Makam Tua Di Kaki Bukit Penyengat, Benteng Penutuk Pulau Lepar. Tokoh Ulama Negosiator Ulung.

0
IMG_20250715_005326


Oleh Dato’ Akhmad Elvian, DPMP,
Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.

.

Pada kaki Bukit Penyengat Benteng Penutuk Pulau Lepar terdapat Tiga makam tua dan di antara Tiga makam tersebut hanya Satu makam yang terdapat tulisan pada nisannya. Membaca tulisan Arab pada nisan: “1268 Hijriah, Said Abas Ibnu Ali Al Athas”, diketahui bahwa yang dimakamkan pada Tahun 1268 Hijriah atau bertepatan dengan Tahun 1851 Masehi adalah seseorang yang bernama Said Abas Bin Ali Al Athas. Lalu siapa tokoh Said Abas Bin Ali Al Athas yang dimakamkan di pesisir pantai Pulau Lepar yang menghadap ke Selat Lepar dan Pulau Bangka, serta berdekatan dengan lokasi yang oleh masyarakat Kampung Penutuk disebut dengan Tanah Merah.

Bila menelisik catatan Koran Belanda Utrechstche Provinciale en Stads Courant, 9 Oktober 1844, dinyatakan: ” ……en eenen zendeling van tenen Arabier Said Abas genamd, die zich, om ruilhandel te drijven al daar bevond”. Maksudnya kira kira….dan seorang ulama penyebar Islam keturunan Arab bernama Said Abas, yang sudah ada di sana untuk melakukan perdagangan barter. Jadi Said Abas Bin Ali Al Athas adalah seorang ulama dan ahli negoisasi dan perdagangan barter.

Sumber foto: Koleksi Penulis

Pada berita awal Utrechstche Provinciale en Stads Courant tanggal 9 Oktober 1844 di atas juga dijelaskan peran Said Abas Bin Ali Al Athas dalam menegoisasi pertukaran atau barter terhadap 34 awak kapal atau Wangkang dari Siam bernama Kim Soen yang pada tanggal 23 Februari 1844 terdampar di Pulau Sambong atau Pulau Turan dekat Kepulauan Belitong, dan kemudian 34 orang awak kapal tersebut dirampok oleh Panglima Dapan dari Lingga. Dalam konteks ini Said Abas berperan dalam negoisasi pembebasan dan barter.

See also  Masjid-Masjid Tua Di Pulau Bangka. #91, Masjid Al-Marhamah, Cengkongabang.

Selanjutnya Peran Said Abas juga tampak pada negoisasi barter pada awak kapal Merimon yang kandas di Terumbu karang Alceste, dari tangan perampok dan dalam berita Javasche Courant, 18 Oktober 1851 disebutkan bahwa Said Abas bin Ali Al Athas tinggal di Kampung Goenong satu kampung atau native village di Pulau Lepar.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *