25 Juni 1923, Awal Pemerintahan Fraser JJ, Residen Ketiga Residentie Bangka en Onderhoorigheden yang beribukota di Pangkalpinang
Admin 25 June 2026
Oleh Dato’ Akhmad Elvian *)
Selama masa awal kekuasaan Bangsa asing kulit putih di Kepulauan Bangka Belitung, baik pada masa Inggris maupun masa kekuasaan Belanda terdapat beberapa residen yang berkuasa dan memerintah dengan berbagai kebijakan yang memunculkan berbagai peristiwa penting yang unik, fenomenal, humanis dan bahkan tragis. Residen yang memerintah umumnya adalah dari kalangan militer karena kondisi wilayah Bangka yang belum aman.
Pada Masa Inggris berkuasa di Bangka Tahun 1812-1816, terdapat Tiga residen yang menjalankan pemerintahan untuk wilayah Resident Palembang and Banca. Residen Inggris untuk Palembang dan Bangka berturut turut adalah Mayor Meares, Mayor William Robison dan M.H Court.
Berdasarkan Traktat London, Pulau Bangka kemudian diserahkan oleh kerajaan Inggris kepada kerajaan Belanda. Pada Tanggal 10 Desember 1816, dalam satu acara resmi di Kota Mentok ditandatangani penyerahan kekuasaan atas pulau Bangka antara Residen Inggris untuk Palembang dan Bangka, M.H. Court kepada K. Heynis yang kemudian diangkat oleh pemerintah Belanda sebagai Residen di Residentie Bangka en Onderhoorigheden, berkedudukan di Kota Mentok. K. Heynis, menjabat sebagai residen di Bangka berlangsung sangat singkat antara tanggal 10 Desember 1816 sampai dengan Tanggal 13 Juni.

Pada masa akhir kekuasaan Residen W.J. Coonen (Tahun 1913), Pemerintah Hindia Belanda memindahkan ibukota Keresidenan Bangka dari Kota Mentok ke Kota Pangkalpinang.
Serah terima pemindahan ibukota keresidenan dilaksanakan pada tanggal 3 September 1913 di Kota Mentok, antara R.J. Boers, pejabat residen sementara yang menggantikan residen W.J. Coonen yang saat itu telah dilantik menjadi Gubernur di Pulau Celebes atau Pulau Sulawesi kepada A.J.N. Engelenberg, Residen Bangka yang baru.
Pemindahan ibukota keresidenan sekaligus memisahkan pengelolaan administrasi pemerintahan negeri (bestuur) dengan administrasi pertambangan Timah (tinmijn), dengan didirikannya perusahan penambangan Timah Hindia Belanda Bankatinwinning (BTW). Kota Pangkalpinang kemudian ditetapkan sebagai pusat pemerintahan dan tempat kedudukan Residen Bangka sedangkan Kota Mentok menjadi pusat penambangan Timah dan kemudian didirikanlah kantor pusat penambangan Timah di Kota Mentok yang gedungnya sekarang menjadi Museum Timah. Indonesia Mentok (Anno 1915). Sebagai pejabat utama Bankatinwinning yang berkedudukan di Mentok kemudian diangkatlah R.J. Boers.
Setelah ibukota keresidenan Bangka dipindahkan dari kota Mentok ke Kota Pangkalpinang, terdapat 12 orang residen yang memerintah dan berkedudukan di Kota Pangkalpinang mulai dari A.J.N. Engelenberg (3 September 1913-14 April 1918), hingga Residen R. Soemardjo (April 1950).
Setelah Residen Bangka pertama A.J.N. Engelenberg pensiun dan kemudian digantikan oleh Doornik W (masa pemerintahan Tanggal 30 Maret 1918-10 April 1923). Doornik W, kemudian digantikan oleh Fraser JJ sebagai residen Ketiga dengan masa pemerintahan selama 2 tahun, dimulai dari tanggal 25 Juni 1923 hingga tanggal 5 Mei 1925

Peristiwa penting yang terjadi masa Residen Fraser JJ adalah berdirinya NV MEBY atau Naamloze Vennootschap Maaatschappij tot Exploitatie van Bioscopen en Ysfabrieken atau suatu perusahaan yang mengelola beberapa Bioskop dan Pabrik Es, dengan akta pendirian notaris NV MEBY Nomor 11 Tanggal 24 Januari 1924, LN Nomor 44 Tanggal 28 Maret 1924, dengan notaris H.H.M.R Scipio Blume.
*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.