8 Juli 1889, Lampu Mercusuar Kelas 1 di Pulau Besar Telah Dinyalakan.
Admin 8 July 2026
Oleh Dato’ Akhmad Elvian, DPMP, CECH, CIRBC*)
Perairan sekitar pulau Bangka memiliki 11 mercusuar yang tersebar di Selat Bangka sebanyak 6 Mercusuar yaitu mercusuar Tanjung Ular, Tanjung Kelian, Pulau Pelepas, Pulau Besar, Pulau Daun dan Pulau Lusipara, kemudian di Laut Jawa 1 Mercusuar yaitu di Pulau Dapur, selanjutnya di Selat Gaspar 2 Mercusuar yaitu di Pulau Lepar dan Pulau Celagin, terakhir di Laut Natuna Selatan (dulu laut Cina Selatan) 2 Mercusuar yaitu di Tanjung Berikat dan Pulau Penyusuk.
Mercusuar pertama yang dibangun pemerintah Hindia Belanda di pulau Bangka berada di Tanjung Kalian Mentok, didirikan pada tahun 1862 dengan tinggi 56 meter.
Salahsatu Mercusuar yang dibangun di Selat Bangka yaitu mercusuar yang berada di Pulau Besar, pulau seluas sekitar 1.616 meter persegi yang pada bulan-bulan tertentu saat air laut surut, mercusuar dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar 200 meter dari bibir pantai Pulau Bangka.

Berdasarkan prasasti pada bangunan Mercusuar yang terbuat dari rangka besi setinggi 72 meter dan bidang fokus berjarak 61 meter. tertulis: “Onder de Regering Van Z.M. Willem III Koning Der Nederlanden enz enz enz enz opgericht voor kustlicht in grootte 1888”.
Maksudnya mercusuar dibangun “Di bawah Pemerintahan Yang Mulia Willem III, Raja Belanda, dll. dll. dll. didirikan untuk lampu suar (mercusuar) dalam ukuran besar berangka tahun 1888”.
Di sekitar mercusuar dibangun 5 rumah.
Dalam Jaarboek van de Koninklijke Nederlandsche Zeemagt, 1886, hal. 392, dijelaskan tentang pembangunan mercusuar serta manfaat atau fungsi dari pembangunannya yaitu: “Voorbereid werd de bouw van een ijzeren lichttoren der Ie orde op Poeloe-Besar en van 2 ijzeren opstanden, ingericht voor het dragen van lichttoestellen der 5e orde op de eilanden Dawoen en Dapoer, welke lichten ter vervanging van het Lucipara lichtschip één stelsel zullen vormen voor de verlichting van den Z.O. ingang van straat Banka, het z.g. Kanton kanaal. Gerekend wordt dat deze lichten nog vóór het einde van 1888 kunnen worden ontstoken”.
Maksudnya: “Persiapan telah dilakukan untuk pembangunan sebuah menara suar besi kelas satu (orde 1) di Pulau Besar dan 2 struktur besi yang dirancang untuk menopang perangkat suar kelas lima (orde 5) di pulau Dawun dan Dapur. Lampu-lampu ini akan menggantikan kapal suar (kapal lampu) Lucipara dan membentuk satu kesatuan sistem untuk menerangi pintu masuk sebelah tenggara Selat Bangka, yang dikenal sebagai Saluran Kanton. Diperkirakan lampu-lampu ini sudah dapat dinyalakan sebelum akhir tahun 1888”.
Kemudian dalam Jaarboek van de Koninklijke Nederlandsche Zeemagt, 1887, hal. 527, dijelaskan rencana waktu penyelesaian lampu-lampu mercusuar dan kapan akan digunakan terutama untuk memandu jalan masuk kapal di tenggara Selat Bangka, yang disebut Saluran Staunton, selengkapnya:
“Een aanvang werd gemaakt met de oprichting van een kustlicht der Iste Orde op Poeloe Besar en van lichtinstellingen der sde Orde op de eilanden Dawoen en Dapoer, alle gelegen in den Z.O.ken ingang van straat Banka, het zoogenaamde Staunton-kanaal. De voltooiing dezer lichten kan in het begin van 1889 tegemoet gezien worden en bij hunne definitieve indienststelling zal het Lucipara lichtschip kunnen vervallen”.
Maksudnya: “Sebuah permulaan telah dibuat dengan pendirian sebuah lampu suar pesisir (mercusuar) Orde I di Pulau Besar dan instalasi lampu Orde VI di pulau-pulau Dawun dan Dapur, semuanya terletak di jalan masuk tenggara Selat Bangka, yang disebut Saluran Staunton. Penyelesaian lampu-lampu ini dapat diperkirakan pada awal tahun 1889 dan saat pengoperasian resminya secara definitif, kapal suar Lucipara dapat ditiadakan.”

Berita berikutnya tentang penyalaan lampu lampu mercusuar untuk pemanduan kapal kapal pada tanggal 8 Juli 1889, selengkapnya dalam Jaarboek van de Koninklijke Nederlandsche Zeemagt, 1888, hal. 309-310: “In straat Banka’s Zuidelijken ingang werden het kustlicht der Iste orde op Poeloe Besar en die der 5e orde op Poeloe Daoen en Poeloe Dapoer voltooid, waardoor de verlichting van het Oostelijke vaarwater van dien ingang gereed kwam. Eenigen tijd na het ontsteken der bovengenoemde lichten, hetgeen op den 8sten Juli 1889 plaats had, werd het Lucipara-lichtschip weggenomen en na in het dok te Priok te zijn nagezien, voor den ingang der geul van de Deli-rivier geplaatst, waardoor het bewaren daarvan, ook ’a nachts, mogelijk is geworden. Als Deli-lichtschip werd het 1 Augustus 1889 ontstoken”.
Maksudnya: Di pintu masuk bagian selatan Selat Bangka, lampu mercusuar kelas 1 di Pulau Besar serta kelas 5 di Pulau Daun dan Pulau Dapur telah selesai dibangun, sehingga sistem penerangan untuk jalur pelayaran timur di pintu masuk tersebut telah siap. Beberapa saat setelah penyalaan lampu-lampu tersebut, yang terjadi pada tanggal 8 Juli 1889, kapal suar Lucipara ditarik. Setelah diperiksa di dok Priok, kapal tersebut ditempatkan di pintu masuk alur pelayaran Sungai Deli, sehingga pengawasan di sana dapat dilakukan juga pada malam hari. Sebagai kapal suar Deli, lampu kapal ini mulai dinyalakan pada tanggal 1 Agustus 1889.
- Tulisan ini disarikan dari: “Laporan Kajian Sejarah Objek Diduga Cagar Budaya di Pulau Besar Kecamatan Pulau Besar Kabupaten Bangka Selatan Oleh Dato’ Drs. Akhmad Elvian, DPMP, CECH dan ALI USMAN, Tahun 2024.
*Keterangan gambar: Mercusuar Pulau Besar, sumber Foto Dato’ Akhmad Elvian
*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia
