25 Mei 1969 Peresmian dan Pentahbisan GPIB Jemaat “SION” di Koba.
Admin 25 May 2026
Oleh Dato’ Akhmad Elvian *)
Berdasarkan Algemeen Verslag Der Residentie Banka Over Het Jaar 1850, Bundel Bangka No. 41 dan dalam Keputusan Pemerintah Hindia Belanda, tanggal 2 Agustus Tahun 1850 Nomor 1, dinyatakan bahwa pemerintah Kolonial Belanda mengirimkan seorang pendeta bernama J.F. Fraisinck untuk memberikan pelayanan keagamaan di pulau Bangka. Pada tahun ini dikatakan belum ada gereja agama Protestan yang didirikan di pulau Bangka.
Para pendeta yang berkunjung ke Pulau Bangka biasanya tinggal di rumah pejabat pemerintahan dan melakukan pelayanan keagamaan di gedung-gedung milik pemerintah. Pada masa pemerintahan Residen J.E Edie (memerintah pada Tahun 1925-1928 Masehi), atau masa residen keempat, sejak ibukota keresidenan Bangka dipindahkan dari Kota Mentok ke Kota Pangkalpinang, Pemerintah Kolonial Belanda pada Tahun 1926/1927 Masehi, mulai membangun gedung Kerkeraad Der Protestansche Gemeente to Pangkalpinang, yang sekarang dikenal dengan nama GPIB Maranatha Pangkalpinang.
GPIB yang cukup tua berikutnya yang dibangun hampir bersamaan dengan GPIB Maranatha Pangkalpinang adalah GPIB “Bethesda” Mentok, Bangka Barat. GPIB Bethesda dibangun oleh J. Lokollo, pejabat pada perusahaan BTW (Banka Tin Wining) pada Tanggal 25 September 1927. Selanjutnya berdiri GPIB “Efrata” Toboali Bangka Selatan, terletak di Jalan A. Yani No. 1, Toboali,. Jemaat ini terbentuk pada tanggal 19 Agustus 1955.
GPIB berikutnya yang berdiri di pulau Bangka adalah Gereja “Ora Et Labora” di Sungailiat, sekitar tahun 1950. Jemaat gereja awalnya merupakan bagian dari jemaat GPIB Maranatha Pangkalpinang. Tenaga pelayan pun masih didatangkan dari Pangkalpinang. Pada tahun 1956 persekutuan jemaat mendapat hibah sebidang tanah dari keluarga Patinasarane yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman 308 Sungailiat. Di atas tanah inilah kemudian dibangun Gereja jemaat Ora Et Labora Sungailiat. Pembangunan gedung gereja dilaksanakan pada tanggal 7 Juli 1957.

Selanjutnya pada wilayah Bangka Utara berdiri GPIB “Immanuel” Belinyu. GPIB Jemaat “Immanuel” berdiri sebagai jemaat mandiri pada tanggal 30 November 1958 oleh Pdt. C.H. Kainama selaku Majelis Sinode GPIB. Pada waktu itu pelayanan di GPIB Jemaat “Immanuel” Belinyu dilaksanakan oleh pendeta yang juga melayani GPIB “Maranatha” Pangkalpinang. Pelayanan ini berlangsung cukup lama sampai tahun 1980.
GPIB selanjutnya yang berdiri di pulau Bangka adalah GPIB Jemaat “SION” Koba. GPIB Pangkalpinang mengutus Alexander Aipassa, untuk merintis dan melayani sejumlah orang Kristen yang ada di Koba pada Tahun 1963. Pada tanggal 25 Mei 1969 dilaksanakan peresmian dan pentahbisan gedung gereja dan diberi nama GPIB Jemaat “SION” di Koba oleh Pendeta, O. Sahulata dari Majelis Sinode GPIB Jakarta. Selama kurang lebih 14 tahun, GPIB “SION” Koba tidak pernah memiliki seorang penginjil atau pendeta yang tetap. Baru pada Tahun 1987, mulai ditempatkan penginjil Mulyadi (telah dipendetakan) yang tidak hanya melayani di GPIB “SION” Koba, tapi juga melayani GPIB “Efrata” Toboali, Bangka Selatan.
Pada tahun 1992 penginjil Mulyadi digantikan oleh Penginjil Sozanolo Hia (telah dipendetakan). Pada tahun 1998, GPIB “SION” Koba dilayani oleh Pdt. Noch Tumurang, Pada tahun 2002 GPIB ini dilayani oleh Pdt. Diana Lumban Gaol Kalangit dan pada tahun 2007 dilayani oleh Pdt. Evelyn Rondo Liow hingga tahun 2009. Pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2011 GPIB SION dilayani oleh Pdt. Adrians Otnel Koedoeboen. Selanjutnya dari tahun 2011 beberapa pendeta yang melayani jemaat di gereja GPIB “SION” Koba adalah Pdt. Megiawaty Makadada Gantare, Pendeta Desti Manopo dan Pendeta Willem E Talakua.
*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia
*keterangan gambar: Gereja GPIB Sion Kaba. (Google maps, diolah dengan AI)
