Masjid-Masjid Tua Di Pulau Bangka. #83, Masjid Al-Mu’minun, Kenanga.

0
IMG_20260226_085919


Oleh: Meilanto

Jika disebutkan Kelurahan Kenanga, yang muncul dibenak kita diantaranya adalah tradisi peringatan 1 Muharram sehingga ada lagu yang berjudul Muharram di Kenango yang menggambarkan meriahnya tradisi tersebut seperti Idulfitri.

Di kampung ini ada juga kue yang menjadi ikon peringatan 1 Muharram yaitu kue bolu koju.

Nah, ternyata masjid yang menjadi tempat pelaksanaan nganggung tersebut yang kini berdiri megah merupakan masjid baru.

Adapun masjid lama kini difungsikan menjadi Balai Adat. Merujuk peta tahun 1933 Merawang-Lama, D D 29,62 opgenomen door den Topografischen Dienst in 1930-1931 Blad 34/ XXIV m sudah ada masjid di Kampung Kenanga.

Sumber: Leiden University

Masjid ditandai dengan warna merah yang berarti terbuat dari batu berada di sisi Barat jalan raya Pangkalpinang – Sungailiat (Verharde weg waarvan de verharding 2-4 m breed is). Tidak jauh dari masjid, di sisi timur terdapat jalan setapak (votepad) yang mengarah ke kebun lada, karet bahkan jalan tersebut tembus ke Kampung Rebo.

Masjid lama merupakan wakaf dari Suparhun M. Said dengan nazhir atas nama masyarakat Hasyim Hatop cs. Nomor Akta Ikrar Wakaf atau Akta Pengganti Ikrar Wakaf: w.3.a./11/12 Tahun 1989 dengan nomor sertifikat 1408 dengan luas 749.

Kini, di Kampung Kenanga sudah ada masjid besar dan megah dengan nama sama dengan masjid lama yaitu Masjid Al Mu’minun dengan bangunan 2 lantai disertai 2 menara pada sisi Utara dan Selatan masjid.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *