23 Juni 1892, Laij Nam Sen, Diangkat sebagai Luitenant der Chineezen in de Afdeeling Koba.

Ilustrasi_20260623_104313_000

Oleh Dato’Akhmad Elvian


Dalam Regeeringalmanak voor Nederlandsch-Indie, 1893, halaman 218, pada tanggal 23 Juni 1892, Laij Nam Sen diangkat sebagai Luitenant der Chineezen in de Afdeeling Koba (Letnan Tionghoa di Afdeeling Koba). Keresidenan Bangka dan pulau-pulau yang melingkupinya (Depedensi) pada waktu itu beribukota di Mentok dan terbagi atas Sembilan Afdeeling yaitu Afdeeling Djeboes, Blinjoe, Muntok, Marawang, Soengeiliat, Songeislan, Pangkalpinang, Koba, dan Toboali, serta satu Underafdeeling yaitu Lepar Eilanden (Kepulauan Lepar

Bersamaan dengan jabatan Letnan Tionghoa Laij Nam Sen, menjabat juga pada Afdeeling Koba yaitu H.J. De Groot sebagai Wd. Administrateur met den rang en title van controleur der 2de klasse bij het binnenlandsch bestuur (Pelaksana Tugas Administrator dengan pangkat dan gelar Pengawas Kelas 2 di Administrasi Pemerintahan ) dan yang menjabat sebagai Demang di Afdeeling Koba adalah Mohammad Saleh.

Laij Nam Sen adalah salah seorang tokoh pendidikan di pulau Bangka, khususnya pada saat pendirian sekolah Tiong Hoa Hwe Koan (THHK) oleh Kuo Min Tang (KMT) (Pinyin: Zhongguo Guomindang). Perkembangan sekolah Tionghoa di pulau Bangka sekitar awal abad ke-20 sangat pesat seiring dengan berdirinya cabang Partai Persatuan Rakyat oleh orang orang Tionghoa di Pangkalpinang. Partai ini kemudian memproklamirkan dirinya menjadi Kuo Min Tang (KMT, Pinyin: Zhongguo Guomindang).

Perkembangan THHK di pulau Bangka dimulai dengan berdirinya THHK di Pangkalpinang pada Tanggal 27 Mei 1907 diketuai oleh Kapitan Lay Nam Sen. Di Kota Pangkalpinang sendiri kemudian berkembang sekitar 6 (Enam) Tiong Hoa Hwe Koan (THHK) dan 1 (Satu) HCS (Hollands-Chinese School) yang saat ini menjadi SMP Negeri 1 Pangkalpinang. Pada Tahun 1966, pemerintah Republik Indonesia, menutup semua sekolah Tionghoa dan beberapa di antaranya diambil alih oleh pemerintah menjadi sekolah nasional.

See also  12 April 1946, Lima Orang Pemimpin T.R.I Bangka Ditangkap Pasukan NICA dan Sekutu.

Salah satu keturunan Lay Nam Sen yaitu Lay Djit Siong bersama dengan beberapa pengusaha terkenal dari Jakarta dan Bangka, untuk mengatasi persaingan bisnis bioskop mendirikan NV MEBY (Naamloze Vennootschap Maaatschappij tot Exploitatie van Bioscopen en Ysfabrieken) atau suatu perusahaan yang mengelola beberapa Bioskop dan Pabrik Es, dengan akta pendirian notaris NV MEBY Nomor 11 Tanggal 24 Januari 1924, LN Nomor 44 Tanggal 28 Maret 1924, dengan notaris H.H.M.R Scipio Blume.

Rapat pembentukan NV dilaksanakan di hotel Bangka (lokasi di depan Firma Aziz Machmud). Susunan pemegang saham NV MEBY terdiri atas 4 (empat) orang yaitu Oen Kheng Boe memiliki 20 helai saham, Oen Goan Hoei memiliki 40 helai saham, Lay Djit Siong memiliki 40 helai saham dan Tan Eng Siang memiliki 20 helai saham. Disamping mengelola Bioskop Hebe atau Banteng, Bioskop Garuda, NV MEBY juga kemudian mengelola Pabrik Es dan Bioskop Surya atau Aurora dan beberapa bioskop yang tersebar di Pulau Bangka.

Jejak sejarah peninggalan Laij Nam Sen yang masih berdiri kokoh saat ini adalah bangunan rumah di kampung Katak Pangkalpinang. Rumah dikenal sebagai rumah peninggalan Marga Lay (Laij) dan rumah masih ditempati oleh generasi kelima keluarga atau Marga Lay. Rumah Marga Lay di kampung Katak dibangun dengan arsitektur perpaduan antara arsitektur Hakka Peranakan dengan arsitektur Melayu dan arsitektur Eropa. Dari sisa-sisa struktur bangunan yang ada menunjukkan, bahwa rumah awalnya dibangun dengan bentuk panggung dan dibangun di atas rawa-rawa Kampung Katak.


*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.

Comments

comments