13 April. Muntinghe, Penyulut Perang Palembang Dengan Kapal Pribadi “The Friendship” Berangkat Dari Madras Menuju Mentok.
Oleh Dato’ Akhmad Elvian*)
Pemerintah Belanda mengirimkan seorang bernama Herman Warner Muntinghe, untuk menjabat sebagai komisaris Pemerintah Kolonial Belanda untuk wilayah Palembang dan sekitarnya termasuk Pulau Bangka setelah ditandatanganinya Traktat London tanggal 13 Agustus 1814.
Penyerahaan kekuasaan oleh Inggris kepada Belanda baru terealisasi secara resmi pada 19 Agustus 1816. Dalam rangka penguasaan atas Palembang, maka pada tanggal 13 April 1818, Muntinghe berangkat dengan kapal The Friendship dari Madras menuju Mentok, dan baru tiba di Mentok pada tanggal 19 April 1818.
Dalam buku Palembang En Banka In 1816-1820, Door, P. H. Van Der Kemp, Halaman 361, ditulis tentang kedatangan dan penyambutan Muntinghe di Pelabuhan dan Kota Mentok: “Den 13n April 1818 vertrok Muntinghe met het particuliere voor Madras bestemde vaartuig The Friendship onder Engelsche vlag naar Muntok, welks reede den 19n bereikt werd. Onmiddellijk deed overste Bakker den commissaris verwelkomen Wijl Ihe Friendship noch onze driekleur, noch een enkel stuk geschut voor saluut voerde, werd afgesproken, dat den volgenden ochtend Muntinghe door een sloep van de Eendracht zou afgehaald wordeu. Daartoe kwam Bakker zelf den 20n aan boord bij den commissaris. Onder een saluut van het oorlogsschip, beantwoord door de batterij van Muntok, roeide men naar Banka’s strand, waar de commissaris werd opewacht door den heer Smissaert, aan het hoofd der beambten en omringd door eene voor Muntok niet geringe schaar van inlanders en Chineezen. De opwachtenden wenschten den commissaris //op eene zeer hartelijke en flatteerende wijze” geluk met zijne //voorspoedige doch lang verbeide aankomst”, en begeleidden hem naar het residentiehuis op den heuvel van Muntok, waar verzameld waren commissaris Coop, de commandant der troepen zoomede de overige heeren van het garnizoen en van de plaats”.,
Maksudnya Kemp dalam bukunya tersebut adalah: “Pada tanggal 13 April 1818, Muntinghe berangkat dengan kapal pribadi berbendera Inggris The Friendship, dari Madras, menuju Muntok, yang pelabuhannya dicapai pada tanggal 19. Kolonel Bakker segera menyambut komisaris tersebut. Karena The Friendship tidak membawa bendera tiga warna Inggris maupun meriam untuk penghormatan, disepakati bahwa Muntinghe akan dijemput keesokan paginya oleh kapal kecil Eendracht. Untuk tujuan ini, Bakker sendiri naik ke kapal bersama komisaris pada tanggal 20. Di bawah penghormatan dari kapal perang, yang dibalas dengan tembakan kehormatan dari Mentok, mereka mendayung ke pantai Banka, di mana komisaris ditunggu oleh Tuan Smissaert, kepala pejabat, dan dikelilingi oleh kerumunan besar penduduk asli dan Tionghoa di Mentok. Mereka yang menunggunya mendoakan “semoga sukses” kepada komisaris dengan sangat ramah dan penuh sanjungan atas kedatangannya yang makmur namun telah lama ditunggu-tunggu, dan mengantarnya ke kediaman di bukit Mentok, tempat Komisaris, komandan pasukan, serta para bangsawan lainnya dari garnisun dan kota berkumpul”.
Muntinghe adalah orang yang menyulut Perang Palembang, dan perang disebut dengan nama Perang Menteng diambil dari penyebutan namanya Muntinghe. Pada 12 Juni 1819, pertempuran pecah, sekitar 200 prajurit Belanda dikirim untuk menyerang pertahanan Kesultanan Palembang di Kuto Besak. Pertahanan Palembang masih sulit ditembus, sampai akhirnya Muntinghe kembali ke Batavia dengan kekalahan.
Belanda merasa tidak terima dengan kekalahan ini, sehingga Muntinghe berdiskusi dengan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Van der Capellen. Hasilnya adalah Belanda akan melakukan serangan balik dengan kekuatan berlipat ganda.
Jenderal Mayor Marcus de Kock diutus dengan jumlah pasukan yang lebih besar untuk menaklukkan Palembang. “Kraton Sultan Palembang baru dapat diduduki oleh Belanda pada tanggal 1 Juli 1821 (Alfian, 1983:52).
*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia
**) Ilustrasi Muntinghe tiba dan disambut di Mentok.
Tài Xỉu MD5 là hình thức cá cược trực tuyến hiện đại, áp dụng công nghệ mã hóa nhằm đảm bảo tính minh bạch và công bằng. Thông qua thuật toán MD5, người chơi có thể dễ dàng kiểm tra kết quả, hạn chế gian lận và nâng cao độ tin cậy khi tham gia.
https://shorturl.fm/RNuJP