Bukit, Sungai dan Pulau Disekitar Pulau Bangka serta Tanaman Berkhasiat Dalam Catatan Buddingh (Bagian 1)
Admin 26 July 2026
Oleh : Meilanto
Setelah menuliskan tentang sejarah Pulau Bangka, Buddingh menuliskan secara detail letak geografis Pulau Bangka. Selain itu ia juga menuliskan nama-nama bukit, sungai dan pulau-pulau di sekitar Pulau Bangka.
Berikut tulisannya yang dikutip Halaman 26-27 pada bukunya yang berjudul NEERLANDS OOST-INDIE REIZEN GEDAAN GEDURENDE HET TIJDYAK VAN 1852-1857.
Gelijk men op de kaart ziet, grenst het Sunda-eiland Banka, of China—Batta, ten westen en zuidwesten aan Straat—Banka en de oostkust van Sumatra , ten oosten aan Straat-Gaspar, en ten noordwesten aan Straat —Malakka, terwijl het ten noorden eii noord-oosten door de Chinésche-ze e en ten zuiden door de Java—zee bespoeld wordt. Het wordt door verscheidene soengi’s of rivieren en riviertjes doorsneden,
als de Kampak , Koerouw, Katiak , Gombak, Bantam, Dahin, Ayer-itam, Gossong, Njerie , Olim, Sankei, Rambat, Kotta-Waringien , Genajang, Badoekan, Kabal, Kapo, Slan, Goemba , Nadoelong , Bonkar, Semboelan, Anten, of Antan , Plannas, Rendong, Djering , Djadoe, Belalin, Batoe-roessak , Datoe of Datauw, Penagan, Liat, Soeka, Bolan, Boeton, Boeloe, Mapor, Boeloes, Aycr-Boegies, Lajang, Gemoeroe, Balar, Pinang , Marawang, Manka , Banka-Kotta , Mundo, Biat, Semboeboer, en Koba, en heeft, behalve de reeds genoemde, nog eenige andere minder hooge bergen, als de’ Batoe, Badji, Tappé , Palawang of Ampara-palawang , Goenong-panjang , Klompong , Barikat, Goegoes, Pontjar, Tjenolong , Mankoe of Manka , Kekoekoes, Bebo, Djerok, Mapor, Besotan, enz.

Maksudnya
Sebagaimana terlihat pada peta, Pulau Bangka (atau China-Batta) di wilayah Sunda ini berbatasan di sebelah barat dan barat daya dengan Selat Bangka dan pantai timur Sumatra, di sebelah timur dengan Selat Gaspar, dan di sebelah barat laut dengan Selat Malaka, sementara wilayahnya dikelilingi oleh Laut Tiongkok Selatan di utara dan timur laut serta Laut Jawa di selatan.
Pulau ini dialiri oleh berbagai sungai dan aliran air—seperti Kampak, Koerouw (Kurau), Katiak (Ketiak_dekat Tanjung Berikat_pen), Gombak, Bantam, Dahin, Ayer-itam, Gossong, Njerie, Olim, Sankei, Rambat, Kotta-Waringien, Genajang, Badoekan, Kabal, Kapo, Slan, Goemba, Nadoelong, Bonkar, Semboelan, Anten (atau Antan), Plannas, Rendong, Djering, Djadoe, Belalin, Batoe-roessak, Datoe (atau Datauw), Penagan, Liat, Soeka, Bolan, Boeton, Boeloe, Mapor, Boeloes, Ayer-Boegies, Lajang, Gemoeroe, Balar, Pinang, Marawang, Manka, Banka-Kotta, Mundo, Biat, Semboeboer, dan Koba; selain itu, pulau ini juga memiliki beberapa gunung lain yang lebih rendah, seperti Batoe, Badji, Tappé, Palawang (atau Ampara-palawang), Goenong-panjang, Klompong, Barikat, Goegoes, Pontjar, Tjenolong, Mankoe (atau Manka), Kekoekoes, Bebo, Djerok, Mapor, Besotan, dan sebagainya.
Selanjutnya ia menulis
Aan de noord- en oostkust liggen eenige eilandjes, als: Mangkoedo, Ponggo Simbang , Boedjoer, Panjang, Passir, Boear, Telawé, Donkan, Dapor en het groote Lepar-eiland met de 8 kleinere Lep a r-eilanden, en verhelfen zich eenige kapen, als kaap Enas, Toti, Barikat, Biat, enz., van meerdere of mindere hoogte.
Di pesisir utara dan timur terdapat beberapa pulau, seperti: Mangkuedo (Mengkudu), Ponggo Simbang, Buddhist, Panjang, Passir, Boear (Buar), Telawé (Ketawain), Donkan, Dapor, serta Pulau Lepar yang besar beserta delapan pulau Lepar yang lebih kecil; terdapat pula beberapa tanjung, seperti Tanjung Barika, To, Enas, Biat, Vanet, dan lain-lain.
Catatan : Tulisan ini dikutip dari buku NEERLANDS OOST-INDIE REIZEN GEDAAN GEDURENDE HET TIJDYAK VAN 1852-1857 bagian kedua edisi ketiga yang diterbitkan tahun 1867. Buku setebal 496 ini ditulis oleh Dr. S. A. Buddingh.
Buddingh bernama lengkap Steven Adriaan Buddingh (1811-1884) seorang penulis dan pendeta Belanda abad ke-19 yang terkenal karena karya sejarah dan catatannya tentang Nusantara.
