Daftar Burung yang Tercatat dari Pulau Bangka (Bagian 12)

Burung Willi

Editor: Meilanto

Dikutip dari buku A List of the Birds Recorded from Bangka Island, Indonesia, karya G. F. Mees (1986).


Esacus magnirostris (Vieillot)

Oedicnemus magnirostris Vieillot, 1818, Nouveau Dictionnaire d’Histoire Naturelle 23: 231. Tidak disebutkan lokasi asalnya.

Bahan koleksi: Satu spesimen, dikoleksi pada 1859/1861 oleh v.d. Bossche (katalog RMNH nomor 1).

Glareola maldivarum J. R. Forster

Glareola (Pratincola) maldivarum J. R. Forster, 1795, Faunula Indica (edisi 2): 11. Lokasi asal tidak disebutkan, tetapi berdasarkan Latham (1785), General Synopsis of Birds 3: 224, berasal dari Kepulauan Maladewa.

Bahan koleksi: Delapan spesimen, dikoleksi pada 1859/1861 oleh v.d. Bossche (katalog RMNH nomor 4–11); satu spesimen dikoleksi pada Maret 1865 oleh Buddingh’ (katalog RMNH nomor 21).

Sterna sumatrana sumatrana Raffles

Sterna sumatrana Raffles, 1822, Transactions of the Linnean Society of London 13: 329. Sumatra.

Bahan koleksi: Enam spesimen, dikoleksi pada 1869/1872 oleh Teysmann dan diterima pada 1877 (katalog RMNH nomor 47 dan 48); satu spesimen dikoleksi pada 11 Oktober 1872 oleh Vosmaer (katalog RMNH nomor 29).

Treron curvirostra curvirostra (Gmelin)

[Columba] curvirostra Gmelin, 1789, Systema Naturae (edisi 13) 1 (2): 777. Tanna (keliru!), kemudian ditetapkan sebagai Semenanjung Malaya.

Treron nasica Schlegel, 1863, Nederlands Tijdschrift voor de Dierkunde 1: 67. Distrik Bandjermassing dan Kalimantan bagian selatan.

Treron nipalensis harterti Parrot, 1907, Abhandlungen der Königlich Bayerischen Akademie der Wissenschaften (2) 24 (1): 261. Deli.

Treron curvirostra chaseni Stresemann, 1950, The Auk 67: 82, 86. Rawang, Selangor. Nama baru untuk Treron curvirostra curvirostra sebagaimana digunakan oleh Peters (1937: 14).

Bahan koleksi: Satu spesimen dikoleksi pada 1869/1872 oleh Teysmann (katalog RMNH nomor 4); satu spesimen tanpa tanggal pengumpulan, dikoleksi oleh Vosmaer dan diterima pada 1874 (katalog RMNH nomor 10); dua spesimen dikoleksi pada 11 Juni 1904 di Bukit Permisan oleh Abbott & Kloss (USNM nomor 180436); dua spesimen dikoleksi pada 1 Juni 1905 di Simpang oleh Hagen (ZSM); serta satu spesimen dikoleksi pada awal Juni 1905 di Simpang oleh Hagen (ZSM).

Berdasarkan kritik Hoogerwerf (1962c: 31) yang dinilai meyakinkan, Mees tidak menerima perubahan yang diusulkan terhadap penetapan lokasi tipe spesies ini. Ia juga tidak menyetujui penggunaan nama pengganti T. curvirostra chaseni untuk populasi yang selama ini dikenal sebagai ras nominatif (lihat Stresemann, 1950).

See also  Keindahan Alam dari Tanjung Mantung.

Menurut Mees, sekalipun pendapat Stresemann benar, setidaknya masih ada dua nama lama yang perlu dipertimbangkan, sebagaimana telah disebutkan di atas.

Treron fulvicollis fulvicollis (Wagler)

Columba fulvicollis Wagler, 1827, Systema Avium, Columba, spesies 8. Jawa (keliru!), seharusnya Sumatra.

Bahan koleksi: Dua spesimen, dikoleksi pada 1859/1861 oleh v.d. Bossche (katalog RMNH nomor 1 dan 2); satu spesimen dikoleksi pada 2 Juli 1872 oleh Vosmaer (katalog RMNH nomor 8); satu spesimen dikoleksi pada 3 Juni 1904 di Tanjong Tedong oleh Abbott & Kloss (USNM nomor 180435); serta tiga spesimen yang dikoleksi oleh Hagen di Simpang, masing-masing pada awal Mei, akhir Mei, dan awal Juni 1905 (ZSM).

Treron vernans griseicapilla Schlegel

[Treron vernans] griseicapilla Schlegel, 1863, Nederlands Tijdschrift voor de Dierkunde 1: 71. Sumatra dan Bangka.

Bahan koleksi: Koleksi v.d. Bossche tahun 1859/1861 terdiri atas sembilan spesimen jantan, empat spesimen betina, 24 spesimen muda, dan satu spesimen anakan. Spesimen-spesimen tersebut tercatat dalam katalog RMNH nomor 2–17 dan merupakan spesimen sintipe T. v. griseicapilla.

Koleksi lainnya meliputi satu spesimen yang dikumpulkan Vosmaer pada 15 Februari 1872 (katalog RMNH nomor 27); satu spesimen pada 9 Juni 1872 (nomor 28); dua spesimen pada 1 Agustus 1872 (nomor 29 dan 31); satu spesimen pada 29 September 1872 (nomor 30); satu spesimen dikoleksi Abbott & Kloss pada 5 Juni 1904 di Tanjong Tedong (USNM nomor 180434); serta empat spesimen yang dikoleksi Hagen di Simpang pada pertengahan Mei dan awal Juni 1905 (ZSM).

Ptilinopus jambu (Gmelin)

[Columba] jambu Gmelin, 1789, Systema Naturae (edisi 13) 1 (2): 784. Jawa (keliru!), seharusnya Sumatra.

Bahan koleksi: Dua spesimen, dikoleksi pada 1859/1861 oleh v.d. Bossche (katalog RMNH nomor 9 dan 10).

Ducula aenea polia (Oberholser)

Muscadivores aeneus polius Oberholser, 1917, Proceedings of the United States National Museum 54: 18. Pulo Siantan, Kepulauan Anambas.

See also  Sejarah PDAM Pangkalpinang di Gunung Mangkol (Bagian 8)

Bahan koleksi: Dua spesimen, dikoleksi pada 1859/1861 oleh v.d. Bossche (katalog RMNH nomor 3 dan 4); satu spesimen pada Maret 1865 oleh Buddingh’ (katalog RMNH nomor 5); satu spesimen pada 11 Agustus 1872 oleh Vosmaer (nomor 14); satu spesimen pada 4 Maret 1873 oleh Vosmaer (nomor 15); serta dua spesimen yang dikoleksi Hagen di Simpang pada akhir Mei 1905 (ZSM).

Ducula bicolor (Scopoli)

Columba (bicolor) Scopoli, 1786, Deliciae Florae et Faunae Insubricae (2): 94. Nova Guinea (Papua).

Bahan koleksi: Satu spesimen dikoleksi pada 1859/1861 oleh v.d. Bossche (katalog RMNH nomor 1); satu spesimen pada 29 Januari 1872 oleh Vosmaer (nomor 21); dan satu spesimen pada 30 September 1872 oleh Vosmaer (nomor 22).

Geopelia striata striata (Linnaeus)

[Columba] striata Linnaeus, 1766, Systema Naturae (edisi 12) 1: 282. India bagian timur.

Bahan koleksi: Tiga spesimen, dikoleksi pada 1859/1861 oleh v.d. Bossche (katalog RMNH nomor 5–7).

Chalcophaps indica indica (Linnaeus)

[Columba] indica Linnaeus, 1758, Systema Naturae (edisi 10) 1: 164. India bagian timur.

Bahan koleksi: Satu spesimen dikoleksi pada November 1865 oleh Buddingh’ (katalog RMNH nomor 10); serta tujuh spesimen yang dikoleksi Hagen di Simpang pada akhir Mei hingga awal Juni 1905 (ZSM). Salah satu spesimen dari koleksi tersebut kini tidak diketahui keberadaannya.

Caloenas nicobarica nicobarica (Linnaeus)

[Columba] nicobarica Linnaeus, 1758, Systema Naturae (edisi 10) 1: 164. Pegu, Hindia Timur, dan sekitar Kepulauan Nicobar.

Bahan koleksi: Dua spesimen dikoleksi pada 25 Mei 1872 oleh Vosmaer (katalog RMNH nomor 26 dan 27); serta satu spesimen pada 15 Januari 1873 (nomor 28).

Teysmann (1873: 77) mencatat keberadaan spesies ini, dengan nama Columba nicobarica, di pulau-pulau kecil dalam kelompok Lepar.

Mees menduga spesimen yang dikoleksi Vosmaer kemungkinan berasal dari pulau-pulau kecil di Teluk Klabat, dekat Blinjoe (Belinyu), tempat Vosmaer bermukim. Menurutnya, keberadaan Caloenas nicobarica di pulau-pulau tersebut memang dapat diperkirakan, bahkan mungkin pernah ditemukan di sana pada masa Vosmaer.

See also  Di Muntok, Buddingh Disambut Residen Bousquet.

Streptopelia chinensis tigrina (Temminck)

Columba tigrina Temminck, 1809, Histoire Naturelle Générale des Pigeons et des Colombes: 94, pelat 43. Timor dan Batavia.

Turtur tigrinus minor Parrot, 1907, Abhandlungen der Königlich Bayerischen Akademie der Wissenschaften (2) 24 (1): 275. Deli.

Bahan koleksi: Dua spesimen muda, dikoleksi pada 1859/1861 oleh v.d. Bossche (katalog RMNH nomor 2 dan 3); satu spesimen dikoleksi pada 9 Juni 1904 di Tanjong Bedaan oleh Abbott & Kloss (USNM nomor 180437); serta satu spesimen muda yang dikoleksi Hagen di Simpang pada pertengahan Mei 1905 (ZSM).

Nama minor umumnya dianggap sebagai sinonim dari tigrina. Pendapat ini juga dianut Junge (1948), dan Mees sependapat dengannya sehingga tidak merasa perlu membahas persoalan tersebut lebih jauh.

Namun, Mees memberikan satu catatan tambahan. Ia pernah memeriksa holotipe spesies tersebut (ZSM nomor 04.56), yaitu satu-satunya spesimen asal Deli yang tersedia bagi Parrot ketika menetapkan nama minor.

Dari pemeriksaan itu, Mees menemukan bahwa bulu-bulu primer pada sayap spesimen tersebut sedang mengalami pergantian bulu yang cukup intensif. Kondisi ini dinilai dapat menjelaskan ukuran tubuhnya yang relatif lebih kecil.

Meskipun demikian, hasil pengukuran Mees menunjukkan panjang sayap mencapai 137 mm, sedikit lebih panjang dibandingkan ukuran 135 mm yang dicatat Parrot.

Bersambung…


Foto: Wili-wili besar (Esacus magnirostris)
Sumber foto: Aussie Animals

Related Images:

Comments

comments