesultanan Palembang Darussalam termasuk Pulau Bangka.
Muntinghe tiba di Palembang pada tanggal 4 Juni 1818. Kedatangan Komisari Muntinghe di Palembang menyebakan kegusaran bagi Dua sultan yang sedang berseteru di Kesultanan Palembang Darussalam, baik Sultan Tua Sultan Mahmud Badaruddin II yang berwibawa dan didukung rakyat, maupun Sultan Muda Sultan Ahmad Najamuddin II yang telah diangkat oleh Pemerintah Inggris namun kurang disenangi dan dianggap lemah dalam mengurus pemerintahannya (wanbestuur).
Pengangkatan Raffles sebagai Residen di Bengkulu dimanfaatkan oleh Sultan Ahmad Najamuddin II untuk menentang kehadiran Belanda di Palembang. Sewaktu Muntinghe masih berada di Mentok, Sultan Ahmad Najamuddin II telah berupaya untuk meminta bantuan kepada Raffles.
Sementara itu pihak pemerintah Kolonial Belanda di Batavia, pada tanggal 7 Juni 1818 telah memutuskan untuk menurunkan Sultan Ahmad Najamuddin II dari tahta dan mengangkat kembali Sultan Mahmud Badaruddin II sebagai sultan Kesultanan Palembang Darussalam dengan berbagai persyaratan termasuk mengakui penguasa tertinggi Hindia Belanda di Palembang. Penandatanganan kesepakatan terjadi pada tanggal 23 Juni 1818 (F.W. Stapel, 1940:169-170).
Sementara itu Sultan Ahmad Najamuddin II Ahmad Najamuddin II yang meminta bantuan kepada Raffles dan kemudian Raffles mengirimkan pasukan sebanyak 40 orang kebanyakan dari pasukan Sepoy di bawah pimpinan Kapten Francis Salmon dan tiba di Palembang pada tanggal 4 juli 1818 diikuti dengan pengibaran Bendera Inggris di kraton (Alfiah, 1983:43).

Untuk menghadapi kekuatan Inggris tersebut Muntinghe mengirimkan sebuah surat dinas (missive) kepada Wolterbeek di Malaka pada tanggal 20 September 1818. Dalam surat itu, ia mengabarkan pergerakan pasukan Bengkulu dan mendesak pengiriman bantuan militer. “Permintaan saya akan tambahan pasukan militer, jika memang mereka bisa dilepaskan dari Malaka,” tulisnya, seraya mengingatkan kembali permintaan 50 prajurit yang pernah ia ajukan sebelumnya, “tetap berlaku sepenuhnya, terlepas dari bantuan kecil yang telah dibawa oleh Kapten Hartman dari Batavia.
Pada tanggal 22 Oktober, Wolterbeek mengirim kapal korvet perang Eclips yang mengangkut 50 infanteri Eropa dan 25 pionir (pasukan zeni) pribumi menuju Kota Mentok. “Dengan keyakinan,” demikian catatan dalam buku harian yang telah saya bahas di tempat lain, “bahwa bantuan ini, yang bahkan melebihi permintaan Tuan yang Terhormat, akan disambut dengan baik.”
Selengkapnya dapat dipelajari pada Palembang En Banka in 1816-1820, door P. H. Van Der Kemp, Bijdragen tot de Taal-, Land-en Volkenkunde van Nederlandsch-Indië, 1900 Halaman 446:
Echter had de commissaris, op ontvangst van De Groofs brieven, reeds dd. 20 September 1818 eene missive aan Wolterbeek te Malakka gezonden (blz. 432), waarin hij van de nadering der Benkoeleezen kennis gaf en dientengevolge om troepen verzocht. „Mijne verzoeken om militaire versterking, indien dezelve op Malakka kan gemist worden”, schreef hij, onder herinnering van de door hem vroeger gevraagde 50 man (blz. 427), „blijven dus nog in hun geheel, niettegenstaande het kleine renfort, welke de kapitein Hartman van Batavia heeft aangebracht (blz. 441)
.” Deze brief bereikte den schout-bij-nacht op een gelukkig oogenblik, namelijk den 16n October, toen Malakka weder onder Nederlandsch gezag stond, de expeditie-Stout van Pontianak was teruggekomen, en dientengevolge Wolterbeek zelf zich gereed maakte naar Riouw te stevenen. Hij meende wel een gedeelte zijner macht voor Palembang te kunnen missen, nu Malakka rustig in ons bezit was gekomen. Dientengevolge zond hij dd. 22 October de oorlogskorvet Eclips met 50 man Europeesche infanterie en 25 inlandsche pionniers naar Muntok, „vertrouwende”, memoreert het door mij elders besproken journaal, „dat die versterking, ZEd. verzoek te bovengaande, welkom zoude zijn.”
*Keterangan gambar: Salah satu jenis Kapal Korvet Perang Historis (Kelas Eclipse), Sumber https://commons.wikimedia.org/wiki/File.
*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.
